Terang-terangan Tarik Alexis Saelemaekers pada Laga AC Milan Vs Como, Kok Cesc Fabregas Enggak Dapat Hukuman

Kontroversi mewarnai duel sengit antara AC Milan versus Como dalam laga tunda Serie A 2025/2026 pekan ke-24 di San Siro yang berakhir imbang 1-1.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 20 Februari 2026, 17:15 WIB
Pelatih Como, Cesc Fabregas pada laga kontra AC Milan di ajang Liga Italia 2025/2026. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kontroversi mewarnai duel sengit antara AC Milan versus Como dalam laga tunda Serie A 2025/2026 pekan ke-24 di San Siro yang berakhir imbang 1-1.

Sosok pelatih Como, Cesc Fabregas, jadi pusat perhatian usai mengakui melakukan tindakan perilaku tidak sportif terhadap pemain AC Milan, Alexis Saelemaekers.

Advertisement

Momen yang bikin panas terjadi pada menit ke-80. Alexis Saelemaekers sedang berduel memperebutkan bola di dekat garis tepi lapangan bersama dua pemain Como.

Tiba-tiba ia merasa mendapat sentuhan dari belakang: entah tarikan atau dorongan ringan. Belakangan diketahui, sentuhan itu datang dari Fabregas yang berdiri di area teknis.

Saelemaekers langsung bereaksi emosional dan situasi sempat memanas. Dalam momen itulah Como nyaris menciptakan peluang berbahaya.

 

 

 

 


Keributan di Pinggir Lapangan

Duel Luka Modric dan Nico Paz dalam laga Serie A antara AC Milan vs Como, Kamis (19/2/2026). (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Keributan di pinggir lapangan pun tak terhindarkan. Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, dan manajer tim Como, Davide Cattaneo, sampai harus menerima kartu merah akibat ketegangan tersebut.

Usai pertandingan, Fabregas secara terbuka mengakui perbuatannya dalam konferensi pers. Ia menyebut tindakannya sebagai perilaku tidak sportif.

Pengakuan itu memicu desakan publik agar Lega Serie A menggunakan bukti video untuk menjatuhkan sanksi. Namun, regulasi berkata lain.

 

 

 

 


Pasal 61 Sistem Peradilan Olahraga

Pasal 61 sistem peradilan olahraga dengan jelas menyatakan bahwa bukti video hanya dapat digunakan dalam situasi di mana terdapat perilaku kekerasan, perilaku tidak sportif yang serius, atau ungkapan yang menghujat.

Perilaku tidak sportif yang serius juga diklarifikasi dalam kode etik sebagai simulasi yang jelas untuk mendapatkan penalti atau membuat pemain dikeluarkan, mencetak gol secara sukarela dengan tangan, atau menggagalkan gol dengan handball yang disengaja.

Perilaku kekerasan juga sebenarnya tidak dapat diterapkan pada situasi ini, karena Saelemaekers paling-paling hanya ditepuk punggungnya.

Oleh karena itu, Fabregas tidak akan dihukum, tetapi ini adalah situasi yang sangat tidak biasa di mana seorang pelatih ikut campur dalam permainan sambil tetap berada di luar lapangan.


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait