Toprak Razgatlioglu Bikin Heboh di Sepang, Debut MotoGP Tanpa Sayap Belakang

Sepang langsung memanas pada hari pertama tes resmi MotoGP 2026. Bukan hanya karena deru mesin dan paket aerodinamika baru, tetapi juga karena satu pemandangan tak biasa dari sosok rookie paling disorot musim ini, Toprak Razgatlioglu.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 03 Februari 2026, 20:30 WIB
Toprak merasa sangat bersyukur mendapatkan dukungan moral tambahan menjelang debutnya di MotoGP pada musim 2026. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Sepang langsung memanas pada hari pertama tes resmi MotoGP 2026. Bukan hanya karena deru mesin dan paket aerodinamika baru, tetapi juga karena satu pemandangan tak biasa dari sosok rookie paling disorot musim ini, Toprak Razgatlioglu.

Juara World Superbike tiga kali itu mencuri perhatian saat turun lintasan dengan Yamaha M1 tanpa sayap belakang. Di era MotoGP modern, ketika hampir semua motor dipenuhi perangkat aerodinamika ekstrem, keputusan ini langsung memantik tanda tanya besar di paddock.

Advertisement

Toprak menjalani musim debut MotoGP bersama Pramac Yamaha setelah menandatangani kontrak jangka panjang. Nama besar dan gaya balap agresifnya membuat setiap detail pergerakannya selalu berada di bawah sorotan.

Tes resmi Sepang pun menjadi panggung awal bagi Toprak untuk memperlihatkan bagaimana ia beradaptasi dengan dunia MotoGP, sekaligus membuka cerita unik di balik absennya komponen penting yang kini menjadi standar di kelas premier.

 


Yamaha Pamer Aero Baru, Toprak Justru Tanpa Winglet Belakang

Juara World Superbike tiga kali itu mencuri perhatian saat turun lintasan dengan Yamaha M1 tanpa sayap belakang. (Dok. Sepang)

Pada hari pertama tes resmi, Yamaha memperkenalkan paket aerodinamika baru yang agresif sebagai bagian dari pengembangan M1. Salah satu motor Toprak terlihat sudah menggunakan fairing depan terbaru, selaras dengan arah pengembangan pabrikan Jepang tersebut.

Namun, perhatian justru tertuju ke bagian belakang motornya. Tidak terlihat winglet belakang yang selama beberapa musim terakhir menjadi elemen wajib di hampir semua motor MotoGP.

Winglet belakang pertama kali diperkenalkan Ducati pada GP Inggris 2022 untuk menambah downforce pada ban belakang. Sejak saat itu, seluruh pabrikan berlomba mengadopsi dan mengembangkan desain serupa hingga mencapai bentuk ekstrem seperti sekarang, menjelang musim terakhir regulasi aerodinamika saat ini.

 


Postur Toprak Jadi Kendala Teknis

Toprak Razgatlioglu kembali hadir di Indonesia dengan status sebagai pebalap MotoGP setelah meninggalkan Superbike. Dia kini membela tim Prima Pramac Yamaha dan bakal membalap di MotoGP 2026 dengan status rookie. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Absennya winglet belakang pada motor Toprak bukan tanpa alasan. Dengan tinggi badan 185 cm, ia menjadi pembalap tertinggi di grid MotoGP saat ini.

Pengaturan ergonomi Yamaha M1 yang harus menyesuaikan postur Toprak membuat penambahan winglet belakang berisiko melanggar regulasi tinggi maksimum motor. Aturan tersebut tertuang dalam regulasi teknis MotoGP FIM Pasal 2.4.4.7.

“Unit jok harus memiliki tinggi maksimum 150 mm dari bagian vertikal di belakang posisi duduk pembalap,” bunyi aturan tersebut, yang juga menyebutkan bahwa seluruh tonjolan atau aksesori pada unit jok termasuk dalam penghitungan batas tinggi.

Dengan konfigurasi saat ini, menambahkan winglet belakang berpotensi membuat motor Toprak melewati batas tinggi yang diizinkan.

 


Pernah Pakai Winglet, Solusi Masih Dicari

Menariknya, Toprak sebenarnya sempat menggunakan winglet belakang saat tes awal Yamaha V4 pada musim dingin lalu. Namun saat itu, Yamaha masih dalam tahap menyesuaikan posisi duduk sang pembalap, dan pelanggaran regulasi tinggi belum menjadi isu karena dilakukan di sesi tes.

Sebagai perbandingan, Luca Marini yang memiliki tinggi hampir sama, 184 cm, tetap menggunakan winglet belakang pada Honda RC213V. Fakta ini membuka kemungkinan Yamaha menemukan solusi teknis seiring berjalannya musim.

Tes Sepang baru menjadi langkah awal. Dengan waktu dan pengembangan yang masih panjang, Yamaha dan Toprak Razgatlioglu diyakini akan terus mencari keseimbangan antara regulasi, aerodinamika, dan performa maksimal di musim debut MotoGP sang juara World Superbike tersebut.

Sumber: Crash.net

Berita Terkait