Bola.com, Jakarta - Sassuolo yang dibela bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes menelan kekalahan telak dari Inter Milan dalam lanjutan pekan ke-24 Serie A 2025/2026.
Bermain di kandang sendiri Mapei Stadium, Sassuolo diberondong lima gol tanpa balas oleh Nerazzurri, Senin (9/2/2026) dini hari WIB.
Jay Idzes kembali bertandem dengan Tarik Muharemovic di jantung pertahanan Sassuolo, mengawal penjaga gawang Arijanet Muric. Namun Inter tetaplah tim yang jauh lebih kuat.
Yann Aurel Bisseck sudah berhasil menjebol gawang Sassuolo saat laga berjalan 11 menit. Disusul gol dari Marcus Thuram. Gol-gol dari Lautaro Martinez, Manuel Akanji, dan Luis Henrique memastikan kemenangan Inter Milan.
Jadi Bahan Evaluasi
Kekalahan ini membuat Sassuolo turun ke posisi 11 dengan nilai 29. Sementara Inter semakin kukuh di pucuk klasemen dengan 58 angka.
Usai pertandingan, pelatih Sassuolo, Fabio Grosso tak terlalu kecewa melihat timnya kalah telak dari Inter. Ia mengakui Inter telah menunjukkan kekuatan besar dan membuat timnya juga memiliki banyak kelemahan.
"Ketika harus menghadapi tim sekaliber Inter, mereka akan mengekspos kelemahan Anda. Di babak pertama, saya pikir kami bahkan kalah karena Anda harus tahu kapan harus bermain. Anda tidak bisa bermain seperti ini selama 90 menit, Anda harus memahami momen-momennya," ujar Grosso dalam sesi konferensi pers.
"Ini semua adalah hal-hal penting yang menjadi ciri tim yang telah matang, sebuah perjalanan panjang, dan semua hal itu akan kami tingkatkan," lanjut Grosso.
Tanggung Jawab Satu Tim
Dengan kebobolan lima gol selama 90 menit, kinerja empat bek termasuk Jay Idzes tak dapat disalahkan begitu saja. Sebab penampilan kiper Arijanet Muric juga layak disorot.
Beberapa kali ada momen fatal yang dilakukannya, meski Muric juga bermain bagus dengan sejumlah penyelamatan gemilang. "Ketika ada masalah, pasti ada solusinya. Kami memiliki pemain yang telah membuktikan diri, yang lain memiliki niat dan keinginan untuk menunjukkan kualitas dan potensi mereka, yang berarti mereka tidak selalu berhasil melakukannya."
"Saya suka menganalisis semuanya sebagai sebuah tim; kita perlu bekerja sebagai tim. Bagi saya, itu bukan masalah karena di masa lalu dan baru-baru ini, itu merupakan keterampilan penting dalam menghentikan pergerakan lawan," kata pelatih berusia 48 tahun.
Masih Normal
Kekalahan dari Inter Milan, membuat Sassuolo kembali akrab dengan kekalahan. Sebelumnya, tim berjulukan Neroverdi berhasil membungkus dua kemenangan beruntun, setelah selama 7 laga tak pernah menang.
Dengan bertengger di papan tengah, Grosso yakin timnya punya masa depan cerah. Minimal menjaga kans untuk tetap bertahan di Serie A pada akhir musim. Setelah dipermak Inter, selanjutnya I Neroverdi akan menantang Udinese akhir pekan nanti.
"Kami harus mengakui realitas tim yang baru promosi menghadapi liga yang sangat kuat, dan sebagai tim yang baru promosi, kita tahu betapa sulitnya untuk kembali ke liga ini. Saya tetap berpegang pada apa yang telah kita lakukan sejauh ini di liga yang sulit karena, bagaimanapun, ada tim yang seharusnya tidak berada di sini tetapi ada, dan kita perlu mengejar tujuan kita dengan memahami dari mana kita berasal dan ke mana kita ingin pergi," tandas Grosso.
Sumber: Sassuolo News