Calon Presiden Barcelona Pasang Spanduk Lionel Messi di Pusat Kota, Jadi Senjata Lawan Joan Laporta

Calon Presiden Barcelona, Marc Ciria, memusatkan kampanyenya pada satu sosok, Lionel Messi.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 19 Februari 2026, 12:30 WIB
Meski musim ini harus absen di perempatfinal usai PSG dikalahkan Real Madrid, Lionel Messi masih tercatat menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di partai tersebut. La Pulga telah mencetak total 12 gol di babak delapan besar Liga Champions bersama Barcelona. (AFP/Josep Lago)

Bola.com, Jakarta - Persaingan memperebutkan kursi presiden Barcelona secara resmi dimulai awal bulan ini setelah Joan Laporta mengajukan pengunduran dirinya. Ia berharap dapat terpilih kembali, tetapi salah satu kandidat yang menghalanginya adalah Marc Ciria.

Ciria memusatkan kampanyenya pada satu sosok, Lionel Messi. Ikon klub tersebut memiliki hubungan yang agak retak dengan Laporta setelah kepergiannya dari Barcelona pada 2021.

Advertisement

Ciria mengambil manfaat dari situasi ini. Dia terang-terangan menjadikan sosok Lionel Messi sebagai bahan kampanye supaya terpilih menjadi presiden Barcelona. 

Pada Rabu (18/2/2026), tim kampanye Ciria memasang spanduk besar Messi di pusat kota Barcelona. Spanduk tersebut bertuliskan “Ganes de tornar-te a veure”, yang dalam berarti “Tak sabar untuk bertemu denganmu lagi”.

 


Alasan Pasang Spanduk Messi

Penyerang Barcelona berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Chelsea pada pertandingan Liga Champions stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol pada 14 Maret 2018. Barcelona pada Kamis 5 Agustus 2021 bahwa Lionel Messi tidak akan bertahan dengan klub. (AP Photo/Manu Fernandez)

Ciria kemudian menjelaskan alasan di balik pemasangan spanduk Messi tersebut. Dia melontarkan alasannya itu saat berbicara di kantor pusat Moviment 42, nama partai kampanyenya. 

“Kami akan melakukan segalanya dengan baik. Itu yang akan saya katakan kepada Anda. Ini adalah sebuah penghormatan, penghormatan yang tidak diberikan kepadanya ketika ia diusir dari klub dan yang memang pantas ia terima," kata Ciria, seperti dikutip dari Football Espana, Kamis (19/2/2026). 

"Kami berharap bisa memenuhi hal itu. Kami berharap semua video yang dikirim oleh anggota dan penggemar di seluruh dunia akan membuat Anda melihat bahwa tidak hanya ada satu suara," imbuhnya. 

 

 


Kesalahan Terbesar Barcelona

Lionel Messi. Pemain sayap Argentina berusia 34 tahun yang musim ini menjalani lembaran baru bersama PSG setelah 17 musim menjadi bagian Barcelona ini menjadi top skor di Eropa sebanyak 4 kali. Pada 2010 ia mencetak total 60 gol, 2012 (91 gol), 2016 (59 gol) dan 2018 (51 gol). (AFP/Josep Lago)

Menurut Ciria, kesalahan terbesar Barcelona adalah membiarkan La Pulga, julukan Messi, pergi dari Camp Nou. 

“Setiap kali kami bertemu para anggota, mereka mengatakan kepada kami bahwa kami harus memberikan segalanya agar Leo Messi kembali. Sejak 2021 kami sudah mengatakan bahwa salah satu kesalahan strategis terbesar dalam sejarah klub adalah melepas Leo Messi," tutur Ciria. 

"Dan sejak 2021 pula kami menegaskan perlunya Leo Messi untuk kembali. Penghormatan ini didasarkan pada gairah, emosi, dan keyakinan bahwa kami berada di pihak yang benar." 

"Sebagian besar anggota ingin mengembalikan kegembiraan memiliki pemain terbaik dalam sejarah di rumahnya sendiri, dari tempat yang seharusnya tidak pernah ia tinggalkan," imbuh dia. 

Sumber: Football Espana

Berita Terkait