Cristian Chivu Bela Kemenangan Inter atas Juventus: Kalulu Harus Jaga Tangan

Cristian Chivu membela kemenangan Inter Milan atas Juventus.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 15 Februari 2026, 11:45 WIB
Gelandang Inter Milan asal Polandia bernomor punggung 7, Piotr Zielinski, merayakan gol ketiga timnya bersama pelatih Inter Milan asal Rumania, Cristian Chivu, selama pertandingan Serie A Italia antara Inter Milan dan Juventus di Stadion San Siro di Milan, Minggu dini hari WIB. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, membela kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus dalam Derby d'Italia di San Siro, Minggu (15-2-2026) dini hari WIB.

Ia mengakui tekanan akibat rekor buruk melawan tim-tim besar sempat membebani anak asuhnya, tetapi menepis anggapan bahwa Alessandro Bastoni melakukan diving untuk membuat Pierre Kalulu diusir.

Advertisement

Inter sebelumnya gagal mengalahkan klub-klub besar lain musim ini. Bahkan dalam laga ini pun mereka harus menunggu hingga menit ke-90 untuk memastikan kemenangan atas Juventus yang bermain dengan 10 orang.

Pertandingan berjalan liar. Andrea Cambiaso mencetak gol dan juga gol bunuh diri untuk membuat skor 1-1 sebelum kartu merah kontroversial Kalulu. Sundulan Francesco Pio Esposito sempat membawa Inter unggul, tetapi dibalas oleh Manuel Locatelli.

Gol penentu lahir lewat tembakan Piotr Zielinski yang melewati kolong kaki Locatelli dan mengecoh Michele Di Gregorio.

"Kami musim ini ingin lebih fokus pada performa ketimbang hasil. Tapi, seperti yang terus Anda ingatkan, Inter tidak mengalahkan tim besar di Serie A selama dua tahun, jadi para pemain merasakan tekanan itu," ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.

"Dengan hati dan karakter, kami melakukan apa yang diperlukan untuk membawa pulang kemenangan. Saya akan mengambil determinasi dan keinginan untuk terus menyakiti tim yang telah menimbulkan masalah bagi setiap lawan sejak Luciano Spalletti datang. Mereka tim yang mengesankan, secara kolektif maupun individu," imbuhnya.


Soal Insiden Kalulu dan Bastoni

Pierre Kalulu menerima kartu merah di laga Inter Milan vs Juventus di pekan ke-25 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza, Minggu (15/02/2026) dini hari WIB. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Juventus begitu marah dengan kepemimpinan wasit hingga pelatih Luciano Spalletti menolak berbicara kepada media dan mengutus direktur klub. Namun, Chivu tetap mencoba menjaga jarak dari polemik wasit.

"Saya pikir itu sentuhan ringan, tapi tetap ada sentuhan," kata Chivu.

"Ketika saya menghadapi situasi serupa di Liga Champions, saya mengatakan kepada pemain saya untuk tidak menempatkan diri dalam situasi yang memaksa wasit mengambil keputusan."

Ia merujuk pada penalti lunak yang pernah diberikan kepada Liverpool saat melawan Inter di kompetisi Eropa.

"Walau ringan, dan kita harus mengakui itu sentuhan ringan, pemain saya tetap merasakan sentuhan itu dan sedang berlari dengan kecepatan penuh. Kalulu pemain berpengalaman dan dia seharusnya tahu dalam situasi seperti ini, jaga tangan Anda untuk diri sendiri," ucapnya.

Bastoni sudah mengantongi kartu kuning dan berisiko mendapat kartu kedua karena simulasi. Chivu akhirnya menarik bek Timnas Italia itu saat jeda.

"Saya mengganti Bastoni karena takut dengan Conceicao, tetapi karena Conceicao kemudian juga diganti, seharusnya saya membiarkannya tetap di lapangan," jelas Chivu.


Reaksi Chivu

Pelatih Inter Milan asal Rumania, Cristian Chivu, dan pelatih Juventus asal Italia, Luciano Spalletti, tiba untuk pertandingan Serie A Italia antara Inter Milan dan Juventus di Stadion San Siro di Milan, Minggu (15-2-2026) dini hari WIB. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Sebagai mantan bek, Chivu juga ditanya bagaimana reaksinya jika berada di posisi Kalulu.

"Jika saya sudah mengantongi kartu kuning, saya tidak akan meletakkan tangan pada lawan, terutama saat serangan balik ketika saya sudah kalah cepat dari lawan," tegasnya.

Inter sebenarnya memuncaki klasemen Serie A, meski belum pernah memenangkan duel head-to-head kontra tim besar musim ini. Chivu mengakui statistik itu berdampak secara psikologis.

"Saya harap pertandingan malam ini menjadi titik balik untuk blok mental dan bahkan fisik yang dimiliki tim ini. Saya tidak menyukai performa kami, kami tidak memiliki kaki atau ketajaman untuk melakukan apa yang telah kami siapkan atau memainkan sepak bola kami," ulasnya.

"Pada akhirnya saya akan mengambil kemenangan ini. Anda bisa merasakan kecemasan tim yang tidak mampu memenangkan laga besar selama dua tahun, itu membebani mereka."

Chivu juga memberi kredit kepada Juventus.

"Kami harus memberi penghargaan kepada Juventus yang menimbulkan masalah dengan pergerakan, kualitas, dan gaya permainan yang diusung Spalletti. Mereka dalam kondisi bagus, dan bahkan dengan 10 pemain mampu menyamakan kedudukan," kata pelatih asal Rumania itu.

"Ketika kami unggul 2-1, seharusnya kami bisa mengontrol situasi lebih baik, rasa takut muncul. Tapi, saya senang kami terus mendorong hingga akhir untuk meraih kemenangan dan memenangkannya lewat gol hebat Zielinski," katanya lagi.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait