Tottenham Bergerak Cepat usai Pecat Thomas Frank, De Zerbi Jadi Kandidat Kuat

Tottenham Hotspur tidak membutuhkan waktu lama untuk menyusun rencana baru setelah memutuskan berpisah dengan Thomas Frank.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 13 Februari 2026, 05:15 WIB
Pelatih kepala Brentford asal Denmark, Thomas Frank, tiba sebelum pertandingan Liga Primer Inggris antara Nottingham Forest dan Brentford di The City Ground di Nottingham, Inggris bagian tengah, pada 1 Mei 2025. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Tottenham Hotspur tidak membutuhkan waktu lama untuk menyusun rencana baru setelah memutuskan berpisah dengan Thomas Frank. Klub London Utara itu langsung bergerak aktif mencari sosok pelatih pengganti demi menjauh dari ancaman degradasi di Premier League.

Keputusan memecat Frank diambil pada Rabu lalu, tak lama setelah kekalahan dari Newcastle United di Tottenham Hotspur Stadium. Hasil tersebut membuat Spurs hanya berjarak lima poin dari zona degradasi, situasi yang dianggap tidak bisa ditoleransi oleh manajemen.

Advertisement

Dalam upaya mencari solusi cepat, Tottenham dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pelatih papan atas Eropa. Setidaknya ada tiga nama besar yang masuk dalam radar manajemen Spurs untuk menangani tim utama.

Langkah agresif ini menunjukkan keseriusan Tottenham dalam mengamankan masa depan klub, baik untuk sisa musim ini maupun jangka panjang, terlebih dengan tekanan besar dari suporter yang menginginkan stabilitas dan identitas permainan yang jelas.

 


Roberto De Zerbi Jadi Kandidat Kuat

De Zerbi akan menggantikan Jean-Louis Gasset, yang memutuskan pensiun usai menjadi pelatih sementara menggantikan Gennaro Gattuso, Februari lalu. (CLEMENT MAHOUDEAU / AFP)

Salah satu nama yang paling santer dikaitkan dengan Tottenham adalah Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia itu sebelumnya telah dipantau Spurs sejak awal Januari sebagai calon pengganti Thomas Frank.

De Zerbi sempat menangani Marseille dan dikabarkan merasa tersanjung ketika mengetahui namanya masuk dalam daftar incaran Tottenham. Situasi semakin terbuka setelah De Zerbi resmi meninggalkan jabatannya di klub Prancis tersebut pekan ini.

Media Prancis melaporkan bahwa Tottenham sudah melakukan kontak dengan De Zerbi selama beberapa hari terakhir. Pelatih berusia 45 tahun itu disebut berpotensi tergoda untuk menangani klub yang musim lalu tampil sebagai juara Liga Europa.

Ketersediaan De Zerbi di bursa pelatih membuat namanya menjadi opsi realistis bagi Spurs, terutama mengingat rekam jejaknya yang impresif saat menangani Brighton & Hove Albion di Premier League.

 


Thomas Tuchel, Opsi Sulit yang Mulai Menutup

Thomas Tuchel kini menjadi pelatih timnas Inggris. Meski berhasil meraih trofi bersama Chelsea, beberapa kebijakan transfernya menuai kontroversi. Tuchel kerap melepas pemain Inggris yang akhirnya bersinar di klub lain.

Selain De Zerbi, Tottenham juga sempat mendekati Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman tersebut saat ini menjabat sebagai pelatih tim nasional Inggris.

Tuchel awalnya terikat kontrak hingga Piala Dunia 2026, namun laporan terbaru menyebutkan ia telah menyepakati perpanjangan kontrak bersama FA hingga 2028. Kondisi ini membuat peluang Tottenham untuk merekrutnya semakin kecil.

Dengan statusnya sebagai salah satu pelatih paling berprestasi di dunia, Tuchel tentu menjadi target ideal. Namun, komitmennya bersama Inggris menjadikan opsi ini nyaris tertutup bagi Spurs.

Manajemen Tottenham disebut menyadari bahwa upaya membujuk Tuchel keluar dari proyek jangka panjang tim nasional Inggris akan menjadi tugas yang sangat berat.

 


Mauricio Pochettino, Opsi Emosional yang Menggoda

Pochettino dipercaya membangun skuad Chelsea dengan modal yang besar. The Blues tercatat mengeluarkan uang lebih dari 500 juta paun untuk merekrut banyak pemain termasuk memecahkan rekor transfer atas nama Moises Caicedo, seharga 115 juta paun. (AFP/Adrian Dennis)

Nama lain yang juga masuk dalam daftar pendek Tottenham adalah Mauricio Pochettino. Pelatih asal Argentina tersebut saat ini menangani tim nasional Amerika Serikat.

Sumber internal menyebutkan bahwa Pochettino akan dengan senang hati kembali ke Tottenham setelah Piala Dunia. Hal ini memberi optimisme tersendiri bagi pemilik klub, ENIC, bahwa reuni tersebut bukan sekadar angan.

Kepulangan Pochettino diyakini akan disambut hangat oleh suporter Spurs. Ia masih dikenang sebagai sosok penting di balik musim bersejarah 2018/2019, ketika Tottenham melaju hingga final Liga Champions.

Pochettino pernah menangani Tottenham sejak 2014 hingga dipecat pada November 2019. Kini, di tengah krisis performa dan identitas, namanya kembali mencuat sebagai figur yang dianggap mampu mengembalikan arah klub.

Sumber: TeamTALK


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait