Bola.com, Jakarta - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memberikan pujian setinggi langit kepada Luka Modric setelah kemenangan 2-1 atas Pisa SC dalam lanjutan Serie A Liga Italia, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB.
Gelandang veteran Kroasia itu menjadi penentu kemenangan Rossoneri lewat gol telatnya, sekaligus menegaskan statusnya sebagai figur penting di ruang ganti.
“Terlepas dari tekniknya yang luar biasa, dia benar-benar ingin meraih kemenangan ini di akhir pertandingan. Kita semua harus belajar dari karakter dan kerendahan hatinya yang luar biasa," ujar Allegri.
"Kami sangat senang memilikinya di sini, para pemain muda harus memaksimalkan kesempatan bekerja bersamanya,” lanjut pelatih AC Milan itu.
Modric bahkan dinobatkan sebagai Man of the Match Serie A dan menjadi pemain ketiga tertua yang mencetak gol dalam sejarah Serie A pada usia 40 tahun 157 hari.
Pola Berulang AC Milan yang Disorot Allegri
Pertandingan ini terasa seperti deja vu bagi AC Milan. Setelah unggul lebih dulu lewat sundulan Ruben Loftus-Cheek, mereka sempat berada dalam tekanan.
Niclas Fullkrug gagal memaksimalkan penalti setelah bola menghantam tiang, sebelum Felipe Loyola menyamakan kedudukan untuk Pisa. Allegri mengakui laga tersebut tidak berjalan mudah bagi timnya.
“Tidak mudah malam ini, karena Pisa adalah tim yang tidak nyaman untuk dihadapi. Mereka terlihat seperti hanya bertahan dan tidak melakukan apa-apa, lalu bisa menyerang balik dan membuat kami lengah saat gol mereka tercipta," ujar Allegri.
"Jadi kami membawa pulang tiga poin, tetapi kami benar-benar harus meningkatkan performa setelah penampilan ini,” lanjutnya.
AC Milan kini tak terkalahkan dalam 23 pertandingan Serie A Liga Italia, menjadi rekor terpanjang saat ini di lima liga top Eropa, dan menjadi satu-satunya tim yang mampu menjaga jarak dengan pemuncak klasemen, Inter Milan.
“Tim ini memiliki kualitas teknis, tapi terkadang kami melambat secara mental, dan di situ kami masih perlu meningkatkan level. Seluruh musim bisa berubah hanya dalam waktu sepekan, ini laga tandang keenam kami dari sembilan pertandingan terakhir, jadi kemenangan ini tidak bisa dianggap remeh," ujarnya.
Gol Penentu Modric dan Penyesuaian Taktik
Setelah Pisa menyamakan skor, Allegri memasukkan Christian Pulisic dan Rafael Leao untuk menambah daya gedor bersama Fullkrug.
Namun, setelah Luka Modric mencetak gol kemenangan, Allegri menarik Fullkrug dan memasukkan Koni De Winter demi menjaga keseimbangan tim, terlebih setelah Adrien Rabiot menerima kartu merah akibat protes berlebihan.
Terkait kegagalan penalti Fullkrug, Allegri tetap tenang.
“Penalti bisa saja gagal, itu momen penting, tetapi hal seperti ini bisa terjadi. Pulisic dan Leao masuk dengan sikap yang tepat, memiliki tiga penyerang seperti ini sangat bagus untuk memberi tim berbagai opsi,” ujarnya.
Rabiot memang sudah dipastikan absen melawan Como karena akumulasi kartu kuning, tetapi kartu merah tersebut membuatnya juga harus menjalani sanksi pada Derby della Madonnina kontra Inter Milan.
Fokus Allegri: Tiga Poin Lebih Penting
Saat ditanya apakah ia lebih ingin melihat Inter Milan atau Juventus kehilangan poin dalam laga besar mereka, Allegri memilih untuk fokus pada timnya sendiri.
“Terpenting adalah kami mendapatkan tiga poin, sekarang kami berada di 53 poin, jadi kami selangkah lebih dekat dengan satu kemenangan lagi untuk mencapai tujuan kami,” jawab pelatih Milan tersebut.
Bagi Allegri, kemenangan ini bukan hanya soal posisi di klasemen, tetapi juga tentang mentalitas. Dan dalam hal itu, Luka Modric menjadi contoh nyata yang, menurutnya, patut dipelajari oleh seluruh skuad AC Milan.
Sumber: Football Italia