Bola.com, Jakarta - Pandangan Luis Enrique terhadap Hugo Ekitike sebelum melepasnya dari Paris Saint-Germain (PSG) kini terasa makin menarik, terutama setelah striker asal Prancis itu menjelma menjadi figur penting di Liverpool.
Dalam beberapa bulan terakhir, seolah ada sakelar yang akhirnya menyala di Anfield soal pencarian penyerang ideal, dan Ekitike muncul sebagai jawaban yang selama ini dicari The Reds.
Kendati catatan 33 penampilan bersama PSG masih menjadi noda dalam perjalanan kariernya, pernyataan Enrique sebelum Ekitike berlabuh ke Premier League kini kembali disorot. Apalagi, performa sang penyerang di Inggris justru menunjukkan potensi besar yang dulu gagal tereksplorasi di Paris.
Liverpool memang berada dalam fase transisi. Mohamed Salah tak lagi muda, sementara lini depan kehilangan sejumlah pilar penting pada bursa transfer musim panas lalu. Luis Diaz dan Darwin Nunez pergi, sementara Diogo Jota harus menutup kariernya secara tragis.
Kondisi itu membuat Liverpool mau tak mau mempercepat evolusi sektor serang, di tengah masa depan tim di bawah Arne Slot yang masih terus dibangun.
Awalnya, Alexander Isak, yang direkrut dengan nilai fantastis 125 juta paun pada hari terakhir bursa transfer, diproyeksikan menjadi ujung tombak utama.
Namun, justru Ekitike, yang berstatus pelapis, tampil melampaui ekspektasi.
Dengan torehan 15 gol dan empat assist dari 32 penampilan perdananya bersama Liverpool, publik kini menoleh ke belakang dan mulai bertanya-tanya: bagaimana sebenarnya pandangan Luis Enrique soal Ekitike sebelum ia dilepas PSG?
Enrique Lebih Percaya
Ekitike didatangkan PSG dari Reims dengan banderol sekitar 30 juta paun. Namun, selama membela klub ibu kota Prancis itu, ia hanya mencatatkan 33 penampilan dengan empat gol.
Pada periode awal, ia kesulitan menembus tim utama di bawah Christophe Galtier. Kedatangan Luis Enrique pada musim panas 2023 sempat memberi harapan akan awal baru.
Dalam praktiknya, Enrique disebut lebih menghargai kualitas Ekitike dibanding jajaran petinggi klub.
Menurut laporan Rousing the Kop, Enrique mengapresiasi kualitasnya dan cenderung ingin mempertahankan Ekitike, berbeda dengan sikap manajemen PSG yang lebih memilih opsi lain.
Namun, harapan itu tak pernah benar-benar terwujud. Ekitike gagal menggeser nama-nama besar seperti Kylian Mbappe.
Meski menjalani pramusim yang cukup menjanjikan, Enrique hanya memberinya satu penampilan pada paruh pertama musim 2023/2024, sebelum akhirnya meminjamkannya ke Eintracht Frankfurt pada Januari.
Ungkap Kekecewaan
Dalam wawancara dengan L'Equipe pada Maret tahun lalu, Ekitike secara terbuka mengungkap kekecewaannya atas periode sulit di Paris.
"Saya tidak akan pernah mengatakan bahwa saya melakukan semuanya dengan benar. Saya bisa melakukan lebih baik, itu kenyataannya. Tapi, tidak ada yang membantu saya untuk menjadi lebih baik," kata Ekitike.
"Tidak ada yang memberi saya kepercayaan. Bahkan saat latihan, bahkan dalam diskusi. Tidak pernah ada yang benar-benar meluangkan waktu untuk berbicara dengan saya dan membantu saya," imbuhnya.
Pernyataan itu kini terasa makin relevan, mengingat bagaimana Ekitike kemudian bangkit, lebih dulu di Frankfurt, lalu bersinar di Merseyside.
Dibandingkan Fernando Torres
Penampilan impresif Ekitike tak luput dari perhatian legenda Liverpool, Steven Gerrard. Saat menjadi pundit TNT Sports, usai kemenangan comeback 4-1 Liverpool atas Newcastle United, Gerrard membandingkan gaya bermain Ekitike dengan mantan rekan setimnya, Fernando Torres.
Cara Ekitike memadukan flair, kekuatan, dan ketajaman dalam menghukum lawan dinilai mengingatkan pada sosok Torres yang begitu dicintai publik Anfield. Gerakan, sikap di lapangan, hingga insting mencetak golnya disebut memiliki kemiripan yang jelas.
Bagi Liverpool, perbandingan itu tentu menjadi sinyal positif, terutama dalam menyusun rencana jangka panjang pasca-era Salah.
Di usia 23 tahun, Ekitike tampil dengan kepercayaan diri tinggi, tetapi tetap menunjukkan pemahaman kolektif yang matang, terutama bersama rekrutan anyar, Florian Wirtz.
Keduanya sudah saling memberi assist masing-masing tiga kali, menandakan chemistry yang terus berkembang. Wirtz kini mencatatkan enam gol dan tiga assist dari 11 penampilan terakhirnya di semua kompetisi.
Dengan dinamika tersebut, masa depan Liverpool di bawah Arne Slot terlihat makin menjanjikan. Bahkan, mulai muncul tanda tanya soal peran Alexander Isak, yang masih menjalani pemulihan cedera lutut serius usai insiden melawan Tottenham dan baru dijadwalkan kembali berlatih pada musim panas.
Sumber: Give Me Sport