Viktor Gyokeres Mulai Tajam di Arsenal atau Statistik yang Menipu?

Viktor Gyokeres menemukan bentuk terbaiknya, atau kita terkecoh data?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Februari 2026, 17:45 WIB
Selebrasi Viktor Gyokeres pada laga pramusim Arsenal melawan Athletic Bilbao (c) Arsenal

Bola.com, Jakarta - Viktor Gyokeres perlahan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di London utara, saat Arsenal masih memburu gelar di empat kompetisi berbeda musim ini.

Tanpa banyak sorotan, penyerang asal Swedia itu diam-diam menjelma sebagai satu di antara pemain paling tajam di Premier League dalam beberapa pekan terakhir.

Advertisement

Awal kariernya bersama The Gunners tak selalu mulus. Ada fase ketika kontribusinya dipertanyakan. Namun, kini, sinyal positif mulai terlihat. Gyokeres mulai memperlihatkan sekilas ketajaman yang dulu membuatnya mencetak 97 gol dalam 102 pertandingan bersama Sporting di Portugal.

Sejak pergantian tahun, Gyokeres telah mengoleksi enam gol di semua ajang, lebih banyak dibandingkan pemain Premier League lainnya pada periode yang sama. Angka itu memang perlu dibaca dengan konteks.

Arsenal sudah menjalani 11 pertandingan pada 2026, lebih banyak daripada mayoritas klub liga karena keterlibatan mereka di Carabao Cup, Liga Champions, dan Piala FA selain jadwal liga domestik.

Meski begitu, satu hal tak terbantahkan: kepercayaan diri Gyokeres meningkat. Dua golnya ke gawang Sunderland membuat totalnya menjadi enam gol dalam delapan penampilan terakhir di semua kompetisi. Ia juga untuk pertama kalinya musim ini mencetak gol dalam dua laga liga secara beruntun.

Bagi Arsenal, performa penyerang berusia 27 tahun itu datang pada momen yang krusial. The Gunners sedang berupaya mengakhiri penantian enam tahun tanpa trofi utama.

Baca ulasan BBC selengkapnya di bawah ini.


Peran Havertz dalam Menghidupkan Gyokeres

Havertz masuk sebagai pemain cadangan menggantikan Viktor Gyokeres pada menit ke-69 untuk bermain melawan klub mantan, Chelsea. (AP Photo/Ian Walton)

Kebangkitan Gyokeres juga berpotensi berkaitan dengan kembalinya Kai Havertz ke susunan pemain inti. Saat Gyokeres didatangkan, banyak yang memprediksi ia akan bersaing langsung dengan Havertz untuk posisi nomor sembilan.

Penyerang Jerman itu dianggap lebih mungkin dimainkan di laga-laga besar berkat kemampuan serbabisa dan statusnya sebagai satu di antara favorit Mikel Arteta.

Namun, sejak pulih dari cedera lutut, Havertz justru lebih sering dimainkan di lini tengah. Arteta menempatkannya di posisi yang lebih dalam saat menghadapi Portsmouth, Kairat, Leeds United, dan Sunderland.

Dengan Mikel Merino absen usai operasi kaki dan Martin Odegaard menepi karena masalah lutut, serta menghadapi lawan-lawan yang di atas kertas bisa didominasi Arsenal, Havertz diplot lebih ke belakang. Dari situ mulai terlihat koneksi yang tumbuh antara dirinya dan Gyokeres.

Keduanya bekerja sama dalam terciptanya gol pembuka saat melawan Kairat, dan kembali berkolaborasi untuk gol kedua ketika Arsenal menundukkan Sunderland.


Seberapa Besar Dampak Gol-Golnya?

Viktor Gyokeres berlari membawa bola melewati Alexander Shirobokov untuk mencetak gol dalam laga Liga Champions antara Arsenal vs Kairat Almaty di Emirates Stadium, 29 Januari 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Dari delapan gol liga yang dicetak Gyokeres musim ini, enam di antaranya lahir saat menghadapi tim promosi. Musim lalu, Arsenal mampu menyapu bersih kemenangan atas tim-tim promosi, tetapi mereka kerap kesulitan membongkar pertahanan dengan blok rendah.

Di fase akhir perburuan gelar, kemampuan Gyokeres di kotak penalti bisa menjadi pembeda dalam situasi seperti itu.

Musim lalu Arsenal kehilangan poin saat bertandang ke Everton. Namun, musim ini, gol penalti Gyokeres memastikan tiga poin penuh dari laga serupa.

Mencetak gol ke gawang tim promosi tidak serta-merta mengurangi arti kontribusinya, terlebih Sunderland menjadi satu di antara kejutan musim ini.

