Pegadaian Championship: Ditahan Barito Putera Tanpa Gol, Pelatih PSS Ansyari Lubis Kecewa Berat

Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, tak bisa menyembunyikan kekecewaan setelah timnya ditahan 0-0 Barito Putera pada laga pekan ke-18 Pegadaian Championship.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 01 Februari 2026, 09:15 WIB
Pelatis PSS Sleman, Ansyari Lubis. (dok. PSS Sleman)

Bola.com, Sleman - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, tak bisa menyembunyikan kekecewaan setelah timnya ditahan 0-0 Barito Putera pada laga pekan ke-18 Pegadaian Championship 2025/2026.

Dalam laga yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (31/1/2026) malam WIB, PSS tampil cukup dominan terutama pada babak kedua. Sejumlah peluang tercipta, namun tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol.

Advertisement

"Secara hasil kami sangat kecewa. Tetapi kami apresiasi seluruh pemain yang telah berjuang. Di babak kedua mereka bisa bermain dengan apa yang kita inginkan dan banyak peluang, tapi tidak bisa dikonversi dengan gol," ujar Ansyari seusai laga.

"Ini jadi bahan evaluasi kita ke depan, kita juga tahu Barito adalah tim yang paling sedikit kebobolan, mereka punya pertahanan bagus dan compact defense. Ini yang harus kita cari permasalahannya nanti, pemecahannya gimana ke depan," lanjutnya.

 


Soal Jalannya Laga

Eks pelatih PSMS Medan itu juga menyoroti kurangnya dukungan di kotak penalti saat peluang crossing tercipta. Menurut Anyari, momen-momen itu seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi gol.

"Barito mempunyai pertahanan yang paling bagus di Liga 2, dia cuma berapa kebobolan. Mereka bisa mematikan sayap-sayap kita. Tetapi Riko dan Terens juga banyak merepotkan dengan berani melakukan umpan terobosan dan itu berhasil," katanya.

"Cuma ketika ada crossing, pemain kita kurang ada yang support. Jadi cuma Gustavo Tocantins ditambah lagi Renan Alves luar biasa tinggi."

"Harusnya ketika Riko, Terens sudah bisa satu lawan satu crossing harus ada yang support terutama Injay. Tetapi mereka sudah pintar, bisa mencegah Injay untuk support ke daerah kotak 16," sambung Ansyari.

 


Permintaan Maaf

Gagal mempersembahkan kemenangan, Ansyari menyampaikan permintaan maaf kepada suporter yang sudah memenuhi stadion. Ia merasa timnya belum mampu memberikan hasil yang pantas di rumah sendiri.

"Tapi sekali lagi, saya mohon maaf juga kepada seluruh suporter yang ada di Sleman, terutama yang ada di stadion karena kita tidak bisa memberikan hasil yang memuaskan," ucapnya.

"Tapi ini bukan akhir dari segalanya karena masih ada putaran ketiga, ada sembilan match lagi. Pasti kami akan berusaha lebih keras lagi. Mudah-mudahan seluruh pemain juga punya impian yang sama untuk bisa lolos ke Liga 1," tegas Ansyari.

Tambahan satu angka membuat PSS tertahan di posisi ketiga klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship dengan nilai 36. Mereka tertinggal satu poin dari Persipura Jayapura dan Barito Putera.

 


Tetap Optimistis

Sementara itu, gelandang PSS, Figo Dennis, menyebut hasil imbang ini jauh dari harapan. Apalagi timnya bermain di depan publik sendiri.

"Tentunya tentang hasil pasti bukan hasil yang kami inginkan. Sebagai pemain PSS, kami ingin kemenangan karena kami juga main di home," papar pemain berusia 19 tahun itu.

"Tapi secara permainan kami sudah menunjukkan permainan yang sangat positif. Terutama di babak kedua kami juga banyak menyerang, tetapi memang mungkin keberuntungan belum ada buat cetak gol."

"Mungkin itu juga jadi bahan evaluasi buat kami ke depannya karena ini bukan akhir dari segalanya, masih ada putaran ketiga. Kami akan berusaha mencapai target yaitu lolos ke Liga 1," imbuh Figo.

Berita Terkait