Bola.com, Jakarta - Roy Keane melontarkan kritik tajam kepada Manchester City menyusul perilaku para pemainnya usai kemenangan dramatis atas Liverpool.
Mantan kapten Manchester United itu menilai Man City bersikap tidak menghormati saat pelatih Liverpool, Arne Slot, sedang menjalani konferensi pers pascalaga.
Insiden tersebut terjadi setelah Liverpool kalah 1-2 di kandang sendiri dalam laga Premier League yang sarat hiburan dan kontroversi, Minggu malam.
The Reds sempat unggul lebih dulu lewat tendangan bebas indah Dominik Szoboszlai pada babak kedua. Namun, Man City mampu membalikkan keadaan berkat gol Bernardo Silva dan penalti Erling Haaland yang memastikan tiga poin untuk tim tamu.
Drama belum berakhir. Di menit-menit akhir pertandingan, Szoboszlai diganjar kartu merah, sementara gol Rayan Cherki dianulir VAR dalam fase permainan yang sama.
Meski begitu, hasil tersebut tak mengurangi kegembiraan para pemain Man City yang tampak merayakan kemenangan dengan penuh euforia.
Musik Keras saat Slot Berbicara
Kemenangan ini terasa sangat krusial bagi Man City. Sebelum laga, peluang juara mereka dinilai berada di ujung tanduk. Kekalahan di Anfield akan membuat Arsenal unggul sembilan poin di puncak klasemen.
Berkat kemenangan ini, tim asuhan Pep Guardiola tetap menjaga jarak enam poin dari The Gunners.
Namun, perayaan Man City di ruang ganti justru memicu kontroversi. Musik yang diputar dengan volume tinggi terdengar jelas saat Arne Slot memberikan wawancara pascalaga kepada Sky Sports.
Hal itulah yang membuat Roy Keane angkat suara.
"Menarik untuk melihat apakah musik juga diputar saat Pep melakukan wawancara. Manchester City memang berhak menikmati kemenangan, tapi tetap harus menunjukkan sedikit rasa hormat," kata Keane.
"Kecilkan musiknya ketika orang lain sedang melakukan wawancara pers. Ini konyol," lanjutnya.
Tahu Gelar Bisa Hilang
Terlepas dari kritik tersebut, euforia Man City dinilai wajar mengingat besarnya arti kemenangan ini. Bernardo Silva bahkan mengakui bahwa para pemain merasa peluang juara bisa hilang jika mereka gagal menang di laga ini.
"Saya rasa seluruh tim sudah tahu sebelum pertandingan, kalau kami kalah hari ini, perburuan gelar kemungkinan besar akan berakhir," ujar Silva kepada Sky Sports.
"Kami merasa harus menang. Harapan itu masih ada dan kami akan berjuang sampai akhir. Kami harus terus melakukan pekerjaan kami, sesuatu yang belakangan ini belum kami lakukan dengan cukup baik," imbuhnya.
Pep Guardiola kemudian dimintai tanggapan soal pernyataan Silva tersebut. Pelatih asal Spanyol itu merespons dengan nada bercanda.
"Mereka tidak memberi tahu saya soal itu. Saya justru lebih optimistis dibanding mereka," ujar Guardiola sambil tersenyum.
Jadwal Penentuan Menanti
Man City selanjutnya akan menjamu Fulham di Etihad Stadium, sementara Arsenal harus bertandang ke markas Brentford.
Man City bertekad terus menempel ketat Arsenal hingga pertemuan langsung kedua tim pada 18 April mendatang.
Sebelum duel krusial tersebut, Man City dan Arsenal juga akan saling berhadapan di final Carabao Cup pada 22 Maret, sebuah rangkaian laga besar yang bisa sangat menentukan arah perebutan gelar musim ini.
Sumber: Give Me Sport