Bola.com, Jakarta - Manajemen Arsenal dikabarkan telah mengambil keputusan tegas terkait masa depan Mikel Arteta.
Menurut laporan media Spanyol, Fichajes, pelatih asal Spanyol itu akan diberhentikan dari jabatannya apabila gagal mempersembahkan gelar Liga Inggris pada musim ini.
Saat ini, Arsenal memang masih memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan empat poin. Namun, performa mereka dalam tiga laga terakhir menuai sorotan.
Meriam London hanya mampu meraih dua hasil imbang melawan Liverpool dan Nottingham Forest, sebelum menelan kekalahan 2-3 di kandang sendiri saat menghadapi Manchester United.
Hasil-hasil tersebut disebut membuat dewan klub mulai kehilangan kesabaran, terlebih setelah investasi besar yang dilakukan Arsenal pada bursa transfer musim panas lalu.
Klub London Utara itu mendatangkan sejumlah pemain mahal, seperti Kepa Arrizabalaga, Cristhian Mosquera, Piero Hincapie, Martin Zubimendi, Christian Norgaard, Noni Madueke, hingga Viktor Gyokeres.
Dengan dukungan finansial sebesar itu, manajemen menilai tidak ada lagi alasan bagi Arteta untuk gagal meraih gelar liga.
Ultimatum Dewan Klub
Arteta menangani tim utama Arsenal sejak 2019 dan langsung mempersembahkan trofi Piala FA pada musim pertamanya. Saat itu, Arsenal menaklukkan Chelsea 2-0 di partai final lewat dua gol Pierre-Emerick Aubameyang.
Namun, sejak keberhasilan tersebut, Arsenal tak lagi meraih satu pun trofi dalam lima musim penuh berikutnya.
Kondisi inilah yang membuat dewan klub disebut telah menyampaikan ultimatum jelas: Arteta harus menjuarai Premier League musim ini atau Arsenal akan mencari arah baru untuk departemen kepelatihan mulai musim depan.
Dalam tiga musim terakhir, Arsenal selalu finis sebagai runner-up liga. Pihak klub diyakini menilai bahwa kegagalan kembali meraih gelar juara akan menjadi sinyal kemunduran, mengingat waktu panjang serta dukungan finansial besar yang telah diberikan kepada sang manajer.
Di Luar Liga, Menjanjikan
Di luar kompetisi liga, Arsenal sebenarnya menunjukkan performa menjanjikan. Mereka finis di puncak League Phase Liga Champions dengan catatan sempurna, delapan kemenangan dari delapan pertandingan.
Arsenal juga masih bertahan di Piala FA, serta unggul agregat 3-2 atas Chelsea pada semifinal Carabao Cup menjelang leg kedua pekan depan.
Kendati sebagian besar suporter masih memberikan dukungan kepada Arteta, kekecewaan mulai muncul akibat kegagalan tim memanfaatkan momen ketika para pesaing kehilangan poin dalam beberapa pekan terakhir.
Jika Arsenal kembali gagal meraih gelar liga, situasi tersebut berpotensi memicu ketegangan yang lebih besar.
Ultimatum Dewan Dinilai Masuk Akal
Sekilas, ultimatum dari manajemen Arsenal mungkin terlihat keras, mengingat posisi tim yang masih memimpin klasemen. Namun, jika dilihat secara menyeluruh, sikap dewan klub tersebut dinilai cukup beralasan.
Apabila Arsenal gagal menjadi juara dari posisi yang mereka miliki saat ini, hal itu akan menjadi catatan buruk bagi tim.
Dengan skuad yang ada dan keunggulan poin yang sudah dikantongi, kegagalan menuntaskan musim sebagai juara akan memunculkan keraguan besar terhadap kapasitas Arteta sebagai pelatih.
Sebaliknya, jika Arteta mampu membawa Arsenal menjuarai Premier League, masa depannya akan aman. Namun, kini, klub London Utara tersebut seolah menghadapi serangkaian laga final.
Setiap pertandingan menjadi penentu, bukan hanya untuk perburuan gelar, tetapi juga untuk kelangsungan karier sang manajer di Emirates Stadium.
Sumber: Give Me Sport