Bola.com, Jakarta - Arsenal kian melaju bak tanpa hambatan menuju gelar juara Premier League. Di tengah performa impresif skuad Mikel Arteta musim ini, legenda The Gunners, Martin Keown, menilai satu nama tampil paling menonjol, dan pilihan itu bukan Declan Rice maupun Gabriel.
Menurut Keown, Martin Zubimendi adalah pemain paling berpengaruh Arsenal sepanjang musim ini.
Penilaian tersebut ia sampaikan setelah Arsenal meraih kemenangan penting 3-0 atas Sunderland, Sabtu kemarin, hasil yang makin mendekatkan Meriam London ke trofi liga.
Sunderland sempat memberikan perlawanan sengit dan mampu menahan tuan rumah hampir sepanjang babak pertama. Namun, kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum.
Zubimendi melepaskan tembakan first-time keras ke sudut bawah gawang untuk membuka keunggulan Arsenal dan mengubah momentum pertandingan.
Gol tersebut menjadi gol keenam sang gelandang sejak bergabung dari Real Sociedad dengan nilai transfer 55 juta paun pada musim panas 2025.
Pilihan Keown
Tak hanya kontribusi golnya penting, penampilan Zubimendi secara keseluruhan di lini tengah mendapat pujian paling besar. Perannya yang konsisten mengatur permainan membuatnya disebut-sebut layak meraih penghargaan individu bergengsi.
Gol Zubimendi, ditambah dua gol Viktor Gyokeres, membawa Arsenal unggul sembilan poin di puncak klasemen, jarak terlebar yang mereka miliki sejak terakhir kali menjuarai liga pada musim 2003/04.
"Zubimendi, apakah dia bisa menjadi pemain terbaik musim ini?" tanya Adrian Durham kepada Keown dalam perbincangan di talkSPORT.
"Banyak orang membicarakan Declan Rice, Granit Xhaka juga disebut-sebut, tetapi Zubimendi, yang sering kali tidak terlalu disorot, telah menjadi salah satu pemain terbaik di Premier League musim ini, bukan?" lanjut Durham.
Penjelasan Keown
Keown kemudian menjelaskan pandangannya.
"Dia adalah pengatur permainan Timnas Spanyol, lini tengah itu, dan dia juga bermain sebagai gelandang sentral untuk Arsenal," ujar Keown.
"Jadi, kalau ini harus ditentukan dengan lempar koin di antara dua pemain… saat saya mengenang masa bermain bersama Manny (Emmanuel) Petit dan Patrick Vieira, saya merasa mereka selalu bersaing setiap pekan untuk menjadi man of the match."
"Itulah yang dibutuhkan untuk menjadi juara. Ruang mesin tim harus berada di level tertinggi, dan saat ini Arsenal memilikinya," lanjut mantan bek Arsenal 1993-2004 tersebut.
Gelar di Depan Mata Arsenal
Setelah tiga musim beruntun berakhir dengan kekecewaan, Arsenal kini tampak siap menuntaskan perburuan gelar juara. Mereka berhasil bangkit dari periode sulit dengan tiga laga tanpa kemenangan lewat dua kemenangan beruntun di liga.
Pada kondisi saat ini, satu-satunya hal yang tampaknya bisa menggagalkan Arsenal meraih gelar liga pertama mereka dalam 22 tahun hanyalah sebuah kejatuhan dramatis di sisa musim.
Manchester City masih menjadi pesaing terdekat di posisi kedua klasemen. Namun, sekalipun Man City menang atas Liverpool pada Minggu malam ini, mereka tetap akan tertinggal enam poin dari Arsenal.
Arsenal dijadwalkan bertandang ke markas City pada 18 April dalam laga yang berpotensi menentukan nasib gelar. Meski begitu, peluang terbuka lebar bagi The Gunners untuk memastikan gelar lebih cepat dan mengakhiri penantian panjang mereka sebagai juara Inggris.
Sumber: Talksport