Meski demikian, secara hitungan dampak langsung, gol-gol liga Gyokeres baru menghasilkan tambahan dua poin bagi Arsenal.

Secara keseluruhan, hanya tiga dari 13 golnya di semua kompetisi yang benar-benar mengubah situasi pertandingan setelah ia membuka skor, yakni saat melawan Burnley, Everton, dan Kairat.


Tajam Melawan Papan Bawah

Momen Viktor Gyokeres coba mengontrol bola di laga Arsenal kontra Sunderland pada ajang Liga Inggris 2025/2026. (Glyn KIRK / AFP)

Sebelum direkrut, Gyokeres sempat dikritik sebagai "flat-track bully", istilah untuk pemain yang produktif terutama melawan tim papan bawah.

Pada musim 2024/25 di Primeira Liga, ia mencatat rata-rata 1,18 gol per pertandingan menurut Opta.

Namun, ia hanya mencetak dua gol dalam delapan laga melawan tim yang finis di posisi kedua dan kelima, sementara 17 dari total 39 golnya (43,6%) tercipta hanya dalam tujuh laga melawan empat tim terbawah.

Gaya bermain Gyokeres mungkin tidak selalu memanjakan mata, tetapi efektivitasnya tak bisa diabaikan. Kini, Arteta memiliki Gabriel Jesus dan Havertz untuk melengkapi perannya. Bahkan dari bangku cadangan pun ia tetap berbahaya.

Faktanya, ia mencetak tiga gol dari enam tembakan dalam tujuh laga sebagai pemain pengganti. Bandingkan dengan 10 gol dari 55 tembakan dalam 25 pertandingan ketika tampil sebagai starter.


Peran Lain Gyokeres

Selebrasi Viktor Gyokeres dalam laga Chelsea vs Arsenal di semifinal Carabao Cup 2025/2026, Kamis (15/1/2026). (AP Photo/Alastair Grant)

Gyokeres direkrut bukan semata karena ketajamannya, melainkan juga kemampuannya membuka ruang bagi para pemain di belakangnya. Terlepas dari periode sulit yang pernah ia alami, gagasan itu terbukti berjalan.

Persentase kemenangan Arsenal lebih tinggi, mencapai 84 persen, dan jumlah kebobolan lebih sedikit saat Gyokeres menjadi starter.

Statistik menunjukkan Arsenal memang mencetak lebih banyak gol ketika ia tidak memulai laga, tetapi mereka juga lebih sering kebobolan. Hal itu menyoroti etos kerja dan kesediaannya membantu tim.

"Saya suka karakternya," ujar Arteta saat ditanya mengenai kekuatan mental dan ketahanan Gyokeres usai kemenangan atas Sunderland.

"Cara dia menjalani setiap hari dan betapa fokusnya dia pada masa kini, pada apa yang harus dia lakukan, dan dia benar-benar punya keinginan tulus untuk membantu tim dalam peran apa pun yang dia jalani."

"Ketika Anda mengenakan seragam ini, ada tanggung jawab besar dan ekspektasi yang sangat tinggi, dan Anda harus bisa hidup dengan itu. Dalam perjalanan Anda di sini, akan ada momen ketika semuanya berjalan sangat baik dan ada juga saat-saat sulit," kata sang manajer.


Mainkan Peran Besar

Viktor Gyokeres mencetak gol tunggal kemenangan Arsenal atas Everton lewat titik putih pada laga pekan ke-17 Premier League di Hill Dickinson Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. (AFP/Oli Scarff)

Sejak hari pertama penandatanganannya, sorotan terhadap Gyokeres memang tinggi. Arsenal sangat haus trofi setelah berulang kali hampir meraihnya.

Rekor golnya di Portugal serta keputusannya mengenakan nomor 14, yang identik dengan legenda sekaligus pencetak gol terbanyak klub, Thierry Henry, makin menambah ekspektasi.

"Dengan Viktor, ketika Anda melihatnya, sangat sulit memahami emosinya karena dia menatap Anda dengan lurus dan Anda tidak benar-benar tahu," ungkap Arteta.

"Tetapi, dia tampaknya tidak terlalu terpengaruh oleh momen-momen yang sangat tinggi maupun yang sangat rendah."

"Dan, itulah yang kami butuhkan, stabilitas. Dia sangat menuntut dirinya sendiri. Dia terus mencoba untuk berkembang, dan itu sangat, sangat bagus," imbuh Arteta.

Perjalanan Gyokeres di Arsenal memang belum sepenuhnya mulus. Namun, dengan masih banyak pertandingan tersisa dan peluang menghadirkan momen-momen spesial bagi The Gunners, penyerang Swedia itu kini berada di jalur yang tepat untuk memainkan peran besar dalam cerita musim ini.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait