Bola.com, Jakarta - Nama Hugo Ekitike kembali jadi sorotan setelah tampil gemilang saat Liverpool menumbangkan Newcastle United 4-1 pada lanjutan Premier League, Sabtu (31/1/2026). Dua gol penyerang asal Prancis itu menjadi titik balik kemenangan The Reds di Anfield.
Penampilan Ekitike bukan hanya krusial secara hasil, tetapi juga memantik nostalgia. Salah satu golnya bahkan disebut memiliki kemiripan dengan gaya legendaris Fernando Torres di masa kejayaan Liverpool.
Namun, alih-alih larut dalam pujian, Ekitike justru memilih merendah. Ia menegaskan belum pantas disejajarkan dengan Torres dan menyadari bahwa perjalanan menuju level tersebut masih sangat panjang.
Sikap rendah hati ini semakin mempertegas karakter Ekitike, yang kini perlahan menjelma menjadi sosok penting dalam proyek Liverpool di bawah arahan Arne Slot.
Gol “Torres-like” yang Bikin Gerrard Terpukau
Liverpool sempat tertinggal lebih dulu sebelum Ekitike mengambil alih panggung. Dua golnya tercipta hanya dalam rentang dua menit di babak pertama, memastikan The Reds kembali menguasai jalannya laga.
Gol keduanya menjadi highlight pertandingan. Ekitike melakukan sprint menusuk dari sisi kanal, melewati penjagaan bek Newcastle, lalu melepaskan sontekan ujung kaki ke sudut gawang.
Legenda Liverpool, Steven Gerrard, yang bertugas sebagai pundit TNT Sports, langsung teringat sosok Fernando Torres.
“Ini seperti Torres. Dia mengeluarkan bola dari kakinya lalu melakukan toe poke. Setiap kali saya menontonnya, dia mengingatkan saya pada Torres. Gol-golnya mirip. Beri dia ruang, dia akan berlari, terlalu cepat untuk dikejar, dan sangat mematikan,” ujar Gerrard.
“Banyak kesamaan, kecepatan, kekuatan, bisa mencetak gol, bisa memberi assist,” tambahnya.
Ekitike Menolak Disejajarkan dengan Torres
Ketika perbandingan itu disampaikan kepadanya usai laga, Ekitike merespons dengan senyum dan kejujuran.
“Dulu saya jujur saja tidak bisa menonton Premier League, ibu saya tidak membayar, jadi saya tidak bisa menonton,” ujarnya berseloroh.
“Saya hanya melihat beberapa cuplikan di YouTube. Saya tidak akan pernah menempatkan diri saya di level yang sama dengannya. Dia pemain yang luar biasa. Jika suatu hari saya bisa mencapai levelnya, itu akan luar biasa. Tapi saya harus terus bekerja keras,” tutur Ekitike.
Fernando Torres sendiri memang meninggalkan warisan besar di Liverpool. Selama periode 2007–2011, striker asal Spanyol itu mencetak 81 gol dan 19 assist dari 142 pertandingan di semua kompetisi.
Arne Slot Puji Etos Kerja Ekitike
Pelatih Liverpool, Arne Slot, turut angkat bicara soal perkembangan Ekitike. Menurutnya, peningkatan terbesar sang striker bukan terletak pada kualitas dengan bola, melainkan kerja keras tanpa bola.
“Lucu, ceria, selalu membawa energi positif di sesi latihan dan juga di stadion karena para suporter mencintainya,” kata Slot.
“Sejak awal semua orang bisa melihat betapa spesial dan cepatnya dia. Itu terlihat jelas di gol keduanya, dia berani duel satu lawan satu dari sisi luar, sesuatu yang sangat sulit di sepak bola modern,” lanjutnya.
Slot menegaskan bahwa kontribusi Ekitike kini semakin komplet.
“Dengan bola dia memang sudah spesial sejak awal. Tapi peningkatan terbesarnya adalah etos kerjanya saat tidak menguasai bola. Itu sangat penting bagi tim yang ingin menekan lawan selama 95 menit,” tegas Slot.
Sumber: Sportskeeda