Jika Rekrut Pedro Acosta, Ducati Berpotensi Kehilangan Fermin Aldeguer: Rivalitas Murcia Berujung Pahit

Nama Fermin Aldeguer sempat digadang-gadang sebagai kandidat terkuat pengisi kursi tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2027, jika Pecco Bagnaia hengkang.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 16 Februari 2026, 12:15 WIB
Pembalap tim MotoGP BK8 Gresini Racing, Fermin Aldeguer merayakan kemenangannya usai menjuarai balapan MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada Minggu (5/10/2025). (AFP/Sonny Tumbelaka). (AFP/Sonny Tumbelaka).

Bola.com, Jakarta - Nama Fermin Aldeguer sempat digadang-gadang sebagai kandidat terkuat pengisi kursi tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2027, jika Pecco Bagnaia hengkang.

Namun situasinya berubah drastis. Kini, kursi tersebut justru disebut-sebut bakal menjadi milik Pedro Acosta yang musim ini memperkuat KTM.

Advertisement

Hingga tes pascamusim di Valencia, Spanyol pada November 2025, Fermin Aldeguer dianggap paling mungkin naik kelas ke tim utama Ducati bersama Marc Marquez.

Tetapi awal tahun 2026 menjadi mimpi buruk untuk rider Rookie of the Year MotoGP 2025 itu. Fermin Aldeguer mengalami patah tulang paha atau femur akibat kecelakaan saat latihan.

Cedera itu membuatnya absen dari tes pramusim dan juga seri pembuka di Thailand. Tak lama berselang, muncul laporan bahwa Ducati mencoret namanya dari daftar prioritas untuk 2027.

 

 


Rivalitas Murcia Berujung Pahit?

Pedro Acosta dari Spanyol dan Red Bull KTM Factory Racing terlihat dan bersiap untuk memulai balapan MotoGP selama MotoGP AS - Balapan pada 30 Maret 2025 di Austin, Texas. (Mirco Lazzari gp/Getty Images via AFP)

Bahkan saat ini banyak media internasional memberitakan bahwa Pedro Acosta telah mencapai kesepakatan dengan Ducati untuk MotoGP 2027.

Jika benar, ini menjadi pukulan telak bagi Fermin Aldeguer, mengingat rivalitas panjang keduanya sebagai dua talenta besar asal Murcia, Spanyol.

Padahal sebagai rookie bersama Gresini, Aldeguer tampil impresif. Ia meraih kemenangan perdananya di Thailand serta mengoleksi enam podium sepanjang musim.

Meski gelar Rookie of the Year juga dipengaruhi keunggulan motor Ducati dibanding Aprilia dan Honda, performanya tetap melampaui ekspektasi.


Ducati Terancam Kehilangan Fermin Aldeguer

Fermin Aldeguer saat memastikan titel Rookie of The Year pada Sprint Race MotoGP Malaysia. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Ironisnya, untuk MotoGP 2026 ia tidak mendapat spek motor pabrikan terbaru. Ducati justru memberikan motor Ducati Desmosedici GP26 kepada Alex Marquez setelah finis sebagai runner-up musim lalu.

Menurut laporan Speedweek, akan sulit bagi Ducati mempertahankan Aldeguer jika mereka benar-benar merekrut Acosta.

Skenario idealnya, Aldeguer menunggu era pasca-Marc Marquez, ketika satu kursi kembali terbuka, sambil berjuang mendapatkan kesetaraan teknis.

Namun ada risiko nyata: jika merasa disingkirkan, Aldeguer bisa memilih hengkang. Pabrikan lain tentu memantau situasi ini dengan seksama.

Direktur teknis Ducati, Luigi Dall'Igna, pernah menyebut Aldeguer sebagai “masa depan” Ducati. Artinya, mereka tak akan melepasnya begitu saja.

Jika pintu tim pabrikan tertutup, opsi paling masuk akal adalah pindah ke VR46—tim satelit utama Ducati milik Valentino Rossi, yang dikabarkan menyukai gaya balap Aldeguer.

Berita Terkait