Lewis Hamilton Dirayu Tinggalkan F1? Tim Bobsleigh Jamaika Buka Peluang Tampil di Olimpiade Musim Dingin

Masa depan Lewis Hamilton kembali menjadi sorotan menjelang musim balap 2026. Sang juara dunia tujuh kali disebut-sebut mendapat dorongan untuk mempertimbangkan jalur karier yang tak biasa di luar Formula 1.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 20 Februari 2026, 10:15 WIB
Shane Pitter dari Jamaika memimpin sesi latihan bobsleigh putra 4-orang heat 4 di Cortina Sliding Centre pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 di Cortina d'Ampezzo, 19 Februari 2026. (FRANCK FIFE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Lewis Hamilton kembali menjadi sorotan menjelang musim balap 2026. Sang juara dunia tujuh kali disebut-sebut mendapat dorongan untuk mempertimbangkan jalur karier yang tak biasa di luar Formula 1.

Spekulasi itu muncul di tengah tekanan besar yang tengah dihadapi Hamilton bersama Scuderia Ferrari. Awal perjalanannya bersama tim asal Italia tersebut dinilai belum sesuai harapan.

Advertisement

Di saat yang sama, dunia olahraga juga sedang menantikan gelaran Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan dan Cortina d'Ampezzo. Ajang itu diperkirakan akan menjadi salah satu event olahraga paling ramai ditonton tahun ini.

Menariknya, dari sanalah muncul wacana mengejutkan yang melibatkan Hamilton. Sebuah kemungkinan muncul bahwa pembalap asal Inggris itu suatu hari bisa mencoba tantangan baru di cabang olahraga bobsleigh.

 


Tim Bobsleigh Jamaika Tertarik Mengajak Hamilton

Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, terlihat setelah bendera merah dikibarkan akibat jarak pandang yang buruk, sehingga menunda dimulainya Grand Prix Formula Satu Belgia di sirkuit Spa-Francorchamps, Spa, pada 27 Juli 2025. (YVES HERMAN/POOL/AFP)

Ketertarikan terhadap Hamilton datang dari tim bobsleigh Jamaika yang dikenal memiliki sejarah unik di Olimpiade Musim Dingin. Mereka disebut terbuka jika suatu saat Hamilton ingin mencoba olahraga tersebut setelah kariernya di F1.

Hamilton sendiri sebelumnya pernah mengungkapkan rasa penasaran terhadap bobsleigh. Hal itu membuat sejumlah pihak menilai peluang tersebut bukan sekadar candaan semata.

Atlet Jamaika, Tyquendo Tracey, bahkan percaya Hamilton memiliki kemampuan yang cocok untuk olahraga tersebut. Ia menilai pengalaman Hamilton mengendalikan mobil balap bisa menjadi modal penting.

Tracey meyakini Hamilton dapat berperan sebagai pilot dalam bobsleigh, yaitu atlet yang mengendalikan kereta luncur di lintasan es. Posisi itu membutuhkan ketenangan, kecepatan reaksi, dan kemampuan membaca jalur secara presisi.

 


Karier Hamilton di Ferrari Masih Jadi Prioritas

Lewis Hamilton saat meraih Kualifikasi Sprint Race F1 GP China 2025. (Hector RETAMAL/AFP)

Meski wacana pindah cabang olahraga menarik perhatian, realitasnya Hamilton masih terikat kontrak bersama Ferrari. Kontrak tersebut berlaku setidaknya hingga akhir musim 2026, dengan opsi perpanjangan satu tahun tambahan.

Situasi itu membuat kemungkinan pindah dalam waktu dekat terlihat kecil. Apalagi banyak pihak meyakini Ferrari berpotensi tampil kompetitif pada musim 2026.

Jika performa tim meningkat, Hamilton tentu masih memiliki peluang besar mengejar gelar juara dunia kedelapan. Ambisi tersebut sudah lama menjadi target utama dalam kariernya.

Selain itu, musim Formula 1 yang akan dimulai dalam waktu dekat juga menjadi fokus utama Hamilton. Dengan persiapan yang semakin matang, ia diyakini masih ingin membuktikan diri di level tertinggi balap mobil.

 


Peluang ke Olimpiade Masih Terbuka di Masa Depan

Walaupun belum menjadi rencana dalam waktu dekat, peluang Hamilton tampil di Olimpiade Musim Dingin tidak sepenuhnya tertutup. Hal itu karena Olimpiade berikutnya setelah 2026 baru akan digelar pada 2030.

Artinya, masih ada waktu cukup panjang bagi tim bobsleigh Jamaika untuk meyakinkan Hamilton. Mereka tampaknya siap menunggu jika sang pembalap suatu saat tertarik mencoba tantangan baru.

Bagi Hamilton, perubahan karier seperti itu tentu akan menjadi langkah besar. Namun, dengan reputasi dan pengalaman yang dimilikinya, banyak yang percaya ia mampu beradaptasi di olahraga lain.

Untuk saat ini, fokus Hamilton tetap pada Formula 1 dan proyeknya bersama Ferrari. Namun wacana tampil di Olimpiade Musim Dingin sudah cukup membuat dunia olahraga penasaran dengan kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan.

Berita Terkait