Roy Keane Melunak, Kini Dukung Michael Carrick Jadi Manajer Permanen MU, tapi Masih Ragu

Roy Keane melunak, kini mendukung Michael Carrick jadi manajer permanen MU, tetapi...

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Januari 2026, 15:45 WIB
Hal itu disampaikan MU di laman resmi klub pada Rabu (14/1/2026) dini hari WIB. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United melihat arlojinya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Roy Keane melakukan perubahan sikap mengejutkan terkait masa depan Michael Carrick di Manchester United.

Legenda Setan Merah itu kini mengakui bahwa ia berharap Carrick diberi kesempatan menangani MU secara permanen, meski tetap meyakini klub bisa menemukan pelatih yang lebih baik.

Advertisement

Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara MU hingga akhir musim, menggantikan Darren Fletcher yang sebelumnya mengambil alih tugas setelah pemecatan Ruben Amorim.

Kembalinya Carrick ke Old Trafford langsung menghadirkan dampak positif. Dalam dua laga pertamanya sebagai caretaker, Carrick sukses membawa Setan Merah meraih kemenangan atas dua rival berat, Manchester City dan Arsenal.

Awal impresif itu memicu spekulasi bahwa manajemen klub bisa mempertimbangkan mempertahankannya sebagai manajer tetap.

Keane sempat meremehkan wacana tersebut. Usai kemenangan atas Arsenal, ia menyebut anggapan Carrick layak dipermanenkan sebagai sesuatu yang "konyol". Namun, pandangannya kini melunak.


Dukung, tapi Ragu

Tokoh lainnya adalah Roy Keane. Menurutnya, Liga Super Eropa hanya bergantung kepada uang dan keserakahan dan berharap FIFA dapat menghentikannya. (AFP/Nick Potts/Pool)

Berbicara dalam podcast "Stick to Football", Keane ditanya apakah Carrick pantas mendapat jabatan tetap jika mampu menjaga performa dan membawa United finis di empat besar serta lolos ke Liga Champions.

"Saya pikir mereka akan terus melaju dan finis di empat besar," ujar Keane.

"Saya berharap mereka memberinya jabatan itu, saya benar-benar berharap Carrick mendapatkannya pada musim panas nanti," lanjutnya.

Meski demikian, Keane tetap menegaskan keraguannya.

"Saya tidak berpikir itu keputusan yang tepat. Tapi, ya, semoga sukses untuknya. Saya tetap pada pendirian saya," imbuh Keane.


Cari yang Lebih Mumpuni

Pelatih Middlesbrough, Michael Carrick, mengamati permainan anak asuhnya dalam laga leg kedua semifinal Carabao Cup 2023/2024 yang digelar di Stamford Bridge, Rabu (24/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Keane menilai ada perbedaan besar antara menjadi pelatih sementara dan menjadi manajer MU dalam jangka panjang.

"Menjadi caretaker itu hal yang berbeda dengan menjadi manajer United yang dituntut memenangkan gelar liga dalam dua, tiga, empat, atau lima tahun ke depan," katanya.

Menurut Keane, United masih bisa mencari sosok yang lebih mumpuni.

"Saya yakin Anda bisa mendapatkan manajer yang lebih baik daripada Carrick, tentu saja. Tapi, saya akui, dia sedang melakukan pekerjaan yang bagus."

Ia juga menilai momen ini sangat menguntungkan Carrick. Bahkan jika tidak dipertahankan MU, hasil positif ini bisa membuka pintu karier lain.

"Jika dia tidak mendapat pekerjaan di United, hasil-hasil ini bisa membawanya ke klub lain. Dia kemungkinan besar akan mendapat pekerjaan sebagai manajer Premier League," ucapnya.


Perbandingan

Bersama MU, sejumlah gelar berhasil ia raih, di antaranya lima gelar Liga Inggris, juara Liga Champions, juara Piala FA, dua kali juara Piala Liga Inggris, Liga Europa, dan Piala Dunia Antarklub. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih Middlesbrough memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola putaran ketiga Piala FA Inggris antara Middlesbrough dan Brighton and Hove Albion di Stadion Riverside di Middlesbrough, timur laut Inggris pada 7 Januari 2023. (Nigel Roddis/AFP)

Namun, Keane mengingatkan bahwa keberhasilan di MU tidak otomatis bisa direplikasi di tempat lain.

"Hanya karena Anda tampil bagus di United, bukan berarti Anda akan berhasil di klub lain. Banyak hal terjadi karena momen dan situasi. Tapi, pujian untuknya karena mampu memanfaatkannya," kata Keane.

Sebagai perbandingan, Keane menyinggung Ruud van Nistelrooy, yang musim lalu memenangi tiga dari empat laga saat menjadi pelatih sementara Setan Merah tanpa terkalahkan.

Namun, setelah ditunjuk sebagai manajer Leicester City, Van Nistelrooy gagal menyelamatkan klub dari degradasi dan akhirnya dipecat.

Saat ini, MU berada dalam persaingan ketat memperebutkan posisi empat besar. Kemenangan atas Arsenal akhir pekan lalu membawa Setan Merah naik ke peringkat keempat, unggul satu poin atas Chelsea.

Carrick berpeluang melanjutkan awal manisnya saat MU menjamu Fulham di Old Trafford pada Minggu mendatang.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait