Bola.com, Jakarta - Victor Osimhen tidak hanya menghancurkan Juventus di lapangan, tetapi juga mengguncang panggung sepak bola Eropa lewat pengakuan mengejutkan. Striker Galatasaray itu menuding Napoli memperlakukannya secara tidak pantas, bahkan menyebut dirinya menjadi korban hinaan rasis dan dihalangi pindah ke Juventus.
Pengakuan tersebut muncul jelang duel play-off fase gugur Liga Champions antara Galatasaray dan Juventus. Pada leg pertama di Istanbul, Osimhen memang tidak mencetak gol, tetapi ia tampil dominan dan menyumbang dua assist dalam kemenangan telak 5-2 atas Si Nyonya Tua.
Namun, sorotan utama justru tertuju pada wawancaranya bersama media Italia. Dalam pernyataan yang emosional, penyerang asal Nigeria itu membuka kembali kisah transfer panas yang membuatnya meninggalkan Naples dan berlabuh di Turki.
Hubungannya dengan Napoli, klub yang pernah ia bawa menjuarai Serie A, disebut retak akibat janji yang tak ditepati hingga unggahan media sosial yang memicu kontroversi.
Janji yang Tak Ditepati dan Tuduhan Perlakuan Tidak Layak
Pada Desember 2023, Osimhen menandatangani perpanjangan kontrak bersama Napoli. Ia mengklaim ada kesepakatan lisan yang memungkinkan dirinya hengkang pada musim panas berikutnya, tetapi komitmen tersebut tidak dihormati.
"Kami punya kesepakatan sebagai pria terhormat bahwa saya bisa pergi musim panas berikutnya, tetapi komitmen itu tidak sepenuhnya ditepati oleh pihak sana," ujar Osimhen.
"Mereka mencoba mengirim saya ke mana saja untuk bermain, tetapi mereka memperlakukan saya seperti anjing. Pergi ke sini, pergi ke sana, lakukan ini, lakukan itu. Saya bekerja sangat keras membangun karier saya dan saya tidak bisa menerima perlakuan seperti itu. Saya bukan boneka."
Osimhen sebelumnya menjadi pahlawan Napoli saat menjuarai Serie A 2022-2023, gelar pertama klub dalam 33 tahun. Ia mencetak 26 gol dan menjadi top skor liga, menyamai kejayaan terakhir Napoli pada 1990 saat dipimpin legenda Argentina, Diego Maradona.
Video TikTok dan Titik Balik Hubungan
Retaknya hubungan Osimhen dengan Napoli disebut bermula dari unggahan video di akun TikTok resmi klub setelah ia gagal mengeksekusi penalti saat melawan Bologna. Video tersebut menuai kecaman luas karena dianggap mengandung nada rasis.
Bahkan, muncul kembali video lama yang menyebut kepalanya sebagai "kelapa". Insiden itu menjadi titik balik.
"Saya merasa kasihan kepada para penggemar, juga karena saya tidak pernah berbicara tentang apa yang terjadi sebelumnya," katanya.
"Beberapa dari mereka bahkan datang ke rumah saya meminta penjelasan. Saya meminta mereka menempatkan diri di posisi saya. Setelah Napoli memposting video itu di TikTok, sesuatu di dalam diri saya hancur."
"Siapa pun bisa gagal penalti dan siapa pun bisa diejek karenanya. Napoli melakukannya hanya kepada saya, dan dengan insinuasi tertentu juga. Saya adalah korban hinaan rasis dan saya membuat keputusan saya."
Ia mengaku ingin pergi dan bahkan menghapus foto-fotonya berseragam Napoli di Instagram. Situasi itu, menurutnya, justru dimanfaatkan untuk membalikkan opini suporter.
"Tak seorang pun pernah meminta maaf secara publik atas apa yang terjadi. Setelah video terkenal itu, Edoardo De Laurentiis menelepon saya beberapa kali. Hanya itu."
"Sementara itu, beredar rumor bahwa saya datang terlambat ke latihan dan berselisih dengan rekan setim. Semua itu bohong. Saya menyesal untuk para penggemar, tetapi saya mengerti dan mengagumi mereka. Mereka mendukung klub apa pun yang terjadi. Bagi mereka, Napoli di atas segalanya."
Juventus Sempat Mendekat, Tapi Terhalang Presiden Napoli
Di tengah memburuknya hubungan tersebut, Osimhen mengungkap bahwa Juventus sempat melakukan pendekatan konkret pada 2024 melalui direktur olahraga saat itu, Cristiano Giuntoli. Namun, ia menuding presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, menggagalkan kepindahan tersebut.
"Saya bisa saja berada di dua klub top Serie A lainnya hari ini. Giuntoli menelepon saya untuk membawa saya ke Juve sebelum negosiasi dengan Galatasaray dimulai. Saya berbicara dengan beberapa orang dari klub."
"Mereka menunjukkan minat, tetapi saya tahu dia tidak akan membiarkan saya pergi. Bagaimanapun juga, minat itu benar-benar ada. Dan ketika Juventus menelepon, terlepas dari apa pun, Anda duduk dan mendengarkan."
Ketika Antonio Conte ditunjuk sebagai pelatih Napoli pada musim panas 2024, Osimhen sudah mantap untuk hengkang.
"Begitu dia datang, Conte memanggil saya ke kantornya dan mengatakan ia mengetahui situasinya, tetapi meski begitu ia ingin saya bertahan."
"Saya mengatakan saya ingin bekerja dengannya, tetapi saya sudah membuat keputusan. Saya tidak ingin terus bekerja di tempat di mana saya tidak merasa bahagia."
Jawaban di Lapangan dan Menanti Leg Kedua
Kini Osimhen membela Galatasaray dan langsung memberi dampak besar. Dalam kemenangan 5-2 atas Juventus di RAMs Park, agresivitas dan kontribusinya di lini depan menjadi kunci, termasuk dua assist penting.
Leg kedua akan digelar 25 Februari di Allianz Stadium, Turin. Napoli dan Aurelio De Laurentiis hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut.
Yang jelas, Osimhen sudah menyampaikan versinya dengan tegas. Bukan hanya soal transfer yang gagal, tetapi juga soal harga diri dan perlakuan yang ia anggap melampaui batas profesionalisme.
Sumber: ESPN