Terungkap Alasan The Kop Beri Aplaus kepada Donnarumma Jelang Kick-Off Liverpool Vs Man City

Gianluigi Donnarumma disambut aplaus The Kop. Ini sejarah panjang di baliknya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Februari 2026, 12:15 WIB
Kiper Manchester City asal Italia bernomor punggung 25, Gianluigi Donnarumma (ke-3 dari kiri), menghalau bola selama pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 8 Februari 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Sebuah tradisi lama di Anfield kembali menjadi sorotan pada laga Liverpool kontra Manchester City, Minggu lalu.

Menjelang kick-off, penjaga gawang Man City, Gianluigi Donnarumma, mendapat aplaus alias sambutan tepuk tangan dari sebagian suporter The Kop, pemandangan yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Advertisement

Donnarumma, yang direkrut Man City dari Paris Saint-Germain pada musim panas lalu dengan nilai transfer 26 juta paun, tampil impresif dalam pertandingan tersebut. Kiper Timnas Italia itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial untuk menjaga The Citizens tetap dalam permainan.

Setelah Liverpool sempat unggul, gol Bernardo Silva menyamakan kedudukan sebelum Erling Haaland memastikan kemenangan Man City lewat penalti di masa tambahan waktu. Tiga poin tersebut menjadi sangat berarti dalam persaingan perebutan gelar juara.

Namun, di luar jalannya pertandingan, perhatian publik justru tertuju pada momen sebelum laga dimulai. Rekaman video yang beredar menunjukkan Donnarumma menerima aplaus hangat dari tribune Kop.

Dalam video tersebut, sang kiper terlihat, sayangnya, tidak memberikan respons atas sambutan itu, yang kemudian memicu sorakan boo dari sebagian penonton.

Lantas, mengapa The Kop kerap memberikan tepuk tangan kepada penjaga gawang tim lawan?


Awal Tradisi

Gordon Banks meninggal dunia pada Selasa (12/2/2018). (AFP/Oli Scarff)

Tradisi tersebut disebut telah berlangsung sejak dekade 1960-an. Akar ceritanya berawal dari penghormatan terhadap Gordon Banks, kiper Timnas Inggris yang tampil gemilang di Piala Dunia 1966.

"Saya selalu ingat pertandingan setelah Inggris menjuarai Piala Dunia 1966. Liverpool bermain melawan Everton di Charity Shield, lalu laga kandang pertama musim itu adalah melawan Leicester City," ujar ahli statistik, Dave Ball, kepada This is Anfield.

"Gordon Banks berdiri di bawah mistar Leicester. Saya rasa Shankly menyuruhnya keluar lebih awal agar menerima sambutan dari The Kop. Tapi, ketika ia benar-benar keluar untuk menghadapi Liverpool, The Kop bereaksi luar biasa. Itu pertama kalinya saya melihat Kop bereaksi seperti itu," lanjut Ball.

Sejak momen tersebut, tribune Kop End dikenal konsisten menunjukkan rasa hormat kepada kiper tim lawan. Dalam banyak kesempatan, sang penjaga gawang membalasnya dengan tepuk tangan balik.


Pengalaman Ramsdale

Pemain Liverpool Trent Alexander-Arnold (kanan) mencoba untuk mencetak gol melewati kiper Arsenal Aaron Ramsdale pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, 20 November 2021. Liverpool menang 4-0. (AP Photo/Jon Super)

Tradisi itu juga diakui oleh Aaron Ramsdale. Mantan kiper Arsenal tersebut pernah menyinggung pengalaman bermain di Anfield ketika diminta menyebut pendukung tandang terbaik di Inggris.

"Pendukung Liverpool itu bagus. The Kop selalu bertepuk tangan, selalu menunjukkan rasa hormat kepada kiper, setidaknya itu yang saya alami,” ujar Ramsdale dalam podcast "The Fellas".

"Setelah tepuk tangan selesai dan pertandingan dimulai, barulah mereka semua berteriak menentang Anda," ungkapnya.

"Mereka meneriakkan segala macam hal sepanjang pertandingan. Lalu di akhir laga, saya tidak tahu apakah itu akan berubah ketika mereka kalah karena saya belum pernah menang di sana, tapi saat kami imbang atau hasil lain, mereka tetap memberi tepuk tangan di akhir," imbuh Ramsdale.


Pengalaman Casillas

Kiper FC Porto, Iker Casillas menyapa pemain Liverpool, Alberto Moreno dan James Milner seusai leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Anfield, Selasa (6/3). Liverpool melaju ke perempat final dengan bermain imbang tanpa gol. (PAUL ELLIS/AFP)

Pengalaman serupa juga pernah dirasakan Iker Casillas ketika masih membela Porto. Kiper legendaris Spanyol itu mengaku terkesan dengan sambutan suporter Liverpool dalam laga Liga Champions.

"Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar Liverpool atas kasih sayang yang mereka tunjukkan," kata Casillas usai pertandingan.

"Mereka sangat menghormati para pemain. Saya sudah bertahun-tahun bermain di kompetisi ini, dan datang ke stadion seperti ini lalu mendapat aplaus seperti itu benar-benar luar biasa."

Jurnalis Inggris, John Keith, juga pernah mengenang bagaimana The Kop memberikan tepuk tangan kepada "kiper demi kiper" selama bertahun-tahun. Menurutnya, hal tersebut merupakan ciri khas yang hampir unik dari suporter Liverpool.

"Itu mungkin karakter yang benar-benar khas dari kerumunan penonton di sana," ujar Keith.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait