Analisis Casey Stoner yang Membuat Marc Marquez Sangat Kuat di MotoGP: Ada 2 Aspek Utama Paling Penting

Casey Stoner menilai dominasi Marc Marquez di MotoGP bisa dirangkum dalam dua aspek utama: race craft atau kecerdasan balap dan kemampuan membangun balapan.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 16 Februari 2026, 21:30 WIB
Marc Marquez pastikan titel juara dunia MotoGP 2025 di Sirkuit Motegi. (Toshifumi KITAMURA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Casey Stoner menilai dominasi Marc Marquez di MotoGP bisa dirangkum dalam dua aspek utama: race craft atau kecerdasan balap dan kemampuan membangun balapan.

Casey Stoner memang tak pernah berduel langsung dengan Marc Marquez di kelas utama. Ia pensiun dini pada 2012 di usia 27 tahun, lalu posisinya di Repsol Honda diambil alih oleh Marc Marquez.

Advertisement

Namun, dari sudut pandang seorang Casey Stoner yang sudah tidak ada di grid MotoGP, ia melihat keunggulan Marc Marquez bukan semata soal kecepatan mentah.

"Tak ada yang meragukan talenta dan kecepatannya. Kalau ada yang meragukan, ada yang salah,” ujar Casey Stoner kepada Crash.net. 

Menurut Casey Stoner, banyak pembalap cepat saat ini terjebak pada satu kesalahan: tidak memaksimalkan kemampuan race craft mereka. Di situlah Marquez unggul.

"Marc punya kelemahan besar di masa lalu yang menurut saya tak pernah benar-benar dimanfaatkan. Semua orang melihatnya seperti raja terakhir, bukan mencari cara bagaimana mengalahkannya atau meningkatkan diri untuk melawannya,” kata Stoner.

 

 

 

 

 


6 Tahun Tanpa Gelar Jadi Titik Balik

Marc Marquez saat menjadi tercepat pada hari pertama tes pramusim MotoGP Sepang 2026 hari Selasa (03/02/2026). (X/Ducati)

Marc Marquez sempat menunggu enam tahun antara gelar 2019 dan 2025, periode terpanjang tanpa titel bagi juara dunia dalam sejarah MotoGP. 

Cedera panjang dan performa motor Honda yang menurun membuatnya hijrah ke Gresini sebelum akhirnya bergabung dengan tim pabrikan Ducati.

Stoner menilai masa sulit itu justru membentuk Marquez menjadi pembalap yang lebih kuat secara mental, lebih sabar, dan lebih cerdas dibanding era 2010-an saat ia mengandalkan agresivitas dan keberanian ekstrem.

 

"Tetapi apa yang telah dilakukannya, selama beberapa tahun terakhir yang sulit baginya, hanyalah membangun tingkat kekuatan, kecerdasan, dan kesabaran yang lebih tinggi," Marc Marquez menuturkan. 

"Tampaknya itulah yang menurut saya kurang dimiliki oleh semua orang yang sekarang balapan melawannya. Sepertinya tidak ada yang mengerti apa yang dia lakukan dalam balapan untuk menjaga ban dan melakukan semua hal semacam itu," lanjutnya. 

 

 


Tak Sekadar Andalkan Satu Mode Kecepatan

Menurut Casey Stoner, Marc Marquez tak lagi sekadar mengandalkan satu mode kecepatan. Ia bermain strategi berbeda tiap pekan dan banyak rival gagal membaca itu.

Satu tema yang konsisten diperlihatkan Marc Marquez sepanjang MotoGP 2025 dan membuat pembalap Ducati itu menjadi juara dunia adalah kesabaran Marquez dalam mengelola ban.

Ia bahkan membandingkannya dengan Max Verstappen di Formula 1, yang tak langsung memaksimalkan ban baru setelah pit stop demi menjaga performa di akhir stint.

Sumber: Motogpnews 

Berita Terkait