Fans Inter Milan Pelempar Kembang Api yang Lukai Emil Audero Dihukum 4 Tahun Larangan Datang ke Stadion

Pelaku pelemparan kembang api yang sempat melukai Emil Audero di Serie A, akhirnya mendapat hukuman tegas.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 17 Februari 2026, 11:30 WIB
Kiper Timnas Indonesia itu terkena petasan yang dilemparkan dari tribun suporter I Nerazzurri. (AFP/Piero Cruciatti)

Bola.com, Jakarta - Pelaku pelemparan kembang api yang sempat melukai Emil Audero di Serie A, akhirnya mendapat hukuman tegas. Seorang ultras Inter Milan berusia 19 diketahui sebagai pelakunya.

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mengalami kejadian tidak mengenakkan saat bertugas bersama Cremonese dalam lanjutan Serie A 2025/2026. Ia terkena ledakan petasan yang dilemparkan suporter dalam pertandingan versus Inter Milan.

Advertisement

Emil bermain untuk Cremonese saat menjamu Inter di Stadion Giovanni Zini pada pekan ke-23 Serie A, Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Gawangnya dijebol gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski pada paruh pertama.

Sebuah inisden membuat pertandingan harus dihentikan saat memasuki menit ke-50. Emil Audero terkapar di lapangan, terkena efek petasan yang dilempar suporter dari tribune penonton.

Kembang api dilemparkan ke lapangan dari area tribune pendukung I Nerazzurri. Kembang api tersebut nyaris mengenai Audero, satu-satunya pemain di area penalti saat itu, dan meledak dengan suara keras tepat di sebelahnya.

 


Sanksi Tegas

Kiper Cremonese dan penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korban pelemparan kembang api yang dilakukan oknum suporter Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Senin (02/02/2026) dini hari WIB. Dalam duel pekan ke-23 Serie A tersebut, Cremonese kalah 0-2 dari Inter. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)

Melansir pemberitaan terbaru dari Tutto Mercato Web, hukuman tegas dijatuhkan kepada pemuda berusia 19 tahun tersebut yang merupakan tifosi fanatik Inter Milan. Ia tidak akan bisa hadir mendukung langsung tim kesayangannya selama beberapa tahun ke depan.

"Larangan selama 4 tahun telah dijatuhkan kepada seorang ultras Inter berusia 19 tahun yang, pada 1 Februari, selama babak kedua pertandingan Cremona-Inter, melemparkan petasan yang meledak di dekat kiper Emil Audero," tulis Tutto Mercato Web, Senin (16/2/2026).

"Pemuda tersebut, yang saat ini berada dalam tahanan rumah, ditangkap polisi Cremona Digos segera setelah kejadian tersebut, yang memaksa wasit untuk menghentikan pertandingan guna memungkinkan pemeriksaan dan memulihkan keamanan," lanjut pemberitaan tersebut.

 


Meminta Maaf

Kiper Cremonese dan penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi korban pelemparan kembang api yang dilakukan oknum suporter Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Senin (02/02/2026) dini hari WIB. Dalam duel pekan ke-23 Serie A tersebut, Cremonese kalah 0-2 dari Inter. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)

Pada 7 Februari lalu, pelaku pelemparan kembang api yang tidak disebutkan namanya tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak, termasuk untuk Emil Audero yang menjadi korban.

Pelaku didampingi pengacara Mirko Perlino, mengklaim hanya melempar petasan bukan bom pipa yang menimbulkan ledakan lebih besar. Ia menyesali perbuatannya yang sangat merugikan ini.

"Saya meminta maaf kepada Audero, kepada kedua klub, dan kepada semua penggemar. Saya tidak memiliki niat untuk mengincar penjaga gawang, maupun untuk melukai siapa pun," jelas sang pelaku.

 


Kasus Lain

Aksi kekerasan yang dilakukan sebagian suporter sepak bola di Italia juga terjadi di pertandingan lain. Kepolisian Negara setempat mengumumkan larangan kegiatan olahraga, yang juga mengeluarkan keputusan untuk pertandingan Cremonese versus Napoli yang dimainkan pada 28 Desember 2025.

Untuk peristiwa kericuhan suporter kedua tim, Markas Besar Kepolisian Cremona mengeluarkan 20 larangan acara olahraga, dengan total 50 tahun, terhadap 16 ultras Napoli dan empat pendukung Cremonese.

Menurut investigasi, sebelum pertandingan, sekitar dua puluh ultras Napoli tiba di kota dengan sebuah minibus dan dua mobil sewaan, bepergian bersama melalui jalan-jalan dan alun-alun di sekitar stadion.

Selama perjalanan, mereka menyerang seorang pendukung Cremona yang menuju stadion dan tak lama kemudian, dua penggemar Cremona lainnya di tempat parkir yang berdekatan dengan Stadion Giovanni Zini.

Setelah pertandingan, sekitar 50 ultras Cremona, menyamar dan mengacungkan tongkat dan pentungan, mencoba mencapai bagian pendukung tim tamu, tetapi dihentikan intervensi tim Unit Mobil.

Sumber: Tutto Mercato Web


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait