Bola.com, Jakarta - Andik Vermansyah ternyata menyimpan trauma besar. Pemain berusia 24 tahun itu masih sering terbayang kegagalan promosi bersama Persiraja Banda Aceh.
Kegagalan itu dialami Andik Vermansyah bersama Persiraja Banda Aceh tidak hanya sekali, melainkan dua kali, dalam dua musim beruntun.
Kegagalan pertama terjadi pada Liga 1 2023/2024. Saat itu Persiraja Banda Aceh yang diperkuat oleh Andik Vermansyah kalah dengan agregat 2-3 dari Malut United dalam laga play-off prmosi.
Pada musim berikutnya, Persiraja Banda Aceh melaju ke Babak Champions. Sayangnya, Laskar Rencong gagal melaju ke play-off promosi dengan cara yang menyakitkan. Andik Vermansyah dkk. hanya tertinggal selisih gol dari PSPS Pekanbaru.
Terganggu
Andik Vermansyah pun mengaku masih terganggu dengan kegagalan bersama Persiraja Banda Aceh itu. Andik masih kerap terbayang-bayang.
"Saya masih trauma, jujur. Karena di dua tahun itu hampir promosi. Ada yang selangkah lagi, ada yang dua langkah lagi, pasti terjegal seperti itu. Saya mungkin pribadi masih sedikit terganggu, masih terbayang terus," kata Andik.
Namun, kini Andik Vermansyah memiliki keyakinan tinggi. Eks pemain Selangor FC itu yakin ia bisa mendapatkan tiket promsi bersama Garudayaksa FC.
"Tapi, saya mempunyai teman-teman, bukan berniat meremehkan Persiraja. Di Garudayaksa mungkin lebih meyakinkan lagi, yang membuat saya lebih yakin untuk, insha Allah, lolos Liga 1 seperti itu. Jadi, itu bagaimana cara saya membuang (pikiran negatif), saya melihat wajah anak-anak. Melihat wajah Everton, dan yang lain-lain," jelasnya.
Posisi yang Baik
Garudayaksa memiliki potensi besar untuk mendapatkan tiket promosi ke BRI Super League 2026/2027. Saat ini mereka berada di posisi yang baik di Pegadaian Championship 2025/2026.
Garudayaksa memimpin klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship 2025/2026. Andik Vermansyah dan kolega sejauh ini memiliki 37 poin dari 19 laga.
Sebagai informasi, ada tiga tiket promosi yang diperebutkan di Pegadaian Championship 2025/2026. Dua untuk masing-masing juara grup. Sementara satu lagi untuk pemenang laga play-off.