Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola menyuarakan dukungannya kepada anak-anak Palestina dalam sebuah acara amal di Barcelona, Kamis malam waktu setempat.
Sehari setelah terlihat memimpin Manchester City dari pinggir lapangan di Etihad Stadium, pelatih asal Spanyol itu langsung kembali ke kampung halamannya. Guardiola menjadi satu di antara pembicara dalam acara Act x Palestine, sebuah konser solidaritas yang digelar di Palau Sant Jordi, Barcelona.
Mengenakan keffiyeh hitam-putih khas Palestina, Guardiola menyampaikan pidato emosional tentang nasib anak-anak yang kehilangan orang tua akibat perang di Gaza.
"Saya selalu memikirkan apa yang kita rasakan ketika melihat seorang anak, selama dua tahun terakhir, melalui gambar-gambar di media sosial atau televisi, merekam dirinya sendiri sambil memohon, 'di mana ibuku?', di tengah puing-puing, sementara dia sendiri belum tahu apa yang sebenarnya terjadi," ujar Guardiola di atas panggung.
"Dan saya selalu berpikir: apa yang ada di benak mereka? Saya merasa kita telah meninggalkan mereka sendirian, kita telah mengabaikan mereka," lanjutnya.
Kritik Tajam
Guardiola kemudian melontarkan kritik tajam kepada para pemegang kekuasaan.
"Orang-orang berkuasa adalah pengecut karena mereka mengirim orang-orang tak bersalah untuk membunuh orang-orang tak bersalah lainnya," katanya.
"Sementara mereka sendiri berada di rumah dengan pemanas saat dingin dan pendingin udara saat panas," lanjutnya.
Pidato berdurasi sekitar tiga menit itu ditutup dengan pernyataan yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
"Semua ini pada dasarnya soal kemanusiaan," ucap Guardiola.
"Dan itulah yang saat ini tidak terjadi di Palestina."
Bukan kali pertama Guardiola menunjukkan sikap politiknya secara terbuka. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Katalonia dan mengkritik apa yang ia sebut sebagai "penyalahgunaan kekuasaan oleh negara otoriter".
Pada 2018, Guardiola bahkan didenda 20.000 paun oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) karena mengenakan pita kuning sebagai simbol dukungan bagi tokoh-tokoh pro-kemerdekaan Katalonia yang dipenjara.
Konflik Gaza
Kehadiran Guardiola di Barcelona ini berlangsung di tengah perkembangan terbaru konflik Gaza. Israel disebut siap mengakui bahwa sekitar 70.000 orang telah tewas dalam perang tersebut.
Untuk pertama kalinya, pejabat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyampaikan estimasi korban jiwa itu kepada sejumlah media Israel.
Angka tersebut nyaris identik dengan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, yang mencatat 71.667 korban tewas.
Sepanjang konflik, militer dan pemerintah Israel kerap menuding Kementerian Kesehatan Gaza mengeluarkan angka yang dibesar-besarkan, serta mengimbau media dan organisasi non-pemerintah agar tidak sepenuhnya memercayai data tersebut.
Guardiola dijadwalkan kembali ke Manchester pada Jumat waktu setempat, sebelum Manchester City melakoni laga tandang melawan Tottenham Hotspur pada Minggu mendatang.
Sumber: Telegraph