Dorongan Besar untuk MU dalam Berburu Tiket Liga Champions: Perubahan Aturan UEFA Jadi Kabar Baik bagi Setan Merah

Kualifikasi ke Liga Champions memang bukan perkara mudah bagi MU dalam beberapa musim terakhir.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 30 Januari 2026, 06:00 WIB
Dua pemain Manchester United (MU) asal Portugal, Bruno Fernandes dan Diogo Dalot, merayakan gol ketiga ke gawang Leicester City dalam laga pekan ke-29 Premier League 2024/2025 di King Power Stadium, Senin (17/3/2025) dini hari WIB. MU menang telak 3-0 atas Leicester City dalam laga ini. (Adrian Dennis / AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) mendapatkan dorongan besar dalam upaya mereka kembali ke Liga Champions musim depan.

The Red Devils kini naik ke posisi keempat klasemen Liga Inggris setelah meraih dua kemenangan beruntun yang sangat krusial melawan Manchester City dan Arsenal.

Advertisement

Kualifikasi ke Liga Champions memang bukan perkara mudah bagi MU dalam beberapa musim terakhir.

Penampilan terakhir mereka di kompetisi elite Eropa itu terjadi pada musim 2023/2024, dan sejak itu mereka kesulitan kembali ke papan atas persaingan.

Kini, dengan posisi empat besar di tangan, peluang MU untuk kembali ke Liga Champions kembali terbuka lebar.


Perubahan Aturan UEFA Jadi Kabar Baik bagi Setan Merah

Logo UEFA. (AFP/Fabrice Coffrini)

Salah satu faktor penting yang menguntungkan MU adalah perubahan sistem kualifikasi Liga Champions. Saat ini, tiket ke Liga Champions tidak lagi hanya bergantung pada finis empat besar Liga Inggris.

UEFA kini memberikan tambahan jatah melalui European Performance Spots (EPS), yang ditentukan berdasarkan performa kolektif klub-klub dari masing-masing negara di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi Eropa.

Koefisien liga dihitung dengan membagi total poin yang diperoleh klub-klub peserta Eropa dengan jumlah klub yang tampil di kompetisi tersebut.

Musim ini, Inggris diwakili oleh Arsenal, Liverpool, Tottenham, Chelsea, Manchester City, dan Newcastle United. Dari enam klub tersebut, hanya Newcastle yang harus melewati babak playoff, sementara lima lainnya lolos otomatis ke fase gugur.


Inggris Pimpin Koefisien UEFA, Peluang Lima Besar Terbuka

Ilustrasi logo Liga Champions. (Bola.com/Gregah Nurikhsani)

 

Dengan fase liga di Liga Champions yang telah selesai, gambaran mengenai negara penerima tambahan tiket semakin jelas. Saat ini, Inggris memimpin klasemen koefisien UEFA dengan 180,625 poin, disusul Jerman di posisi kedua dengan 107,000 poin.

Portugal berada di peringkat ketiga dengan 14,700 poin, sementara Spanyol menempati posisi keempat dengan 14,375 poin. Dua negara teratas dalam peringkat ini akan mendapatkan tambahan jatah Liga Champions musim depan.

Dengan Inggris berada di puncak, finis di posisi kelima Liga Inggris berpotensi cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions, bukan Liga Europa. Newcastle telah merasakan keuntungan dari skema ini pada musim lalu.

Berdasarkan posisi saat ini, MU bahkan sudah aman karena duduk di peringkat keempat klasemen.


Michael Carrick Ingatkan Bahaya Terlena

Setelah pensiun pada 2018, Michael Carrick bergabung sebagai staf pelatih The Red Devils, ia sempat menjabat sebagai pelatih sementara ketika Solskjaer tak lagi melatih MU. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

 

Meski situasi terlihat menjanjikan, jalan MU menuju Liga Champions masih panjang. Masih banyak pertandingan yang harus dijalani sebelum musim berakhir, dan persaingan papan atas Liga Inggris tetap ketat.

Pelatih interim Michael Carrick disebut telah mengingatkan para pemainnya agar tidak terlena dengan posisi klasemen saat ini. Fokus penuh tetap dibutuhkan agar target finis di zona Liga Champions bisa tercapai.

Laga berikutnya, MU akan menjamu Fulham di Old Trafford. Kemenangan di laga itu bukan hanya menjaga posisi empat besar, tetapi juga berpotensi memperpanjang rekor sempurna Carrick sejak mengambil alih tim dari caretaker Darren Fletcher.

Sumber: Express


Persaingan di Premier League

Berita Terkait