Efek Alvaro Arbeloa: Vinicius Jr Kembali Bertaji, Jadi Pusat Kebangkitan Real Madrid

Setelah melewati empat bulan penuh tekanan, Vinicius Junior akhirnya kembali menemukan sentuhannya bersama Real Madrid.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 22 Februari 2026, 05:15 WIB
Vinicius Junior dan Alvaro Arbeloa berpelukan dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Bola.com, Jakarta - Setelah melewati empat bulan penuh tekanan, Vinicius Junior akhirnya kembali menemukan sentuhannya bersama Real Madrid. Winger asal Brasil itu kini perlahan kembali menjelma menjadi sosok yang sempat bersaing dalam perebutan Ballon d’Or 2024.

Apa yang berubah? Jawabannya bisa jadi ada pada sosok di tepi lapangan.

Advertisement

Ketika Alvaro Arbeloa menggantikan Xabi Alonso, salah satu pernyataan pertamanya adalah menyebut Vinicius sebagai salah satu pemain paling menarik di dunia.” Kalimat itu mungkin terdengar biasa, tetapi mengirim pesan kuat, sang pelatih baru memberikan dukungan penuh kepada bintang Brasil tersebut.

Hubungan Vinicius dengan Alonso sebelumnya memang memburuk di ruang publik. Insiden panas di El Clasico hingga negosiasi kontrak yang mandek menjadi tajuk utama, menutupi persoalan sebenarnya yang tengah menghantui Los Blancos, turunnya performa sang winger.

Di bawah Alonso, permainan Vinicius kehilangan tajinya. Aksi eksplosifnya di sisi kiri menjadi mudah ditebak. Penyelesaian akhirnya di kotak penalti kurang tajam. Ia terlalu sering memaksakan dribel ketimbang melibatkan rekan setim.

 


Statistik Vinicius di Era Xabi Alonso

Vinicius Junior merayakan gol bersama Kylian Mbappe dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Santiago Bernabeu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Seperti dilansir dari Sport Illustrated, Sabtu (21/2/2026), dari 33 penampilan di semua ajang, Vinicius hanya mencetak tujuh gol dan delapan assist. Bahkan, enam dari tujuh gol tersebut lahir sebelum jeda internasional Oktober. Setelah itu, pemain 25 tahun tersebut menjalani paceklik 16 laga tanpa gol, baru terhenti di final Piala Super Spanyol pada Januari 2026.

Statistik itu berbanding lurus dengan merosotnya performa tim. Los Blancos kehilangan puncak klasemen La Liga dan menelan kekalahan di Liga Champions dari Liverpool serta Manchester City.

Dalam periode November hingga awal Desember, mereka kehilangan poin dalam lima dari delapan pertandingan, tanda krisis nyata di ibu kota Spanyol.

 

 

 

 


Arbeloa Datang, Vinicius Terlahir Kembali

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, bereaksi dalam laga fase awal Liga Champions antara SL Benfica melawan Real Madrid, Rabu (18/2/2026). (AP Photo/Pedro Rocha)

Pergantian pelatih menjadi titik balik. Meski Arbeloa memulai dengan hasil pahit, tersingkir dari Copa del Rey oleh tim kasta kedua, ia tetap berdiri paling depan membela Vinicius.

Kepercayaan itu berbuah manis.

Dalam delapan penampilan di bawah Arbeloa, Vinicius sudah mengoleksi lima gol dan dua assist. Total tujuh kontribusi gol dalam delapan laga, nyaris menyamai catatannya di paruh pertama musim.

Lebih dari sekadar angka, kualitas golnya kembali memukau. Gol terbarunya saat menghadapi Benfica bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dalam kariernya.

Kepercayaan diri terpancar jelas. Ia tak lagi dicadangkan atas nama rotasi, tak lagi ditarik keluar tanpa alasan jelas, dan tak lagi dipaksa bermain dalam skema taktik yang tak menguntungkan dirinya.

Kini, Vinicius kembali menjadi pusat kebangkitan Real Madrid.

Jika performa ini terus berlanjut, bukan tak mungkin Los Blancos akan kembali menjadi ancaman serius di semua kompetisi, dan Vinicius Jr kembali masuk percakapan sebagai salah satu pemain terbaik dunia.   

Sumber: Sport Illustrated

Berita Terkait