Bola.com, Jakarta - Kiper Brentford yang pernah memperkuat Liverpool, Caoimhin Kelleher, menilai bahwa hasil pertandingan dan performa di lapangan tak lagi menjadi hal utama bagi mantan klubnya musim ini, menyusul wafatnya Diogo Jota yang meninggalkan duka mendalam di Anfield.
Winger asal Portugal itu meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada musim panas lalu, di usia 28 tahun.
Selama berseragam Liverpool, Jota mencatatkan 65 gol dari 182 penampilan, serta berperan penting dalam keberhasilan klub menjuarai Piala FA dan Carabao Cup 2022, sebelum mengangkat trofi Premier League musim lalu.
Musim ini, Liverpool sedang menjalani periode yang sulit di atas lapangan. Mereka kini berada di posisi keenam klasemen Premier League, tertinggal 14 poin dari Arsenal yang memuncaki tabel.
Namun, bagi Kelleher, konteks yang dihadapi mantan rekan-rekannya jauh melampaui urusan sepak bola semata.
Kondisi Mental dan Emosional
Dalam wawancara dengan The Independent, kiper Timnas Republik Irlandia itu menegaskan bahwa musim ini lebih berkaitan dengan kondisi mental dan emosional skuad Liverpool.
"Bagi mereka, musim ini lebih soal pribadi dan mental, bukan hal lain," ujar Kelleher.
"Sepak bola memang olahraga besar dan wajar jika semua orang punya pendapat. Orang-orang berharap semuanya cepat berlalu, tapi menurut saya itu tidak sesederhana itu," lanjutnya.
Kelleher mengaku merasa aneh mendengar kritik terhadap performa Liverpool di tengah situasi tersebut.
"Saya merasa agak janggal dan sulit ketika mendengar orang membicarakan pemain Liverpool dan penampilan mereka karena menurut saya, musim ini bahkan tidak penting dari sisi sepak bola bagi mereka," kata Kelleher.
Sejalan Slot
Pernyataan Kelleher sejalan dengan ucapan pelatih Liverpool, Arne Slot, yang pada November lalu menyebut timnya sangat merindukan Jota, bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi.
Ketika itu, Slot berbicara setelah bek kiri Liverpool, Andrew Robertson, menjalani momen emosional usai membawa Skotlandia lolos ke Piala Dunia 2026.
Robertson mengaku hancur secara emosional karena terus memikirkan Jota menjelang kemenangan dramatis atas Denmark.
Kelleher memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Jota. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu mencatatkan 67 penampilan bersama Liverpool sejak bergabung dengan akademi klub pada 2015.
Saat kabar duka itu datang, ia menulis di Instagram bahwa Jota telah menjadi satu di antara sahabat terdekatnya dalam sepak bola.
Masa Sulit, Musim Berat
Ia mengakui bahwa proses menerima kepergian Jota terasa sedikit lebih ringan karena dirinya sudah tidak lagi berada di Anfield, setelah hijrah ke Brentford, Juni 2025.
"Saya masih berhubungan dengan beberapa pemain di sana, banyak teman dekat saya di Liverpool," ungkap Kelleher.
"Ini masa yang sangat sulit bagi mereka, musim yang berat, dengan keadaan yang mungkin tidak terlalu dipertimbangkan banyak orang."
"Bagi saya, mungkin sedikit lebih mudah karena sudah menjauh dan tidak berada di lingkungan itu setiap hari," tambahnya.
"Secara pribadi, keputusan saya pergi untuk bermain secara reguler di tim utama adalah langkah yang tepat, terlepas dari tragedi yang terjadi," kata Kelleher.
Sumber: BBC