Bola.com, Milan - Pelaku pelemparan kembang api yang melukai Emil Audero, telah ditangkap pihak berwajib negara Italia. Pemuda berusia 19 tahun yang merupakan pendukung Inter Milan, menjadi pelaku pelemparan kembang api yang mengganggu jalannya pertandingan di markas Cremonese akhir pekan lalu.
Diketahui pertandingan lanjutan pekan ke-23 Serie A di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) lalu, diwarnai insiden memalukan. Wasit harus menghentikan laga saat memasuki menit ke-49.
Emil Audero berdiri sendirian di area penalti, sebuah kembang api tiba-tiba dilempar dari tribune yang ditempati suporter Inter Milan.
Ledakan keras sempat membuat stadion terdiam beberapa saat, dan memaksa wasit menghentikan laga sejenak. Sang kiper Timnas Indonesia pun tampak terguncang dan langsung mendapat penanganan tim medis.
Meski mengalami luka kecil serta bekas terbakar di kakinya, mantan kiper Inter tersebut masih mampu melanjutkan pertandingan beberapa menit kemudian. Sampai duel berakhir, Cremonese kalah 0-2 dari Inter Milan.
Jadi Tahanan Rumah
Dalam pemberitaan terbaru yang dimuat Tutto Mercato, pelaku yang masih berusia 19 tahun telah mendapat hukuman tahanan rumah. Ia mendapatkan kembang api dari Napoli, yang kemudian dinyalakannya dan mengganggu laga Cremonese versus Inter Milan.
Hakim investigasi Milan, Giulia Marozzi, dalam perintah yang mengesahkan penangguhan penangkapan dan memerintahkan tahanan rumah bagi penggemar Inter Milan berusia 19 tahun tersebut, yang dipenjara tiga hari lalu karena melempar petasan yang mengejutkan kiper Emil Audero selama pertandingan Cremona melawan Inter," tulis pemberitaan Tutto Mercato.
Di sisi lain, jaksa Francesco Cajani telah meminta tifosi Inter Milan itu sebagai tahanan rumah atas tuduhan melempar bahan berbahaya selama acara olahraga. Kasus ini sekarang akan diteruskan ke jaksa Cremonese, yang sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas pelaku pelemparan petasan lainnya sesaat sebelum pertandingan dimulai.
Meminta Maaf
Pelaku pelemparan kembang api yang tidak disebutkan namanya tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak, termasuk untuk Emil Audero yang menjadi korban.
Pelaku didampingi pengacara Mirko Perlino, mengklaim hanya melempar petasan bukan bom pipa yang menimbulkan ledakan lebih besar. Ia menyesali perbuatannya yang sangat merugikan ini.
"Saya meminta maaf kepada Audero, kepada kedua klub, dan kepada semua penggemar. Saya tidak memiliki niat untuk mengincar penjaga gawang, maupun untuk melukai siapa pun," jelas sang pelaku.
Jadi Kejadian Terakhir
Sesaat setelah peristiwa pelemparan kembang api kemarin, Emil Audero menyampaikan pesan melalui video yang diunggah di akun media sosial resmi Cremonese. Dalam pesan tersebut, kiper Timnas Indonesia tersebut mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diterimanya.
"Halo semuanya, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang menghubungi dan menanyakan kondisi saya. Saya baik-baik saja, meski sempat merasakan nyeri cukup kuat di telinga dan sensasi panas di bagian lutut," lanjut mantan kiper Inter Milan tersebut.
Dia pun berharap insiden serupa tak kembali terjadi di pertandingan sepak bola.
"Saya sudah bisa berlatih hari ini dan merasa lega, karena setelah melihat rekamannya, kejadian itu sebenarnya bisa jauh lebih buruk. Saya bersyukur semuanya berakhir dengan baik, meskipun situasinya tidak menyenangkan," tambah Audero.
"Sayangnya, hal-hal seperti ini masih saja terjadi. Saya berharap ke depannya bisa benar-benar dihentikan. Terima kasih untuk semua pesan yang saya terima. Pelukan hangat untuk kalian semua," tandas Emil Audero.
Sumber: Tutto Mercato Web