Bursa Transfer Januari Sepi Lagi, Ini Alasan Klub Premier League Lebih Pilih Menahan Diri

Bursa transfer musim dingin kembali bergerak pelan. Menjelang penutupan jendela transfer Januari pada 2 Februari, aktivitas klub-klub Premier League terlihat jauh dari hiruk-pikuk belanja besar yang kerap terjadi pada musim panas.

Bola.com, Jakarta - Bursa transfer musim dingin kembali bergerak pelan. Menjelang penutupan jendela transfer Januari pada 2 Februari, aktivitas klub-klub Premier League terlihat jauh dari hiruk-pikuk belanja besar yang kerap terjadi pada musim panas.

Alih-alih agresif mendatangkan pemain, sebagian besar klub Inggris justru memilih bersikap hati-hati. Bahkan, delapan tim Premier League tercatat belum merekrut atau meminjam satu pemain pun sepanjang Januari ini, termasuk Wolverhampton Wanderers dan Burnley yang tengah berada dalam ancaman degradasi.

Fenomena ini bukan hal baru. Data menunjukkan bahwa dalam lima bursa transfer musim panas terakhir sejak 2021, klub-klub Premier League menghabiskan dana hingga enam kali lipat dibandingkan total belanja mereka di bursa Januari.

Pertanyaannya, mengapa klub-klub begitu enggan mengeluarkan uang di tengah musim, padahal kebutuhan skuad kerap muncul seiring cedera, suspensi, atau performa yang tak sesuai harapan?

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 7 halaman

Jurang Besar antara Bursa Musim Panas dan Januari

Perbedaan skala belanja antara dua periode transfer ini sangat mencolok. Klub-klub Premier League menggelontorkan total sekitar 10,5 miliar poundsterling di bursa musim panas sejak 2021. Sebaliknya, belanja di bursa Januari pada periode yang sama hanya menyentuh angka sekitar 1,7 miliar poundsterling.

Dalam lima bursa Januari terakhir, hanya tiga yang mencatat total pengeluaran lebih dari 100 juta poundsterling. Sebagai perbandingan, bursa musim panas dengan belanja terendah dalam periode tersebut tetap menembus angka di atas 1,1 miliar poundsterling.

Memang ada pengecualian. Manchester City, misalnya, menghabiskan 126 juta poundsterling pada Januari tahun lalu dan kembali mengucurkan sekitar 85 juta poundsterling musim ini untuk Marc Guehi dan Antoine Semenyo. Namun, daya beli seperti itu jelas tidak dimiliki mayoritas klub.

 

3 dari 7 halaman

Faktor Cedera, Posisi Klasemen, dan Risiko Kehilangan Pemain Inti

Mantan direktur olahraga Hearts sekaligus agen pemain, Joe Savage, menjelaskan bahwa keputusan belanja di Januari sangat bergantung pada kondisi spesifik masing-masing klub.

“Banyak hal bergantung pada cedera, banyak juga bergantung pada skorsing, dan sangat bergantung pada posisi Anda di klasemen,” tuturnya.

Namun, ada satu kendala besar yang hampir selalu muncul. “Hal tersulit dari Januari adalah tidak ada klub yang ingin kehilangan pemain terbaiknya,” kata Savage.

Klub biasanya telah mengalokasikan sebagian besar sumber daya finansial mereka untuk membangun skuad sejak awal musim. Situasi ini membuat ruang manuver pada Januari menjadi sangat terbatas.

“Saya tidak melihat bagaimana Anda bisa menyisihkan satu juta poundsterling hanya sebagai cadangan untuk bursa Januari, karena tentu Anda ingin memperkuat tim semaksimal mungkin di bursa yang sedang Anda jalani,” jelas Savage.

 

4 dari 7 halaman

Januari, Surganya Transfer Peminjaman

Meski minim belanja permanen, bukan berarti Januari sepenuhnya sepi aktivitas. Pendekatannya saja yang berbeda. Bursa musim dingin justru menjadi lahan subur bagi kesepakatan peminjaman.

“Saya rasa Anda melihat ke sekeliling dan semua orang mencari opsi pinjaman, semua mencoba meminjam pemain dari klub lain atau mempersingkat masa peminjaman yang dimulai pada musim panas,” ujar Savage.

“Kami menyebut Januari sebagai bursa pinjaman,” tambahnya.

Skema ini dinilai lebih realistis. Klub bisa menutup kebutuhan jangka pendek tanpa harus mengorbankan stabilitas finansial atau mengganggu perencanaan jangka panjang.

 

5 dari 7 halaman

PSR Bukan Alasan Utama Sepinya Bursa

Aturan Profit and Sustainability Rules atau PSR sering disebut sebagai penyebab klub menahan belanja. Namun, pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

“Bahkan jika saya merekrut pemain seharga 50 juta poundsterling pada Januari, karena laporan keuangan biasanya disusun hingga akhir Juni, Anda hanya mendapatkan amortisasi lima atau enam bulan,” jelas Maguire.

“Jika pemain itu dikontrak lima tahun, 50 juta dibagi lima menjadi 10 juta per tahun. Enam bulan dari Januari hingga Juni hanya sekitar lima juta poundsterling,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa selisih pemasukan liga juga relatif kecil. “Anda bisa mendapat sekitar 3,5 hingga 4 juta poundsterling dengan finis di posisi ke-13 dibandingkan ke-14. Saya rasa klub tidak terlalu khawatir soal biaya dari sudut pandang itu.”

 

6 dari 7 halaman

Risiko Mengganggu Momentum Pemain dan Adaptasi di Tengah Musim

Dari sisi pemain, perpindahan di Januari juga membawa risiko tersendiri. Seorang pemain yang sedang menjalani musim impresif bisa kehilangan momentum jika pindah terlalu cepat.

“Sebagian dari diri saya sebenarnya tidak ingin terlalu sering memindahkan pemain di Januari, karena Anda ingin menyelesaikan musim,” ujar Savage, yang kini berprofesi sebagai agen.

“Terutama bagi pencetak gol. Saat mereka sudah mencetak banyak gol, Anda ingin mereka menjalani satu musim penuh, bermain 35 laga dan mencetak 30 atau 40 gol, karena itu akan menjadi jendela yang lebih besar dan lebih baik di musim panas,” tuturnya.

Namun, konteks bisa mengubah segalanya. “Jika tim Anda berjuang menghindari degradasi dan ada tim penantang juara datang untuk pemain Anda, itu keputusan yang sangat mudah, bukan?” katanya.

Masalah adaptasi juga menjadi pertimbangan besar. “Bursa Januari membuat segalanya lebih sulit. Tidak banyak orang ingin pindah rumah, pindah negara, dan berganti budaya di musim dingin,” ucap Savage.

“Apalagi jika pemain tidak berbicara bahasanya. Idealnya mereka belajar bahasa Inggris atau Prancis di musim panas agar bisa cepat beradaptasi. Jika itu harus dilakukan di Januari, lihat saja jadwal pertandingan, semuanya kacau.”

Pada akhirnya, bursa transfer Januari lebih tentang penyesuaian daripada revolusi. Klub memilih bertahan, menambal seperlunya, dan menunggu musim panas untuk bergerak lebih agresif.

Sumber: BBC

7 dari 7 halaman

Persaingan di Liga Inggris

Video Populer

Foto Populer