8 Event Olaharaga yang Paling Banyak Penontonnya: Piala Dunia 2022 Paling Fenomenal

Berdasarkan data dari laporan mendalam The Sun serta pembaruan dari LA Times, berikut adalah delapan event olahraga paling banyak ditonton sepanjang masa.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 13 Februari 2026, 19:45 WIB
Pemain Argentina Lionel Messi mengangkat trofi juara di depan para penggemar usai mengalahkan Prancis pada pertandingan sepak bola final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, 18 Desember 2022. Argentina menang 4-2 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 3 -3. (AP Photo/Martin Meissner)

Bola.com, Jakarta - Olahraga menyatukan manusia dari berbagai penjuru dunia. Baik itu sepak bola, basket, kriket, tinju, tenis, maupun yang lain. 

Ada banyak ajang level dunia yang bisa dinikmati sepanjang tahun, dari muramnya Januari hingga periode musim panas antara Juni dan Agustus.

Advertisement

Menggunakan angka penonton secara terpisah memang bukan cara terbaik untuk menilai seberapa banyak sebuah acara disaksikan. Namun, hal itu tetap menjadi cara yang cukup pasti untuk menentukan tingkat ketertarikan terhadap masing-masing ajang.

Berdasarkan data dari laporan mendalam The Sun serta pembaruan dari LA Times, berikut adalah delapan event olahraga paling banyak ditonton sepanjang masa. 


8. Afrika Selatan Vs Inggris: Piala Dunia Rugbi 2019 (857 Juta Penonton)

Meskipun sering berada di bawah bayang-bayang sepak bola, rugbi tetap terdokumentasi dengan baik di seluruh dunia. Negara-negara seperti Selandia Baru, Wales, dan Australia sama-sama memiliki minat besar terhadap olahraga ini.

Namun, kemenangan Afrika Selatan atas Inggris, pertandingan yang berakhir 32-12, justru menarik jumlah penonton terbesar.

Sebanyak 857 juta orang, menurut laporan mendalam The Sun, menyaksikan final Piala Dunia Rugby lima tahun lalu pada 2019. Ketika pemain seperti Owen Farrell, Tom Curry, dan Courtney Lawes harus melihat Springboks meraih gelar Piala Dunia Rugby ketiga sepanjang sejarah mereka sekaligus menegaskan diri sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan.   


7. Asian Games (986 Juta Penonton)

Foto udara pada 1 April 2022 ini menunjukkan Stadion Pusat Olahraga Olimpiade Hangzhou, stadion utama Asian Games ke-19, di Hangzhou di provinsi Zhejiang timur China. Asian Games ke-19 Hangzhou 2022 rencananya digelar pada 10-25 September 2022. (STR / AFP)

Sebanyak 45 negara peserta, termasuk India, Qatar, Korea Selatan, China, dan lainnya, terlibat dalam Asian Games. Ajang ini merupakan kompetisi multi-olahraga tingkat benua yang digelar setiap empat tahun sekali dan rata-rata menarik 986 juta penonton setiap kali diselenggarakan.

Ini mungkin mengejutkan mengingat minimnya liputan media. Namun, fakta bahwa setengah populasi dunia tinggal di Asia membuat angka penonton yang sangat tinggi tersebut menjadi masuk akal.

Asian Games pertama (1951) digelar di New Delhi, India, sementara edisi terbarunya (2022) berlangsung di Hangzhou, China.   


6. Piala Dunia Kriket 2019 (Rp1,6 Miliar Penonton)

Dari Inggris hingga India, kriket merupakan salah satu olahraga yang paling digemari di dunia. Ketika Inggris mengalahkan Selandia Baru di Lord’s, London, pada 2019, tercatat sebanyak 1,6 miliar orang menyaksikan kemenangan bersejarah tersebut.

Turnamen yang terdokumentasi dengan baik ini berlangsung lebih dari satu bulan, yang pada akhirnya memberi penyiar cukup waktu untuk menarik audiens dalam jumlah besar.

Olahraga ini mungkin hanya sangat populer di sejumlah kecil negara, tetapi angka penonton yang memecahkan rekor tersebut terjadi karena negara-negara itu menampung sebagian besar populasi dunia.   


5. Tinju Muhammad Ali vs Leon Spinks pada1978 (2 Miliar Penonton)

Muhammad Ali saat menjalani pertarungan dengan Joe Frazier pada 1981. (AFP)

Perarungan berlangsung pada 15 September 1978. Duel sensasional antara Muhammad Ali dan underdog Leon Spinks menjadi pertandingan tinju paling banyak ditonton sepanjang masa, dengan jumlah penonton jauh melampaui kemenangan Paul atas Tyson.

Status superstar Ali, yang dianggap sebagai salah satu petinju pound-for-pound terbaik dalam sejarah, membuat penonton dari berbagai negara menyalakan televisi mereka untuk menyaksikannya beraksi.

Pada kemenangan terakhir dalam kariernya, Ali mendapatkan kekaguman dunia dengan menghadirkan angka penonton yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia.

