Suporter Inter Milan Dilarang Away, Keuntungan Buat Jay Idzes dkk. pada Akhir Pekan Ini

Sassuolo yang diperkuat bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, bisa memanfaatkan keuntungan saat menjamu tim raksasa Inter Milan.

Bola.com, Sassuolo - Sassuolo yang diperkuat bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, bisa memanfaatkan keuntungan saat menjamu tim raksasa Inter Milan pada akhir pekan nanti.

Diketahui Sassuolo dijadwalkan menjamu sang pemuncak klasemen Serie A di Mapei Stadium pada pekan ke-24, Senin (9/2/2026) dini hari WIB. Namun, Sassuolo cukup diuntungkan karena I Nerazzurri tidak akan ditemani suporternya.

Hal itu karena tifosi Inter Milan baru saja dihukum dengan tidak mendapat izin untuk hadir menyaksikan tiga laga tandang, buntut insiden memalukan akhir pekan kemarin. Oknum fans Inter melemparkan kembang api ke tengah lapangan dalam pertandingan kontra tuan rumah Cremonese, Senin (2/2/2026).

Lima menit memasuki babak kedua, sebuah kembang api dilemparkan ke lapangan dari area tribune pendukung I Nerazzurri. Kembang api tersebut nyaris mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, dan kemudian meledak dengan suara keras tepat di sebelahnya.

Terlihat luka dan bekas terbakar di kaki Audero akibat terkena percikan api. Beruntung, pemain berusia 29 tahun itu diizinkan untuk melanjutkan pertandingan setelah beberapa menit mendapat perawatan di lapangan.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sanksi Tegas

Inter Milan menang dua gol tanpa balas di markas Cremonese, melalui gol Lautaro Martinez dan Piotr Zieliński. Namun atas peristiwa itu, Inter Milan mendapat sanksi keras.

Suporter setia mereka tidak akan diperbolehkan menghadiri tiga laga away ke depan, antara lain melawan tuan rumah Sassuolo (9 Februari), Lecce (22 Februari), dan terakhir Fiorentina (22 Maret).

"Menteri Dalam Negeri Italia mengumumkan suporter Inter Milan dilarang memasuki tribune tandang untuk tiga pertandingan berikutnya, detailnya penduduk Lombardy dilarang membeli tiket pertandingan tandang," tulis pemberitaan Football Italia.

Sebenarnya, Inter Milan punya laga tandang sebelum berjumpa Fiorentina, yaitu melawan rival sekota AC Milan pada 8 Maret 2026. Namun, San Siro ada di wilayah Lombary, sehingga diperbolehkan masuk ke stadion.

"Inter dapat menerima sanksi lebih lanjut di tingkat olahraga karena keputusan dari Hakim FIGC yang segera diumumkan besok. Hukuman dapat mencakup denda dan pembatasan bagi penggemar Inter, bahkan untuk pertandingan kandang," lanjut Football Italia.

 

Keuntungan Buat Sassuolo?

Laga tandang terdekat Inter Milan adalah melawan Sassuolo akhir pekan nanti. Tiga hari menjelang pertandingan, Inter juga akan bentrok dengan Torino pada perempat final Coppa Italia, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB.

Dengan I Nerazzurri yang tak mendapat dukungan dari pendukungnya, Sassuolo wajib memanfaatkan situasi tersebut. Paling tidak seluruh tribune Mapei Stadium bisa 100 persen didominasi tifosi I Neroverdi (julukan Sassuolo), untuk membakar semangat Domenico Berardi dan kawan-kawan.

Di sisi lain, Jay Idzes dkk. sedang dibalut motivasi tinggi setelah dua kemenangan beruntun yang mereka raih, yakni kontra Cremonese (1-0) dan Pisa (3-1). Selain itu, Sassuolo berambisi melakukan revans atas kekalahan pada pertemuan pertama di markas Inter.

Pada pertemuan pertama musim ini, Sassuolo kalah 1-2 dari Inter Milan pada 22 September 2025. Saat itu, Jay Idzes bermain 90 menit dengan melakukan 13 kali defensive contribution, 2 tekel, 9 sapuan, dan 6 kali recoveries.

 

Ada Kerugian

Namun demikian, ada juga kerugian yang harus diterima Sassuolo dengan sanksi kepada suporter Inter Milan, karena tidak bisa datang ke Mapei Stadium. Bos Sassuolo, Giovani Carnevali, melontarkan kekesalannya, karena pendapatan dari tiket penonton tandang dipastikan nol saat melawan Inter besok.

"Ini adalah sesuatu yang benar-benar membuat saya marah, karena ini tidak baik untuk kami. Saya tidak menyangkal ini adalah salah satu peluang bagi perusahaan kami untuk menghasilkan pendapatan. Keberlanjutan juga bergantung pada hal ini," tuturnya.

"Karena seorang yang melakukan tindakan bodoh, kami harus menutup dan menolak akses penggemar Inter di tribune tandang kami yang pelayanannya sangat bagus. Kami menyebutnya tribune utama karena visibilitasnya luar biasa dan tidak pernah terjadi hal negatif," tegasnya.

"Sementara ketika bertandang di San Siro, suporter ditempatkan hingga ke tribune tingkat ketiga dan bahkan tidak bisa melihat pertandingan. Ini membuat saya marah, ini tidak benar, sudah saatnya untuk berubah. Orang-orang berbicara tentang merusak sepak bola, dan ini juga merusak sepak bola," tandas Carnevali.

Sumber: Football Italia

Simak Persaingan Musim Ini:

Video Populer

Foto Populer