Alvaro Arbeloa: Bukan Soal Balas Dendam Kontra Benfica, Real Madrid Bidik Trofi Liga Champions

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan laga kontra Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini, bukan soal balas dendam.

Bola.com, Madrid - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan laga kontra Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini, bukan soal balas dendam. Arbeloa menyebut, target Madrid jauh lebih besar, yakni meraih trofi Liga Champions.

Los Blancos akan melawat ke kandang Benfica, Estadio da Luz, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Adapun pertemuan kedua, giliran Real Madrid yang menjamu As Aguias di Santiago Bernabeu, 26 Februari mendatang.

Pada lawatan terakhir ke Estadio da Luz dalam duel kedelapan league phase Liga Champions 2025/2026, 29 Januari lalu, Los Blancos babak belur dihajar Benfica. Meski mencatatkan 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 16 tembakan, Real Madrid keok 2-4 dari tim tuan rumah.

Kembali bertandang ke markas Benfica, Real Madrid bertekad untuk memetik kemenangan. Hasil bagus akan menjaga asa Los Blancos lolos ke-16 besar Liga Champions musim ini.

"Kami tahu betapa sulitnya laga besok. Atmosfer di sini selalu memberi tekanan. Kami harus memberikan segalanya untuk menang, karena itu tujuan kami," tegas Arbeloa.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bukan Fokus Balas Dendam

Meski Real Madrid disebut akan datang sebagai tim yang terluka dan ingin membalas kekalahan pada pertemuan pertama kontra Benfica, Alvaro Arbeloa menepis anggapan tersebut.

"Tidak, tidak. Kami selalu berpikir tentang kemenangan. Tujuan kami bukan hanya menyingkirkan Benfica, tetapi menjuarai Liga Champions. Ini bukan soal balas dendam, ini soal mencapai target," ujarnya.

Arbeloa juga berbicara tentang relasinya dengan pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang juga mantan mentornya di Madrid.

"Anda tahu kami berteman baik. Kami selalu mendoakan yang terbaik satu sama lain," katanya.

"Saya selalu berharap yang terbaik untuk Jose. Tujuan saya sekarang adalah menyingkirkan Benfica, tentu saja. Setelah itu, saya berharap dia memenangkan semuanya," ucap pelatih asal Spanyol tersebut.

 

Kredit untuk Para Pemain

Di kompetisi domestik, Real Madrid tengah dalam performa impresif dengan delapan kemenangan beruntun di La Liga. Namun Arbeloa menolak mengambil porsi kredit berlebihan.

"Saya tidak berpikir soal persentase. Sejak saya datang, saya melihat sikap yang sangat positif dari para pemain. Dalam sepak bola, lebih mudah menjadi pelatih daripada pemain. Kredit besar harus diberikan kepada mereka," jelasnya.

Dia menekankan kesuksesan Real Madrid adalah hasil kerja kolektif 20-25 pemain yang mempersiapkan setiap laga layaknya final.

Sumber: Madrid Universal

Video Populer

Foto Populer