Bola.com, Tangerang - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyerahkan kepada Ketua PSSI, Erick Thohir, dan jajaran Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk menentukan penggantinya sebagai manajer Timnas Indonesia.
Pada akhir tahun lalu, Sumardji memutuskan untuk meletakkan jabatannya sebagai manajer Timnas Indonesia dan timnas U-23 pasca-kegagalan di SEA Games 2025 Thailand.
Usai tidak lagi menjadi manajer Timnas Indonesia, Sumardji memilih untuk berkonsentrasi sebagai BTN dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
"Saya masih belum tahu. Itu semua tergantung nanti Pak Ketua PSSI dan mungkin teman-teman Exco seperti apa," ujar Sumardji.
Unek-Unek Sumardji
Sumardji menceritakan bahwa tidak mudah menjadi manajer Timnas Indonesia dan U-23. Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, pada 12 Februari 1972, itu harus memikul tanggung jawab besar atas performa pemain dan hasil.
"Sebab jujur saja, memang tugas pekerjaan manajer cukup berat. Sekali lagi cukup ebrat. Mungkin orang di luar menganggapnya itu ringan-ringan," ucap Sumardji.
"Jujur, sebenarnya selama ini yang saya alami itu sangat berat. Satu, harus bisa memberikan rasa aman, nyaman, dan sejahtera pemain."
"Yang kedua, tekanan publik juga larinya pasti tertuju kepada manajer. Sehingga ketika itu tidak berhasil, manajer harus berani ngambil sikap dan harus bertanggung jawab," imbuhnya.
Sejak 2019
Sumardji sudah berperan sebagai manajer Timnas Indonesia sejak masih ditangani oleh Simon McMenemy pada 2019. Kepergantian pelatih dan pengurus PSSI tidak berpengaruh terhadap posisinya.
Selain sebagai Ketua BTN dan anggota Exco PSSI, Sumardji juga punya berstatus COO Bhayangkara FC.