Janji Cesc Fabregas soal Tidak Ada Pemain asal Italia di Skuad Utama Como

Kebangkitan Como di bawah arahan Cesc Fabregas tak bisa dilepaskan dari skuad muda penuh talenta yang mayoritas diisi pemain asing. Gaya bermain atraktif, teknis, dan modern menjadi ciri khas proyek Cesc Fabregas sejak awal.

Bola.com, Jakarta - Kebangkitan Como di bawah arahan Cesc Fabregas tak bisa dilepaskan dari skuad muda penuh talenta yang mayoritas diisi pemain asing. Gaya bermain atraktif, teknis, dan modern menjadi ciri khas proyek Cesc Fabregas sejak awal.

Namun di balik itu, manajemen Como sudah menyiapkan rencana jangka panjang: menghadirkan lebih banyak pemain Italia ke dalam tim utama.

Saat ini, kehadiran pemain lokal Italia di skuad utama Como masih sangat minim. Situasi tersebut bahkan menjadi sorotan media-media lokal yang menilai Como seharusnya memainkan pemain asli Italia.

Cesc Fabregas pun tak menampik adanya ketimpangan antara pemain Italia dan Non Italia di timnya. Pelatih asal Spanyol itu mengakui dirinya sejatinya ingin mengembangkan talenta lokal.

 

 

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sulit Temukan Pemain Italia yang Cocok dengan Gaya Main Como

Hanya saja menurut Cesc Fabregas menemukan pemain Italia yang benar-benar cocok dengan filosofi teknis dan taktis Como bukan perkara mudah.

"Di Italia, jika Anda memainkan pemain muda dan dia tidak langsung meyakinkan, Anda akan menariknya keluar,” ujar Fabregas.

"Kalau saya percaya pada seorang pemain muda, dia akan bermain setidaknya tujuh atau delapan pertandingan supaya saya bisa menilainya dengan benar," tambahnya. 

Membangun dari Dalam

Fabregas menegaskan dirinya bersama manajemen Como bukan tinggal diam. Upaya merekrut pemain muda Italia sudah dilakukan, tetapi banyak talenta terbaik negeri tersebut telah lebih dulu terikat dengan klub-klub elite.

Situasi itu membuat Como mengambil pendekatan berbeda: membangun dari dalam. Akademi menjadi fondasi utama proyek jangka panjang tersebut, dengan tim Primavera sebagai pusat pengembangan.

Como U-19 yang berlaga di Primavera 2 tampil impresif musim ini. Mereka saat ini memuncaki klasemen grup dengan koleksi 37 poin dari 16 pertandingan, mencetak 36 gol dan hanya kebobolan 15 kali.

Sudah Monitor Beberapa Nama

Sejumlah nama mulai disebut sebagai calon penghuni tim utama Como di masa depan. Seperti winger muda Lorenzo Bonsignori (kelahiran 2007) dan gelandang serang Matteo Papaccioli (kelahiran 2008) masuk radar Fabregas sebagai prospek menjanjikan.

Tak hanya itu, Fabregas juga memonitor gelandang Rispoli yang tengah dipinjamkan ke Catanzaro sebagai pemain yang berpeluang masuk rencana tim musim depan.

Untuk saat ini, Como masih mengandalkan pemain asing sebagai tulang punggung tim. Namun, di balik layar, fondasi untuk membangun identitas yang lebih Italia sudah mulai disusun.

Di tangan Cesc Fabregas, Como tak hanya ingin naik level secara instan, tetapi juga menciptakan proyek berkelanjutan: menggabungkan gaya modern dengan akar lokal yang kuat.

Yuk Lihat Peta Persaingan

Video Populer

Foto Populer