Alvaro Arbeloa Butuh 6 Poin Lagi untuk Torehkan Rekor di Real Madrid

Dengan lima kemenangan dalam lima laga pertamanya, Arbeloa kini sejajar dengan beberapa nama besar dalam sejarah awal kepelatihan Real Madrid.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 21 Februari 2026, 20:45 WIB
Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Alvaro Arbeloa (tengah) bersama para pemain berkumpul dalam lingkaran selama sesi latihan jelang matchweek kedelapan Liga Champions 2025-2026 melawan SL Benfica di stadion Luz, Lisbon pada Selasa 27 Januari 2026. Kamis (29/1/2026) dini hari WIB nanti, Real Madrid akan bertanding di Estadio Da Luz. (FILIPE AMORIM/AFP)

Bola.com, Jakarta - Era baru Real Madrid di bawah asuhan Alvaro Arbeloa memang tidak dimulai dengan sempurna. Pelatih asal Spanyol itu mengawali masa jabatannya dengan kekalahan dari Albacete yang membuat Los Blancos tersingkir dari Copa del Rey.

Namun, sejak saat itu, performa Real Madrid meningkat drastis. Mereka sukses mengamankan keunggulan satu gol atas Benfica di babak playoff fase gugur UEFA Champions League dan juga berhasil merebut puncak klasemen La Liga setelah menyalip Barcelona.

Advertisement

Secara khusus di La Liga, Arbeloa belum menelan satu pun kekalahan sejak mengambil alih kursi pelatih dan langsung mencatatkan start sempurna.


5 Kemenangan Beruntun, Samai Rekor Legendaris

Vinicius Junior dan Alvaro Arbeloa berpelukan dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Dengan lima kemenangan dalam lima laga pertamanya, Arbeloa kini sejajar dengan beberapa nama besar dalam sejarah awal kepelatihan Madrid: Jose Quirante (1929), Enrique Fernandez (1953), dan Manuel Pellegrini (2009).

Hanya dua pelatih yang masih berada di atasnya dalam statistik khusus ini. Pertama adalah pendahulunya musim ini, Xabi Alonso, yang sempat mencatat enam kemenangan beruntun.

Kedua adalah Vanderlei Luxemburgo, yang membukukan tujuh kemenangan berturut-turut saat menangani era Galacticos pada awal 2005.

 
 

Statistik Sejajar dengan Luxemburgo

Pelatih Real Madrid asal Brasil, Vanderlei Luxemburgo, mulai melatih Zinedine Zidane dkk sejak 30 December 2004 hingga 3 December 2005 tanpa meraih satu gelar pun. (AFP/Pedro Armestre)

Secara statistik, capaian Arbeloa sejauh ini bahkan menyamai catatan impresif Luxemburgo. Dalam lima laga awalnya, tim asuhan pelatih Brasil tersebut mencetak 13 gol dan kebobolan tiga kali, dengan selisih gol +10.

Sementara itu, tim Arbeloa juga mencatat selisih gol +10, dengan torehan 12 gol dan hanya dua kali kebobolan. Adapun Xabi Alonso sebelumnya dikenal lebih solid secara defensif, meski hanya mencetak delapan gol dalam periode serupa.

Perbandingan ini menunjukkan Arbeloa tidak hanya meraih hasil positif, tetapi juga melakukannya dengan keseimbangan antara produktivitas dan ketahanan lini belakang.


6 Poin Menuju Sejarah

Pelatih kepala Real Madrid Alvaro Arbeloa mengamati jalannya pertandingan pada laga babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete dan Real Madrid, di Albacete, Spanyol, Kamis, 15 Januari 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Jalur menuju sejarah kini terbuka lebar. Kemenangan atas Osasuna di El Sadar akhir pekan ini akan membuat Arbeloa menyamai rekor enam kemenangan beruntun milik Alonso.

Jika ia kembali meraih tiga poin pada laga berikutnya melawan Getafe, maka ia resmi menyamai rekor tujuh kemenangan beruntun Luxemburgo, sebuah pencapaian yang telah bertahan hampir dua dekade.

Dengan hanya enam poin lagi yang dibutuhkan, Arbeloa berada di ambang menuliskan namanya dalam buku sejarah Real Madrid sebagai salah satu pelatih dengan awal terbaik sepanjang masa.

Sumber: Madrid Universal


Persaingan di La Liga Spanyol

Berita Terkait