Antimusuhan! Mikel Arteta Samakan Hubungannya dengan Guardiola Seperti Nadal dan Federer

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan rivalitas dengan Pep Guardiola tak harus merusak hubungan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Januari 2026, 12:45 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, bersalaman dengan manajer Arsenal, Mikel Arteta, pada laga putaran keempat Piala FA di Stadion Etihad, Sabtu (28/1/2023) dini hari WIB. Dalam duel itu, Man City menang 1-0 atas The Gunners. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa menjaga hubungan baiknya dengan Pep Guardiola di tengah persaingan perebutan gelar Liga Inggris adalah hal yang penting.

Ia bahkan menyebut, jika rivalitas tersebut merusak relasi personal mereka, itu justru akan menjadi contoh buruk bagi dunia olahraga.

Advertisement

Arteta membandingkan hubungannya dengan Guardiola dengan rivalitas penuh respek yang pernah ditunjukkan dua legenda tenis dunia, Rafael Nadal dan Roger Federer.

Kedekatan Arteta dan Guardiola bukan hal baru. Keduanya pertama kali berjumpa di akademi La Masia milik Barcelona ketika Arteta masih berusia 15 tahun.

Hubungan itu berlanjut saat Arteta bekerja di bawah Guardiola selama tiga musim di Man City, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai manajer Arsenal pada 2019.


Perang Psikologis?

Laga Manchester City melawan Arsenal pada pekan ke-3 Liga Inggris 2021/2022 nanti akan menjadi pertemuan ke-6 Pep Guardiola dengan Mikel Arteta. (Foto: AFP/Pool/Peter Powell)

Sejak itu, Arsenal dan Man City menjadi pesaing tetap dalam perebutan gelar Premier League. Musim ini, The Gunners berpeluang memperlebar keunggulan empat poin di puncak klasemen saat menghadapi Leeds United di Elland Road, Sabtu malam.

Pekan lalu, Guardiola menyebut Arsenal sebagai "tim terbaik di dunia" dan menyoroti pengalaman Man City dalam menjaga konsistensi, setelah memenangkan enam dari delapan gelar Liga Inggris terakhir. Sebaliknya, Arsenal belum lagi mengangkat trofi liga sejak 2004.

Saat ditanya apakah pujian Guardiola itu merupakan bagian dari perang psikologis, Arteta membantahnya.

"Dengan saya? Saya rasa tidak," kata Arteta.

"Kami memang tidak berbicara seperti saya berbicara dengan istri saya setiap tiga hari sekali, tetapi kami tetap berkomunikasi. Dia mengatakan apa yang dia rasakan, dan itu saja. Kalau memang ada perang psikologis, ya itu bagian dari permainan, tetapi saya tidak terlalu memikirkannya karena pada akhirnya Anda harus turun ke lapangan dan membuktikan," tuturnya. 


Tekankan Respek

Petenis Swiss Roger Federer (kanan) dan Rafael Nadal dari Spanyol menghadiri sesi latihan menjelang Laver Cup 2022 di O2 Arena, London, Inggris, Kamis, 22 September. (Glyn KIRK / AFP)

Arteta juga menanggapi anggapan sebagian orang yang mungkin heran melihat dirinya tetap memiliki hubungan dekat dengan Guardiola, meski keduanya kini menjadi rival langsung.

Ia kembali menyinggung contoh Nadal dan Federer, yang bersama-sama mengoleksi 42 gelar Grand Slam di era dominasi mereka.

"Bagi saya, yang justru mengejutkan adalah jika hubungan itu tidak dijaga," ujar Arteta.

"Itu akan menjadi contoh yang sangat buruk bagi olahraga. Dalam dunia olahraga, kita harus belajar, dan mungkin pelajaran terbesar yang diberikan olahraga kepada kita adalah hubungan seperti yang dimiliki Rafa Nadal dan Roger Federer," ucapnya.

Arteta menegaskan dirinya tidak menyamakan posisi dengan dua legenda tersebut, tetapi menekankan nilai respek dalam persaingan.

"Saya sama sekali tidak berada di level mereka. Tetapi, dua atlet terbaik dalam sejarah, atau dua olahragawan terbaik, bisa berhadapan di final, satu lawan satu, dan tetap memiliki hubungan yang luar biasa. Jadi, bagaimana mungkin saya tidak memiliki hubungan baik dengan seseorang yang saya kagumi, pernah bekerja bersama, dan merupakan rekan seprofesi? Di luar lapangan, kami bisa saling menghormati. Namun, ketika sudah di lapangan, itu soal siapa yang menang."


Tahu dan Tidak Mengejutkan

Tim asuhan Mikel Arteta ini unggul tiga poin dari pesaing terdekatnya, Bayern Munchen, dan hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan status juara grup. Tampak dalam foto, pelatih Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta saat memimpin sesi latihan tim di pusat pelatihan Arsenal di London Colney, utara London, pada Selasa 27 Januari 2026. (Ben STANSALL/AFP)

Di sisi lain, Man City berupaya memangkas jarak dengan Arsenal melalui perekrutan Marc Guehi dan Antoine Semenyo pada bursa transfer bulan ini, dengan total nilai transfer mencapai 84 juta paun.

"Itu urusan bisnis," kata Arteta.

"Saya tahu apa yang akan mereka lakukan dan apa yang sudah mereka lakukan dalam 10 hingga 15 tahun terakhir. Tidak ada yang mengejutkan. Mereka ingin menang dan akan melakukan segala cara untuk itu," imbuh pelatih berusia 43 tahun itu.

Sementara itu, Arsenal diperkirakan dapat kembali menurunkan William Saliba dan Jurrien Timber, yang absen saat kemenangan Arsenal di Liga Champions tengah pekan atas Kairat.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait