Kalah di Kandang Girona, Barcelona Bertahan dengan Sangat Buruk

Kekalahan dari Girona pada laga pekan ke-24 La Liga 2025/2026 menunjukkan pertahanan Barcelona sangat lemah.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 17 Februari 2026, 12:30 WIB
Barcelona gagal menambah poin saat bertandang ke markas Girona dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2025/2026. (AFP/Josep Lago)

Bola.com, Jakarta - Pertandingan antara Girona versus Barcelona pada pekan ke-24 La Liga 2025/2026, Selasa (17/2/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tim tuan rumah di Stadion Montilivi.

Hasil tersebut semakin menegaskan masalah utama yang dihadapi Barcelona, yakni lemahnya organisasi pertahanan. Los Cules sempat unggul melalui gol yang dicetak Pau Cubarsi pada menit ke-59.

Advertisement

Namun, Girona berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol balasan. Thomas Lemar mencetak gol penyama pada menit ke-62, diikuti gol Fran Beltran yang mengunci kemenangan pada menit ke-86.

Kekalahan tersebut membuat Barcelona turun ke posisi dua dalam klasemen sementara La Liga dengan total 58 poin. Mereka kini tertinggal dua poin dari Real Madrid, yang sebelumnya berhasil meraih kemenangan 4-1 atas Real Sociedad.


Pertahanan yang Lemah

Kartu merah itu menyebabkan Hansi Flick dipastikan tidak akan mendampingi Barcelona saat menghadapi Real Madrid dalam duel panas El Clasico pada lanjutan La Liga 2025/2026 akhir pekan depan. (AP Photo/Joan Monfort)

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, enggan membahas keputusan wasit terkait gol kedua Girona yang sebelumnya sudah terjadi pelanggaran kepada Jules Kounde. Ia lebih memilih untuk menyoroti performa timnya yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi.

"Saya tidak ingin berbicara tentang itu. Semua orang melihat situasi sebelum gol kedua, tetapi Girona pantas menang," ungkap Flick kepada para wartawan.

Ia mengakui timnya menunjukkan pertahanan yang sangat buruk, terutama dalam situasi transisi, di mana mereka terlalu terbuka dan lini tengah tidak berada pada posisi yang semestinya. Pernyataan tersebut mencerminkan betapa mudahnya Girona menembus pertahanan Barcelona.

Pada babak pertama, El Barca memiliki banyak kesempatan untuk mencetak gol, namun mereka gagal memanfaatkannya dengan baik. Keadaan itu mengakibatkan Blaugrana kehilangan kendali atas permainan setelah sempat unggul lebih dulu.

Girona dengan cerdik memanfaatkan celah yang ada antara lini tengah dan lini belakang Barcelona. Skema serangan balik yang cepat menjadi senjata utama bagi Girona, yang akhirnya berkontribusi pada hasil akhir pertandingan.

Masalah yang dihadapi Barcelona bukan hanya sekadar kesalahan individu, tetapi juga menunjukkan lemahnya koordinasi antar lini. Tim ini sering kali terlambat menutup ruang, sehingga lawan dapat dengan mudah memasuki kotak penalti tanpa mendapatkan tekanan yang berarti.


Tantangan di Papan Atas

Penyerang Barcelona, Robert Lewandowski, gagal menghindarkan timnya dari kekalahan 1-2 kontra Girona pada laga pekan ke-24 La Liga di Estadi Municipal de Montilivi, Selasa (17/02/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Lebih lanjut, Hansi Flick mengakui timnya belum mencapai kondisi mental dan taktik yang optimal. Ia berpendapat para pemain tidak merasa nyaman dengan posisi yang mereka tempati di lapangan.

“Kami tidak merasa nyaman dan tidak menempatkan diri dengan baik. Tim ini tidak berada dalam kondisi yang bagus sekarang. Kami harus tenang dan kembali menjadi seperti sebelumnya. Kami akan memberi tim dua hari libur agar bisa kembali ke performa terbaik," jelasnya.

Kekalahan yang dialami dalam pertandingan melawan Girona, merupakan hasil minor kedua berturut-turut bagi Blaugrana, setelah sebelumnya kalah telak dari Atletico Madrid dengan skor empat gol tanpa balas pada leg pertama semifinal Copa del Rey.

Keadaan tersebut tentu saja meningkatkan tekanan menjelang pertandingan kandang mereka melawan Levante pada akhir pekan ini. Barcelona kini tidak hanya kehilangan posisi teratas di klasemen, tetapi juga kepercayaan diri di lini pertahanan.

Jika pola bertahan tidak segera diperbaiki, peluang Barcelona untuk merebut gelar La Liga akan semakin menipis. Hasil pertandingan di Montilivi menjadi peringatan serius bahwa penguasaan bola yang dominan tidaklah cukup tanpa adanya struktur pertahanan yang kukuh.

Girona telah menunjukkan organisasi dan efektivitas dapat mengalahkan tim besar yang bermain terbuka. Keberhasilan Girona dalam mengatasi Barcelona menjadi bukti taktik yang baik dan disiplin dalam bertahan sangat penting dalam meraih kemenangan dalam sepak bola.


Persaingan di La Liga 2025/2026

Berita Terkait