Bola.com, Jakarta - Perubahan regulasi penggunaan pemain asing di BRI Super League dalam beberapa musim terakhir telah melahirkan fenomena baru, yakni merebaknya penjaga gawang impor yang mulai jadi pilihan utama klub-klub kasta tertinggi.
Pada kompetisi musim 2025/2026, penjaga gawang asing semakin membanjiri BRI Super League. Beberapa di antaranya pun sukses menjadi andalan klub hingga mengukir performa yang impresif pada musim ini.
Salah satu yang tampil mentereng, yakni Mike Hauptmeijer. Kiper asal Belanda itu sukses mengambil alih posisi utama di bawah mistar gawang Bali United. Dari 20 laga, dia sukses mencatatkan delapan nirbobol.
Deretan kiper asing lainnya yang juga jadi andalan utama ialah Igor Rodrigues (Persita Tangerang), Carlos Eduardo (Persija Jakarta), Sonny Stevens (Dewa United), Kadu (PSBS Biak), Arthur Augusto (Semen Padang FC).
Masih ada klub lain yang diperkuat kiper asing seperti Leo Navacchio (Persik Kediri) hingga Alan Bernardon (Malut United). Bahkan, kiper Persis Solo, Muhammad Riyandi, harus tergusur pada putaran kedua ini karena hadirnya kiper asal Serbia, Vukasin Vranes.
Meskipun demikian, sampai saat ini masih ada sederet penjaga gawang lokal yang masih bisa bersaing dan justru mengukir performa impresif di BRI Super League 2025/2026. Siapa saja mereka? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.
Teja Paku Alam (Persib Bandung)
Teja Paku Alam saat ini menjadi kiper lokal dengan performa paling impresif di BRI Super League 2025/2026. Tak berlebihan jika menyebut Teja sebagai salah satu faktor penting di balik kesuksesan Persib Bandung merajai klasemen sementara.
Pasalnya, Teja sejauh ini sudah berhasil mencatatkan 12 kali nirbobol dari 18 pertandingan. Jumlah ini menjadi yang tertinggi jika dibandingkan seluruh penjaga gawang yang berlaga pada musim 2025/2026 ini.
Tidak hanya itu, gawangnya juga hanya kebobolan delapan gol saja. Catatan semacam ini tentu cukup menarik mengingat musim lalu Teja hanya jadi kiper pilihan kedua karena kalah bersaing dengan Kevin Ray Mendoza asal Filipina.
Nadeo Argawinata (Borneo FC)
Selain itu, ada pula Nadeo Argawinata yang berhasil mencatatkan kiprah mengesankan di musim ini. Penjaga gawang Borneo FC itu menjadi pilihan utama skuad Pesut Etam dan tak pernah tergantikan sepanjang musim.
Buktinya, Nadeo sejauh ini sudah bermain sebanyak 20 kali. Itu berarti dia selalu diturunkan oleh pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes. Catatannya juga termasuk mentereng karena sukses mengukir delapan kali nirbobol.
Jumlah ini menempatkan Nadeo sebagai kiper dengan cleansheet terbanyak kedua. Tidak hanya itu, kiper Timnas Indonesia ini juga tercatat mengukir saves terbanyak di BRI Super League karena sudah menghasilkan 79 kali penyelamatan.
Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Kiper berlabel tim nasional lainnya yang tampil sangat memukau di BRI Super League 2025/2026 ialah Cahya Supriadi. Setelah cukup lama menunggu, dia akhirnya bisa jadi pilihan utama di klub kasta tertinggi.
Cahya merupakan salah satu pembelian terbaik PSIM Yogyakarta pada awal musim ini. Pasalnya, penjaga gawang berusia 22 tahun itu sukses menghasilkan tujuh nirbobol dari 18 pertandingan. Itu menjadi jumlah terbanyak keempat musim ini.
Kiper Timnas Indonesia U-23 ini memang menjadi salah satu nama yang potensial. Cahya harus menjaga konsistensi jika ingin mendapatkan kesempatan untuk mencuri hati pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Ernando Ari (Persebaya Surabaya)
Penjaga gawang Timnas Indonesia, Ernando Ari, sejauh ini juga masih berhasil mempertahankan statusnya sebagai kiper utama Persebaya Surabaya. Dia sangat sulit digusur oleh penjaga gawang lain dalam beberapa musim terakhir.
Andai tidak cedera, Ernando memang sulit tergantikan. Buktinya, pada musim ini, dia sudah bermain 19 kali untuk Bajul Ijo. Dari semua penampilannya itu, Ernando sukses mengukir enam cleansheet dan kebobolan 17 kali.
Catatan impresif Ernando musim ini juga terbukti dengan torehan penyelamatannya. Jika merujuk situs Ileague, dia setidaknya telah mengukir 68 kali saves dan menempati peringkat keempat terbanyak.
Aqil Savik (Bhayangkara FC)
Selanjutnya, ada juga Bhayangkara FC yang masih mempercayakan mistar gawangnya kepada penjaga gawang lokal. Ya, siapa laki kalau bukan Aqil Savik.
Kiper yang pernah jadi andalan Timnas Indonesia U-19 ini sukses mempertahankan posisinya bersama The Guardian.
Pemain berusia 27 tahun ini tercatat menghasilkan enam assist dari 17 pertandingan. Namun, jumlah gol yang bersarang di gawangnya masih terhitung tinggi. Sebab, dia sudah kebobolan 18 gol di musim ini.
Musim ini, Aqil Savik mulai menggusur seniornya, Awan Setho Raharjo. Dia awalnya sempat tersisih pada tiga laga awal, tetapi akhirnya langsung tampil tak tergantikan pada semua laga hingga pekan ke-20.