Fran Garcia Kecewa Gagal ke Bournemouth, Ajukan Latihan Terpisah di Real Madrid

Permintaan pindah ke Bournemouth ditolak Real Madrid, Fran Garcia pilih latihan sendiri.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Februari 2026, 16:15 WIB
Bek Real Madrid Spanyol #20, Fran Garcia, berselebrasi setelah mencetak gol pembuka timnya ke gawang Granada pada matchday ke-35 L La Liga 2023/2024 di Stadion Nuevo Los Carmenes, Sabtu (11/5/2024). (JORGE GUERRERO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Bek Real Madrid, Fran Garcia, dikabarkan meminta izin kepada klub untuk berlatih secara terpisah setelah rencana kepindahannya ke Bournemouth pada bursa transfer Januari gagal terwujud.

Laporan terbaru menyebutkan, bek kiri asal Spanyol itu sempat berharap bisa meninggalkan Santiago Bernabeu demi mendapatkan menit bermain.

Advertisement

Namun, permintaan tersebut datang di tengah musim yang penuh gejolak bagi Real Madrid, yang juga diwarnai pemecatan Xabi Alonso serta berbagai persoalan internal di balik layar.

Sejumlah pemain Los Blancos memang dikaitkan dengan potensi hengkang pada bursa transfer musim dingin ini, dan Garcia termasuk satu di antara nama yang masuk pusaran rumor tersebut.

Posisi pemain berusia 26 tahun itu makin terpinggirkan karena kalah bersaing dengan Alvaro Carreras, Ferland Mendy, serta Eduardo Camavinga, yang kerap diplot sebagai opsi darurat di sektor kiri pertahanan.


Kecewa Berat

Pemain Real Madrid Fran Garcia pada pertandingan melawan Villarreal di ajang Liga Spanyol 2024/2025. (X/Real Madrid)

Bournemouth disebut-sebut menjadi peminat serius Garcia. Klub Premier League itu dilaporkan ingin mendatangkannya, tetapi kesepakatan tak pernah tercapai hingga penutupan bursa transfer musim dingin pada Senin lalu.

Menurut laporan The Athletic, Garcia meyakini dirinya akan bergabung dengan Bournemouth dengan status pinjaman.

Kegagalan transfer tersebut memicu kekecewaan besar, hingga ia mengajukan permintaan untuk berlatih sendiri. Namun, permintaan itu tidak dikabulkan oleh pihak Real Madrid.

Situasi ini menambah sorotan terhadap masa depan lini belakang Los Blancos.

Trent Alexander-Arnold, yang direkrut pada musim panas, baru mencatat tujuh kali starter bersama Real Madrid. Klub berharap bek asal Inggris itu bisa memainkan peran lebih besar di tim utama pada musim depan.


Buru Bek Tengah

Reaksi pemain Bayern Munchen, Dayot Upamecano setelah timnya dikalahkan Manchester City dengan skor 0-3 pada laga leg pertama perempat final Liga Champions 2022/2023 di Etihad Stadium, Manchester, Rabu (12/04/2023) WIB. Upamecano menjadi titik terlemah di pertahanan Die Roten. Ia benar-benar kesulitan berduel satu lawan satu dengan Haaland dan membuat blunder fatal pada gol Bernardo Silva. (AFP/Paul Ellis)

Di sektor bek tengah, Real mendatangkan Dean Huijsen dari Bournemouth. Namun, dengan usia yang baru menginjak 20 tahun, publik Bernabeu diminta bersabar dan memahami bahwa proses perkembangannya masih akan diwarnai kesalahan.

Sementara itu, Alvaro Carreras yang direkrut dari Benfica pada musim panas lalu, menjadi bagian dari lini pertahanan yang sejauh ini hanya kebobolan 18 gol dalam 22 pertandingan La Liga, catatan yang cukup solid.

Meski begitu, Real Madrid disebut masih memburu tambahan bek tengah. Nama Dayot Upamecano sempat dikaitkan, tetapi bek Bayern Munchen itu dikabarkan makin dekat menandatangani kontrak baru bersama klub Jerman tersebut.


Tanda Tanya Arah Klub

Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Alvaro Arbeloa (tengah) bersama para pemain berkumpul dalam lingkaran selama sesi latihan jelang matchweek kedelapan Liga Champions 2025-2026 melawan SL Benfica di stadion Luz, Lisbon pada Selasa 27 Januari 2026. Kamis (29/1/2026) dini hari WIB nanti, Real Madrid akan bertanding di Estadio Da Luz. (FILIPE AMORIM/AFP)

Di luar urusan teknis, arah kebijakan klub juga menuai tanda tanya. Alvaro Arbeloa ditunjuk menggantikan Alonso, tetapi belum jelas apakah manajemen akan memberinya waktu lebih panjang di kursi pelatih melewati musim ini.

Di Real Madrid, kesuksesan selalu diukur dari performa di Liga Champions. Namun, dengan kian besarnya kekuatan finansial klub-klub Premier League, muncul pandangan bahwa manajemen seharusnya lebih memberi ruang dan waktu bagi para pelatih untuk membangun tim.

Pemecatan Alonso pun dinilai sebagian pihak terlalu dini, terlebih ia disebut sedang menghadapi situasi ruang ganti yang tidak ideal.

Real Madrid masih memiliki kualitas melimpah di dalam skuadnya, tetapi memaksimalkan potensi tersebut mungkin menuntut satu hal mendasar: kesabaran, serta kepercayaan jangka panjang kepada pelatih untuk bekerja dan membentuk tim secara utuh.

 

Sumber: Sportsmole