Bola.com, Tangerang - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan entry by name Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2026 sejak dua bulan lalu di tengah kabar ancaman tidak bisa bermain di pesta olahraga terbesar Asia itu.
Timnas Indonesia U-23 kemungkinan tidak dapat berpartisipasi di cabang olahraga (cabor) sepak bola putra Asian Games 2026 karena pesertanya hanya berasal dari Piala Asia U-23 2026.
Biasanya, setiap negara berhak mengirimkan timnasnya ke cabor sepak bola putra Asian Games, tetapi aturan itu diubah oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Dewan Olimpiade Asia (OFC).
"Bahkan entry by name Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2026 itu sudah kami kirim sejak dua bulan yang lalu," ujar Sumardji.
Sejak Awal Ingin Main di Asian Games 2026
Entry by name maksudnya adalah daftar pemain yang berisikan skuad besar, misalnya 50 nama, yang diberikan ke penyelenggara untuk pendaftaran awal.
Hanya pemain yang masuk entry by name yang bisa bermain dalam suatu kejuaraan.
"Kami memang dari awal itu Asian Games 2026. Baru kemarin kami mendapatkan informasi. Kami harus memastikan itu," tutur Sumardji.
Koordinasi dengan KOI
Sumardji mengaku pihaknya terus berkoordinasi secara intens dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengenai kepastian dari aturan ini.
Komunikasi dilakukan lewat Endri Erawan, anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga menjabat sebagai Exco NOC Indonesia.
"Tadi saya sudah diskusi, saya sudah tanya baik ke departemen internasional dan juga saya sudah koordinasi dengan KOI, Pak Endri kebetulan di KOI. Jadi sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan surat resmi bahwa kami tidak ikut dalam Asian Games di Jepang," jelas Sumardji.
"Tetapi, kembali lagi, ini kan masih ada waktu, kami akan selalu koordinasi karena ini memang ranahnya Komite Olahraga sehingga nanti kepastian seperti apa, ya nanti akan segera kami update," ucapnya.