Real Madrid Serahkan Bukti ke UEFA Terkait Dugaan Rasisme kepada Vinicius Junior

Real Madrid mengambil langkah tegas menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa Vinicius Junior saat bersua Benfica.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 20 Februari 2026, 14:45 WIB
Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid mengambil langkah tegas menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa Vinicius Junior saat bersua Benfica. Madrid telah menyerahkan seluruh bukti yang tersedia kepada UEFA untuk mendukung proses investigasi.

Dalam pernyataan resmi, El Real menyebut telah secara aktif berkolaborasi dengan penyelidikan yang dibuka UEFA, terkait ucapan rasisme yang terjadi dalam pertandingan leg pertama knockout play-off Liga Champions di Estadio da Luz, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB.

Advertisement

"Klub kami telah secara aktif berkolaborasi dengan investigasi yang dibuka UEFA menyusul insiden rasisme yang tidak dapat diterima yang terjadi selama pertandingan tersebut," bunyi pernyataan resmi Real Madrid.

Namun, klub tidak memerinci bentuk bukti yang diberikan. Sebelumnya, UEFA menunjuk investigator khusus untuk mengumpulkan fakta atas insiden yang terjadi pada laga yang dimenangkan Real Madrid dengan skor 1-0 tersebut.

 


Disebut Monyet

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Vinicius menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan ucapan "monyet" kepadanya setelah mencetak gol penentu kemenangan Los Blancos. Gol itu memang dirayakan Vinicius Junior di dekat bendera sudut lapangan Benfica, yang memicu reaksi keras dari sejumlah pemain dan suporter tuan rumah.

Prestianni disebut menutup mulutnya dengan jersey ketika melontarkan kata "monyet" kepada winger Timnas Brasil tersebut. Namun, Gianluca Prestianni membantah tuduhan pelecehan rasialisme tersebut.

Perlu diketahui, Vinícius yang berkulit hitam memang berulang kali menjadi target hinaan rasial selama berkarier di Spanyol.

 


Berantas Rasisme

Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)

Sesuai regulasi UEFA, pertandingan sempat dihentikan selama kurang lebih 10 menit setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan aksi tak sportif tersebut kepada wasit. Setelah sempat terhenti sekitar 10 menit, duel dilanjutkan dan Vinicius tetap menyelesaikan pertandingan hingga akhir.

Dukungan pun mengalir deras dari berbagai penjuru dunia sepak bola. Real Madrid menyampaikan apresiasi atas solidaritas tersebut.

"Real Madrid menghargai dukungan, pembelaan, dan kasih sayang yang diterima pemain kami, Vinicius Junior dari seluruh komunitas sepak bola dunia," tulis klub dalam pernyataan lanjutan.

"Real Madrid akan terus bekerja sama dengan semua institusi untuk memberantas rasisme, kekerasan, dan kebencian dalam olahraga maupun masyarakat.”

 


Reaksi Vinicius dan Benfica

Pemain Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pembuka bersama pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa pada laga play-off Liga Champions antara SL Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Selasa, 17 Februari 2026. (AP Photo/Pedro Rocha)

Selepas pertandingan, Vinicius Junior mengunggah pesan di Instagram dalam bahasa Portugis yang bernada emosional.

"Kaum Rasis pada dasarnya adalah pengecut. Mereka harus menutup mulut dengan kaus mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka," tulisnya.

Dia juga menyinggung protokol yang dijalankan dalam pertandingan tersebut. “Saya mendapat kartu kuning karena merayakan gol. Sampai sekarang saya belum mengerti alasannya. Di sisi lain, hanya ada protokol yang dijalankan dengan buruk dan tidak menghasilkan apa pun."

Di pihak lain, Benfica membela Prestianni. Klub Portugal itu menyebut sang pemain menjadi korban "kampanye pencemaran nama baik" dan menyatakan mendukung penuh penyelidikan UEFA.

 


Komentar Presiden FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino, bereaksi saat resepsi dengan para pemimpin bisnis di sela-sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026. Forum Ekonomi Dunia berlangsung di Davos dari 19 Januari hingga 23 Januari 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengaku terkejut dan sedih setelah mendapat laporan mengenai dugaan insiden tersebut. Dia mendesak agar pihak yang terbukti bersalah harus dimintai pertanggungjawaban.

"Saya terkejut dan sedih melihat insiden dugaan rasisme terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid," kata Infantino dalam pernyataan resminya.

Dia menegaskan tidak ada ruang bagi rasisme, baik di sepak bola maupun di masyarakat secara umum. FIFA, menurutnya, berkomitmen untuk melindungi pemain, ofisial, dan suporter melalui berbagai inisiatif global anti-diskriminasi.

Kini, semua mata tertuju pada hasil investigasi UEFA. Real Madrid telah menyerahkan seluruh bukti yang dimiliki. Tinggal menunggu apakah badan sepak bola Eropa itu akan menjatuhkan sanksi atau menyimpulkan sebaliknya.

Sumber: ESPN

Berita Terkait