Saat Kepercayaan Diri Mengangkat Performa Viktor Gyokeres di Arsenal

Viktor Gyokeres dan pentingnya kepercayaan diri.

Bola.com, Jakarta - Arsenal mulai menemukan momentum terbaik di fase krusial musim ini. Setelah sempat lebih bersinar di kompetisi Eropa ketimbang Premier League sepanjang Januari, The Gunners kini menunjukkan wajah berbeda di liga domestik.

Dalam dua laga liga terakhir, melawan Leeds United dan Sunderland, Arsenal mencetak tujuh gol tanpa kebobolan. Dari jumlah itu, tiga gol lahir dari kaki Viktor Gyokeres, meski dengan peran dan situasi yang berbeda.

Penyerang asal Swedia yang didatangkan Arsenal dari Sporting CP dengan nilai transfer 63,5 juta euro pada musim panas lalu itu mencetak gol sebagai starter saat bertandang ke markas Leeds.

Sementara ketika menghadapi Sunderland di Emirates Stadium, Gyokeres masuk dari bangku cadangan dan mengubah keunggulan tipis menjadi kemenangan meyakinkan 3-0.

Kontribusi itu membuat Gyokeres kini mencatat delapan keterlibatan gol dalam delapan penampilan terakhir di semua kompetisi. Enam gol yang ia lesakkan sejak pergantian tahun juga menjadi jumlah terbanyak di Premier League pada periode tersebut.

Baca ulasan The Athletic selengkapnya, di bawah ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kurang Meyakinkan

Namun, perjalanan Gyokeres di London utara jauh dari kata mulus. Datang dengan status pembelian besar, ia tampil kurang meyakinkan pada paruh pertama musim. Dari 20 pertandingan, 17 di antaranya sebagai starter, ia hanya mencetak lima gol, dan cuma dua yang berasal dari permainan terbuka.

Cedera yang dialami Gabriel Jesus dan Kai Havertz ketika itu membuat sorotan sepenuhnya tertuju kepadanya, baik di dalam maupun luar lapangan.

Dalam sembilan laga awal Premier League, Gyokeres bermain penuh selama 90 menit di tujuh pertandingan, sebelum akhirnya mengalami cedera otot pada pekan ke-10.

Absennya Gyokeres sempat membuka jalan bagi Mikel Merino untuk bermain sebagai penyerang. Namun, baru dalam beberapa pekan terakhir Mikel Arteta bisa memanfaatkan trio Jesus, Havertz, dan Gyokeres secara bersamaan.

Saat menghadapi Leeds, Jesus memberi dimensi berbeda. Ketika melawan Sunderland, giliran Gyokeres yang menjadi pembeda.

"Ia masuk di momen ketika pertandingan sudah sedikit lebih terbuka," kata Arteta usai laga.

"Hari ini, dia juga mendapat lebih banyak dukungan di sekitarnya. Semua tergantung lawan dan konteks pertandingan," imbuhnya.

Perkembangan Gyokeres

Konteks inilah yang terasa ideal bagi Gyokeres. Laga yang lebih terbuka memberinya ruang untuk bermain kombinatif dengan rekan-rekannya, situasi yang mirip dengan saat ia mencetak gol sebagai pemain pengganti di kandang Inter Milan pada laga Liga Champions bulan lalu.

Ketika Arteta berbicara soal dukungan di sekitarnya, Kai Havertz menjadi contoh paling nyata.

Gelandang asal Jerman itu tampil impresif sejak kembali dari cedera. Pergerakannya yang cerdas ke ruang kosong kembali berbuah assist, dan kini ia sudah dua kali menyuplai gol untuk Gyokeres hanya dalam waktu lebih dari sepekan.

Kontribusi serupa juga datang dari Gabriel Martinelli, yang kembali dimainkan di sisi kanan menggantikan peran Bukayo Saka. Dari sana, Martinelli menemukan Gyokeres lewat rangkaian serangan cepat yang efektif.

Bagi Arteta, perkembangan Gyokeres bukan hanya soal gol.

"Yang benar-benar membuat perbedaan adalah konsistensi yang ia tunjukkan setiap hari, dalam latihan, dalam memahami rekan setimnya," ungkap Arteta.

"Berani berbicara, meminta pergerakan, meminta jenis umpan dan crossing yang ia butuhkan. Dan tentu saja, melakukan apa yang ia lakukan hari ini di lapangan," lanjutnya.

Kepercayaan Diri

Selain mencetak gol, Gyokeres tampil lebih tenang saat menguasai bola di bawah tekanan. Gol pertamanya yang lahir hanya enam menit setelah masuk sebagai pemain pengganti tampak memberi efek besar terhadap rasa percaya dirinya.

"Itulah kata kuncinya: kepercayaan diri," kata Arteta.

"Saat Anda merasa percaya diri, merasa penting, dan merasa berada di kondisi terbaik, di situlah Anda bisa membawa permainan ke level tertinggi. Kami semua, rekan setim dan staf, selalu berada di belakangnya untuk mendukung. Dia menjawabnya dengan performa, dan sekarang dia berada di momen yang sangat bagus," tutur pelatih asal Spanyol itu.

Musim ini, Arsenal memang menaruh perhatian besar pada pentingnya membuat pemain tetap merasa berharga, meski tidak selalu menjadi starter.

Pekan lalu, Noni Madueke sejatinya tidak direncanakan tampil sejak awal. Namun, cedera pinggul yang dialami Saka memaksanya masuk ke starting XI, dan ia langsung membayar kepercayaan dengan satu gol dan satu assist saat Arsenal unggul 2-0 di babak pertama melawan Leeds.

Gol Gyokeres dan assist Martinelli ke gawang Sunderland membuat Arsenal kini memimpin Premier League dalam kontribusi gol dari pemain pengganti, dengan total 16 keterlibatan gol.

"Ia langsung siap," kata Arteta soal dampak Gyokeres.

"Ketika ia melihat susunan pemain dan namanya tidak ada, semua orang bereaksi dengan cara yang tepat karena kami tahu betapa pentingnya para finisher. Dampak mereka terhadap tim, hasil, dan posisi kami sangat besar. Saya sangat senang."

Keunggulan Gol

Waktu gol Gyokeres juga krusial. Arsenal sempat dikenal kerap memasuki 15 menit terakhir pertandingan dengan keunggulan satu gol, situasi yang sering memicu ketegangan.

Pada 30 Desember lalu, Arsenal tercatat sebagai tim dengan jumlah keunggulan satu gol terbanyak menjelang 15 menit terakhir pertandingan, yakni delapan kali. Beberapa di antaranya berakhir dengan drama, seperti saat melawan Brentford dan Wolverhampton.

Enam laga liga setelah pergantian tahun, angka itu masih sama. Namun, Arsenal kini berhasil meningkatkan jumlah keunggulan dua gol dari enam menjadi sembilan, terbaik kedua di liga. Gol Gyokeres pada menit ke-66 membuat laga lebih nyaman bagi Arsenal dan para pendukungnya.

Di musim yang kerap terasa berat, kemenangan ini menjadi semacam kemewahan tersendiri, dan Viktor Gyokeres memainkan peran penting dalam cerita itu.

 

Sumber: The Athletic

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer