Terancam Gagal Bermain akibat Aturan Baru AFC, PSSI Sudah Kirim Entry by Name Timnas Indonesia U-23 Asian Games 2026 sejak 2 Bulan Lalu

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan entry by name Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2026 sejak dua bulan lalu di tengah kabar ancaman tidak bisa bermain di pesta olahraga terbesar Asia itu.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 12 Februari 2026, 12:15 WIB
Asian Games 2026. (Bola.com/Dok.aichi-nagoya2026).

Bola.com, Tangerang - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan entry by name Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2026 sejak dua bulan lalu di tengah kabar ancaman tidak bisa bermain di pesta olahraga terbesar Asia itu.

Timnas Indonesia U-23 kemungkinan tidak dapat berpartisipasi di cabang olahraga (cabor) sepak bola putra Asian Games 2026 karena pesertanya hanya berasal dari Piala Asia U-23 2026.

Advertisement

Biasanya, setiap negara berhak mengirimkan timnasnya ke cabor sepak bola putra Asian Games, tetapi aturan itu diubah oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Dewan Olimpiade Asia (OFC).

"Bahkan entry by name Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2026 itu sudah kami kirim sejak dua bulan yang lalu," ujar Sumardji.


Sejak Awal Ingin Main di Asian Games 2026

Di sisi lain, jelang laga krusial kontra Myanmar di Grup C SEA Games 2025, kondisi terkini skuad Timnas Indonesia U-22 dikabarkan menunjukkan tren positif. Manajer tim, Sumardji, memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi bugar dan tidak ada yang mengalami cedera. Tampak dalam foto, pemain Timnas Indonesia U-22 melakukan sesi latihan resmi jelang melawan Myamar pada matchday kedua Grup C SEA Games 2025. (Bola.com/ Bagaskara Lazuardi)

Entry by name maksudnya adalah daftar pemain yang berisikan skuad besar, misalnya 50 nama, yang diberikan ke penyelenggara untuk pendaftaran awal.

Hanya pemain yang masuk entry by name yang bisa bermain dalam suatu kejuaraan.

"Kami memang dari awal itu Asian Games 2026. Baru kemarin kami mendapatkan informasi. Kami harus memastikan itu," tutur Sumardji.


Koordinasi dengan KOI

Sumardji mengaku pihaknya terus berkoordinasi secara intens dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengenai kepastian dari aturan ini.

Komunikasi dilakukan lewat Endri Erawan, anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga menjabat sebagai Exco NOC Indonesia.

"Tadi saya sudah diskusi, saya sudah tanya baik ke departemen internasional dan juga saya sudah koordinasi dengan KOI, Pak Endri kebetulan di KOI. Jadi sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan surat resmi bahwa kami tidak ikut dalam Asian Games di Jepang," jelas Sumardji.

"Tetapi, kembali lagi, ini kan masih ada waktu, kami akan selalu koordinasi karena ini memang ranahnya Komite Olahraga sehingga nanti kepastian seperti apa, ya nanti akan segera kami update," ucapnya.

Berita Terkait