Nama-nama Manajer yang Bisa Dibidik MU Setelah Thomas Tuchel Perpanjang Kontrak Bareng Timnas Inggris: Xabi Alonso Favorit

Kursi panas manajer permanen di tim Manchester United (MU) pada musim 2026/2027 terus jadi perbincangan hangat.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 14 Februari 2026, 07:45 WIB
Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, terlihat sebelum pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kursi panas manajer permanen di tim Manchester United (MU) pada musim 2026/2027 terus jadi perbincangan hangat.

Dengan masa depan jangka panjang Michael Carrick yang belum jelas, sejumlah nama eksternal mulai dikaitkan dengan Old Trafford.

Advertisement

Satu nama yang dipastikan tak masuk daftar adalah Thomas Tuchel. Kontrak barunya bersama Timnas Inggris menutup peluangnya menangani MUmusim panas nanti.

Bahkan sebelumnya, Thomas Tuchel disebut kurang terkesan dengan proses pendekatan MU pada tahun 2024, sebelum akhirnya menerima tawaran FA untul melatih Timnas Inggris pada Oktober 2024.

Saat ini MU ditangani sementara oleh Michael Carrick. Dia langsung menghadirkan performa positif untuk MU dan masih belum terkalahkan.

Namun pengalaman masa lalu bersama Ole Gunnar Solskjaer menjadi pengingat bahwa solusi sentimental tak selalu berujung sukses jangka panjang.

Berikut sejumlah opsi eksternal yang bisa dipertimbangkan manajemen MU untuk menjadi manajer permanen pada musim 2026/2027. 

 

 


Carlo Ancelotti

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memimpin sesi latihan menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador. Latihan ini digelar di Sao Paulo, Brasil, pada Selasa, 3 Juni 2025. (AP Photo/Andre Penner)

Saat ini terikat kontrak dengan Timnas Brasil hingga Piala Dunia 2026. Reputasinya tak diragukan lagi, lima trofi Liga Champions bersama AC Milan dan Real Madrid.

Namun Ancelotti dikenal sukses memoles skuad bertabur bintang yang sudah matang. MU justru membutuhkan pelatih yang mampu membangun ulang fondasi tim.

Faktor usia, sudah 66 tahun dan periode kurang mengesankan di Everton juga menjadi pertimbangan.

 

 

 

 


Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino. (AFP/Adrian Dennis)

Mauricio Pochettino adalah nama yang lama dikaitkan dengan MU. Pernah bersinar bersama Tottenham Hotspur, termasuk mencapai final Liga Champions 2019.

Namun setelah itu kariernya meredup, kurang meyakinkan di Paris Saint-Germain, singkat di Chelsea, dan kini menangani Timnas Amerika Serikat.

Meski dulu menjadi pilihan Alex Ferguson sebagai suksesor Louis van Gaal, saat ini ia terasa seperti opsi masa lalu, bukan masa depan.

 


Xabi Alonso

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi saat timnya berhadapan dengan Real Sociedad pada pekan 4 Liga Spanyol 2025/2026, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. (ANDER GILLENEA / AFP)

Nama paling menarik di daftar ini. Sukses mengakhiri dominasi 11 tahun Bayern Munchen di Bundesliga bersama Bayer Leverkusen pada 2024, sebuah pencapaian monumental.

Meski sempat tersingkir dari Madrid, reputasinya tetap tinggi. Dengan pengalaman bermain di bawah Ancelotti, Jose Mourinho, Rafael Benitez, dan Pep Guardiola, Alonso punya fondasi taktik dan mental yang kuat. Premier League terasa seperti langkah logis berikutnya.


Xavi

Xavi Hernandez. (LLUIS GENE / AFP)

Legenda FC Barcelona ini masih menganggur sejak meninggalkan Camp Nou. Ia membawa Barcelona menjuarai La Liga 2022-23, namun pengalaman melatihnya relatif terbatas, termasuk periode di Al Sadd.

Nama besar dan aura bintang jelas ada. Tetapi MU membutuhkan lebih dari sekadar “stardust”. Mereka memerlukan pelatih yang mampu membangun struktur, konsistensi, dan mental juara.

 

Berita Terkait