Setelah kalah pada pertarungan pertama melalui keputusan split decision pada Februari di tahun yang sama, tiga juri kemudian memberi nilai 11–4, 10–4–1, dan 10–4–1, semuanya untuk kemenangan Ali melalui keputusan mutlak.   


4. Olimpiade Musim Dingin 2006 (2,1 Miliar Penonton)

Pertama kali digelar pada 1924, Olimpiade Musim Dingin sering kali berada di bawah bayang-bayang “saudaranya” yang lebih cerah, yakni Olimpiade Musim Panas.

Hal yang membuat ajang ini istimewa adalah kemampuannya menyoroti cabang-cabang olahraga yang biasanya tidak mampu menarik jumlah penonton besar jika berdiri sendiri.

Seperti yang dapat diduga, Olimpiade Musim Dingin secara alami didominasi oleh negara-negara beriklim dingin.

Norwegia berada di puncak klasemen perolehan medali sepanjang masa, mengungguli negara-negara seperti Kanada dan Austria.

Edisi yang digelar di Torino pada 2006, menurut The Sun, menjadi acara paling banyak ditonton dalam sejarahnya dengan total 2,1 miliar penonton dari awal hingga akhir. Jerman (11 emas, 12 perak, dan enam perunggu) keluar sebagai juara umum.   


2. Tour de France 2024 (3,5 Miliar Penonton)

Pembalap sepeda Astana Qazaqstan, Mark Cavendish melakukan selebrasi setelah memenangkan Tour de France Criterium di Singapura pada Minggu, 10 November 2024. (AP Photo/Danial Hakim)

Berkat durasi lomba yang berlangsung selama total 23 hari, balapan sepeda paling bergengsi di dunia, Tour de France, memiliki waktu lebih lama dibandingkan kebanyakan ajang lain untuk mengumpulkan jumlah penonton yang besar.

Meskipun menarik audiens yang sangat besar, para penonton tersebut tidak selalu mengikuti siaran dari awal hingga akhir.

Menurut penyelenggara lomba, lebih dari tiga miliar orang di seluruh dunia menyaksikan sebagian dari ajang yang digelar di Prancis ini, yang menempatkannya di posisi ketiga dalam daftar tersebut. Sebanyak 12 juta orang hadir langsung di lokasi, sementara siaran televisinya ditonton di 190 negara dari kenyamanan rumah masing-masing.   


2. Olimpiade Beijing 2008 (4,7 Miliar Penonton)

Pemain badminton Indonesia Markis Kido (kanan) dan Hendra Setiawan merayakan dengan medali emas mereka usai mengalahkan pemain badminton China Cai Yun dan Fu Haifeng pada pertandingan final ganda putra Olimpiade Beijing 2008 di Beijing, China, 16 Agustus 2008. (AFP PHOTO/GOH CHAI HIN)

Memang tidak terlalu mengejutkan Olimpiade berada di dekat puncak daftar ini, mengingat banyaknya negara dan cabang olahraga yang ditawarkan setiap empat tahun. Mengingat sifatnya yang mencakup berbagai aspek, beragam penonton pun tertarik dan akhirnya menyaksikan ajang tersebut.

Enam belas tahun lalu, tepatnya pada 2008, sebagian besar populasi dunia, sekitar 4,7 miliar orang, menonton setidaknya pada satu momen selama dua minggu penyelenggaraan Olimpiade.

Negara tuan rumah China tampil sebagai peraih kemenangan keseluruhan dengan 48 medali emas, 22 perak, dan 30 perunggu (total 100 medali). Amerika Serikat finis di posisi kedua, sementara Rusia membawa pulang posisi ketiga.   


1. Piala Dunia 2022 (5,4 Miliar Penonton)

Lionel Messi cs sukses membawa Tim Tango meraih gelar juara Piala Dunia 2022. Guna memeriahkan perayaan tersebut, Pemerintah Argentina sampai menetapkan hari Selasa 20 Desember 2022 sebagai hari libur nasional. (AP Photo/Martin Meissner)

Saat Lionel Messi menyempurnakan karier sepak bolanya dengan mengangkat trofi Piala Dunia 2022 yang prestisius, sebanyak 5,4 miliar orang terpaku di depan televisi sepanjang turnamen tersebut.

Laga puncaknya mempertemukan Argentina melawan Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe. Kemenangan diraih Argentina lewat adu penalti dalam pertandingan yang dianggap sebagai salah satu final Piala Dunia terbaik sepanjang sejarah.

Dua bintang Paris Saint-Germain itu saling berhadapan pada 18 Desember di Stadion Lusail, Lusail, Qatar. Rekor 1,5 miliar orang menyaksikan momen luar biasa tersebut secara langsung. Bahkan, partai finalnya saja sudah cukup untuk masuk ke dalam daftar ini secara terpisah. Sebuah momen yang terasa mustahil terulang, begitu istimewanya.   

Sumber: Give Me Sport 

Berita Terkait