Gianluca Prestianni Beri Kesaksian ke UEFA, Bantah Ucapkan Monyet ke Vinicius Junior

Menurut laporan ESPN, Gianluca Prestianni telah memberikan kesaksian kepada penyelidik UEFA terkait dugaan ucapan rasis yang dilontarkannya kepada Vinicius Junior.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 21 Februari 2026, 14:30 WIB
Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Bola.com, Jakarta - Kasus dugaan ucapan rasis yang dilontarkan Gianluca Prestianni kepada Vinicius Junior pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions, antara Benfica versus Real Madrid terus bergulir. Proses disipliner dari UEFA kini resmi berjalan, dan detail baru mulai terungkap.

Menurut laporan ESPN, Prestianni telah memberikan kesaksian kepada penyelidik UEFA terkait insiden panas yang terjadi pada babak kedua pertandingan yang digelar di Estadio da Luz, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB tersebut.

Advertisement

Kontroversi bermula tak lama setelah Vinicius mencetak gol tunggal yang memastikan Madrid menang 1-0 atas Benfica. Penyerang asal Brasil itu kemudian melaporkan kepada wasit adanya dugaan ujaran rasis yang diarahkan kepadanya.

Situasi memanas dan pertandingan sempat terhenti sekitar 10 menit sebelum akhirnya dilanjutkan.

 


Bantah Sebut Monyet

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Dalam pembelaannya, winger Benfica tersebut dikabarkan membantah menggunakan kata "mono", istilah dalam bahasa Spanyol yang berarti "monyet" dan tergolong sebagai ujaran rasis.

Namun, menurut sumber ESPN, Gianluca Prestianni mengakui mengucapkan istilah ofensif lain yang bersifat homofobik. Pemain berusia 20 tahun itu menegaskan itulah satu-satunya kalimat yang dilontarkan dalam insiden tersebut.

Gelandang El Real, Aurelien Tchouameni, sebelumnya juga menyebut di lapangan Prestianni tidak mengucapkan kata rasis, melainkan komentar bernada homofobik.

 


Real Madrid Bergerak

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AP Photo/Pedro Rocha)

Pihak Real Madrid tak tinggal diam. Klub raksasa Spanyol itu dikabarkan telah mengirimkan berkas lengkap berisi seluruh materi dan bukti yang mereka miliki kepada UEFA.

Sementara itu, striker Madrid, Kylian Mbappe, menjadi satu di antara sosok yang paling vokal selepas laga. "Saya mendengarnya (ucapan Prestianini). Ada pemain Benfica lain yang juga mendengarnya," ujar Mbappe tegas.

Penyerang Timnas Prancis itu bahkan menyatakan dugaan ujaran tersebut terdengar lebih dari sekali selama adu argumen di lapangan.

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, turut meminta UEFA mengambil sikap tegas. Dia berharap kasus ini bisa menjadi momentum penting dalam memerangi diskriminasi di sepak bola Eropa.

 


Sanksi Berat Menanti

Berdasarkan regulasi disiplin UEFA, ujaran rasis maupun homofobik berada dalam pasal yang sama, yakni Pasal 14.

Aturan tersebut menyebutkan siapa pun yang menghina martabat seseorang atau kelompok atas dasar warna kulit, ras, agama, etnis, gender, atau orientasi seksual dapat dijatuhi sanksi minimal 10 pertandingan atau hukuman berat lainnya.

Kini, keputusan ada di tangan UEFA. Apakah kasus ini akan menjadi preseden penting dalam perang melawan diskriminasi di kompetisi Eropa?

Sumber: ESPN

Berita Terkait