Jorge Lorenzo Tak Menyangka Akan Begitu Menikmati Peran Barunya di MotoGP

Kembali ke paddock, Jorge Lorenzo menemukan gairah baru di MotoGP.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 15 Februari 2026, 15:15 WIB
Pembalap Spanyol dari Tim Repsol Honda, Jorge Lorenzo, melambaikan tangan saat pensiun setelah balapan MotoGP terakhirnya di Grand Prix MotoGP Valencia di sirkuit Ricardo Tormo di Cheste dekat Valencia, pada 17 November 2019. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP)

Bola.com, Jakarta - Tiga kali juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, mengaku menemukan kembali gairahnya di paddock.

Mantan pembalap asal Spanyol itu menyebut peran barunya sebagai pelatih performa Maverick Vinales menghadirkan kepuasan yang bahkan tak ia duga sebelumnya.

Advertisement

Setelah memutuskan pensiun pada akhir musim 2019, karier Lorenzo di kelas premier terbilang gemilang. Ia meraih tiga gelar juara dunia MotoGP serta memenangi sejumlah grand prix bersama Yamaha dan Ducati.

Sejak gantung helm, Lorenzo tak sepenuhnya menjauh dari dunia balap. Ia mengelola podcast MotoGP di YouTube, tampil di ajang Porsche Supercup, dan beberapa kali menjadi analis televisi untuk DAZN.

Memasuki 2026, Lorenzo kembali menjalani peran penuh waktu di paddock setelah menandatangani kesepakatan pada akhir tahun lalu untuk menjadi performance coach Vinales.


Sangat Menikmati

Maverick Vinales bersama sang pelatih yang juga juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo. (X/MotoGP)

Berbicara kepada situs resmi MotoGP, Lorenzo mengakui bahwa pengalaman barunya ini melampaui ekspektasi pribadinya.

"Saya sangat menikmatinya, lebih dari yang saya bayangkan," ujarnya.

"Saya tahu bahwa saya senang membagikan pengetahuan saya di bidang lain kepada teman-teman saya."

"Namun, saya tidak menyangka akan sangat menikmati mengajarkan hal yang paling saya sukai, yang telah menjadi pekerjaan saya selama 30 tahun terakhir, yaitu dunia sepeda motor," tutur pembalap berusia 38 tahun.

Menurut Lorenzo, dari proses itu ia menyadari betapa besar kecintaannya terhadap dunia balap motor. Itulah mengapa, ia tidak merasa terbebani, meski harus bekerja keras berjam-jam bersama Vinales.

"Saya menyadari bahwa saya sangat mencintainya. Jadi, bagi saya, bekerja sangat keras selama tujuh, delapan, sembilan jam sehari bersama Maverick bukanlah beban; itu adalah sebuah kesenangan," lanjutnya.


Posisi Ideal

Jorge Lorenzo saat berada di Sirkuit Mandalika

Peran barunya bersama Vinales dijalani dengan intensitas tinggi. Juara dunia tiga kali itu mendorong pembalap Tech3 tersebut menjalani berbagai program latihan berbeda sepanjang musim dingin.

Lorenzo pun menyebut pekerjaan ini sebagai posisi yang terasa ideal untuknya.

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa sebelumnya saya tidak menikmatinya, karena ketika saya pensiun, sejujurnya saya sangat menikmati bepergian, menikmati matahari, memiliki waktu luang, bangun lebih siang, dan menjalani hidup yang tenang," katanya lagi.

"Tetapi, saya pikir dalam hidup sangat penting untuk memiliki tantangan. Saya menemukannya sedikit dalam investasi, saya menemukannya saat berkompetisi di balap mobil," ungkapnya.

"Saya juga melakukannya lewat podcast di YouTube dengan berbicara tentang MotoGP. Namun, itu tidak sama," imbuhnya.


Sensasi Berbeda

Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo saling bekerja sama. (MotoGP)

Kini, kembali berada di paddock memberi sensasi berbeda bagi Lorenzo. Ia merasa berada di lingkungan yang paling ia pahami dan cintai, tanpa lagi harus menghadapi risiko seperti saat masih menjadi pembalap.

"Saya sangat menikmati berada di paddock, dan jika saya bisa menjalani proses ini dengan membantu Maverick, itu luar biasa," katanya.

"Saya tidak perlu mencari sponsor seperti manajer tim, saya tidak mempertaruhkan nyawa saya di lintasan."

"Saya memang sangat gugup ketika melihat Maverick membalap, tetapi saya tidak lagi mengambil risiko. Jadi, menurut saya ini adalah pekerjaan yang sempurna," ucap Lorenzo.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait