Liga Inggris: Dua Poin Hilang di Markas Spurs, Semenyo Ajak Man City Bangkit

Manchester City membawa pulang satu poin dari lawatannya ke markas Tottenham Hotspur setelah.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 02 Februari 2026, 18:00 WIB
Winger Manchester City, Antoine Semenyo (melompat), berhasil menyumbangkan satu gol saat timnya menang 2-0 atas Newcastle United pada laga leg pertama semifinal Carabao Cup musim ini di St. James' Park, Rabu (14/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Manchester City membawa pulang satu poin dari lawatannya ke markas Tottenham Hotspur setelah bermain imbang 2-2 dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (1/2/2026) malam.

Hasil tersebut memang terasa mengecewakan, terutama setelah The Citizens sempat unggul dan tampil dominan di babak pertama. Namun bagi Antoine Semenyo, hasil imbang ini sama sekali belum menutup peluang City dalam perburuan gelar juara musim ini.

Advertisement

Penyerang asal Ghana itu menegaskan bahwa kompetisi masih panjang dan segala kemungkinan masih terbuka lebar. Dengan 14 pertandingan tersisa dan jarak enam poin dari puncak klasemen, Semenyo meminta rekan setim dan para pendukung City untuk tetap percaya dan tidak kehilangan harapan.

“Kami masih punya banyak pertandingan. Masih ada 14 laga tersisa. Kami tertinggal enam poin, tapi ini belum berakhir,” ujar Semenyo usai laga.

“Kami harus terus melangkah dan tidak berhenti percaya.”


Kecolongan

Pemain Manchester City, Antoine Semenyo, mendapat ucapan selamat usai mencetak gol kedua timnya dalam laga Liga Inggris lawan Tottenham Minggu (1/2/2026). (AP Photo/Richard Pelham)

Dalam laga di Tottenham Hotspur Stadium tersebut, Manchester City sejatinya tampil sangat meyakinkan di 45 menit pertama. Gol dari Rayan Cherki dan Antoine Semenyo membuat City unggul 2-0 saat turun minum. Penguasaan bola rapi, pergerakan antarlini yang cair, serta pressing efektif membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.

Namun segalanya berubah di babak kedua. Tottenham bangkit dan tampil lebih agresif, didorong oleh dukungan penuh publik tuan rumah. Dominic Solanke menjadi mimpi buruk bagi lini belakang City setelah mencetak dua gol yang memaksa laga berakhir imbang.

Semenyo mengakui performa City menurun drastis setelah jeda. Menurutnya, intensitas dan kontrol permainan yang ditunjukkan di babak pertama gagal dipertahankan.

“Di babak pertama kami bermain sangat baik. Kami menguasai bola dan segalanya berjalan sesuai rencana,” ungkapnya. “Mentalitas kami adalah melakukan hal yang sama di babak kedua, tapi itu tidak terjadi.”


Kehilangan Momentum

Penyerang Tottenham Hotspur asal Inggris bernomor punggung 19, Dominic Solanke (kedua dari kiri), mencetak gol pertama timnya selama pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Manchester City di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 1 Februari 2026. (Ben STANSALL/AFP)

Ia juga tak menampik dominasi Tottenham setelah turun minum. The Spurs perlahan mengambil alih momentum, menciptakan sejumlah peluang, dan berhasil memanfaatkan kelemahan City.

“Sejujurnya saya tidak bisa menjelaskan secara pasti kenapa itu terjadi. Mereka mulai mendapatkan momentum, menciptakan beberapa peluang, dan itu membuat kami tertekan,” lanjut Semenyo.

Atmosfer stadion juga diakui menjadi faktor penting kebangkitan Tottenham. Sorakan dan dukungan dari para pendukung tuan rumah memberi energi tambahan bagi tim asuhan Ange Postecoglou.

“Ketika mereka mencetak gol dan penonton mulai terlibat, itu benar-benar membantu mereka. Dukungan fans sangat terasa dan jelas memberi pengaruh besar,” katanya.


Frustrasi

Meski frustrasi jelas terlihat di wajah para pemain City setelah peluit panjang berbunyi, Semenyo menekankan bahwa tim harus segera bangkit. Ia menilai kekecewaan adalah hal wajar, namun tidak boleh berlarut-larut.

“Semua orang terlihat kecewa, itu normal. Tapi kami harus bangkit lagi. Dinamika liga bisa berubah dengan cepat,” ujarnya. “Mereka bisa saja kehilangan poin di beberapa laga, dan kami bisa memenangkan pertandingan kami.”

Pernyataan Semenyo mencerminkan keyakinan kuat di dalam skuad Manchester City bahwa perburuan gelar masih jauh dari kata selesai. Dengan jadwal padat di depan mata dan persaingan yang masih terbuka, City dituntut untuk menjaga konsistensi dan mental juara demi terus menekan rival-rival mereka di papan atas klasemen.

 

Berita Terkait