Bola.com, Yogyakarta - Franco Ramos perlahan menjelma menjadi sosok penting di jantung pertahanan PSIM Yogyakarta. Bek asal Argentina itu tampil cukup solid dan memperlihatkan karakter seorang pemimpin di dalam tim.
Manajer PSIM, Razzi Taruna, mengaku sangat puas dengan kontribusi Franco Ramos. Ia bahkan menyebut Ramos membawa aura kepemimpinan sejak awal bergabung bersama Laskar Mataram pada BRI Super League 2025/2026.
"Sejujurnya mungkin saya enggak pernah bicara soal Ramos ya, tapi i'm very happy sama dia karena dia benar-benar sosok yang jiwa kepemimpinannya tinggi. Mungkin karena dia kapten ya sebelumnya di Bulgaria," puji Razzi.
Pemain bernama lengkap Franco Gaston Ramos Mingo itu berstatus debutan di pentas sepak bola Indonesia. Bek tengah berusia 28 tahun tersebut sebelumnya membela klub Bulgaria, Beroe Stara Zagora.
Sosok Pemimpin
Meski ban kapten utama PSIM menjadi milik bek lokal Reva Adi Utama, Razzi Taruna menegaskan bahwa leadership di lapangan tidak melulu ditentukan oleh atribut tersebut.
"Walaupun kapten utamanya tetap Reva Adi, tapi kan saya selalu bilang sama pemain-pemain jadi kapten itu enggak mesti ada di ban kapten kok," katanya.
"Ban kapten itu kan ya sebatas formalitas saja. Tapi untuk menjadi leader bisa juga kamu enggak perlu jadi kapten dan Ramos menjalankan itu dengan baik," lanjut Razzi.
Tak hanya di atas lapangan, peran Franco Ramos juga terasa kuat di ruang ganti. Bek kelahiran Cordoba, Argentina itu disebut sebagai salah satu pemain yang paling vokal dan aktif memberi arahan kepada rekan setimnya.
"Di ruang ganti itu salah satu yang paling vokal malah dia dan juga saya senang sekali kemarin dia cetak gol pertama di Indonesia," tutur Razzi Taruna.
Andalan Pelatih
Sejauh ini, Franco sudah tampil dalam 16 laga atau mencatat 1.423 menit bermain di BRI Super League. Dia selalu jadi andalan pelatih Jean-Paul van Gastel dan posisinya nyaris tak tergantikan sepanjang musim ini.
Bek berpostur 188 cm itu juga sudah membukukan satu gol plus assist buat Tim Laskar Mataram. Sebiji gol itu ia lesakkan ke gawang Madura United saat PSIM menang dengan skor besar 3-0, 10 Januari 2026.
Gol tersebut menegaskan adaptasi Franco Ramos yang berjalan mulus di kompetisi tertinggi sepak bola Tanah Air. Sekaligus bukti kalau PSIM Yogyakarta tidak salah merekrutnya.