Biang Kerok Kegagalan Madura United Putus Paceklik Kemenangan: Drop di Awal Babak Kedua

Madura United bermain imbang 2-2 dengan Arema FC.

BolaCom | Wahyu PratamaDiterbitkan 22 Februari 2026, 08:45 WIB
Bek Madura United, Pedro Monteiro mencoba melewati penjagaan striker Arema FC, Joel Vinicius dalam laga pekan ke-22 BRI Super League di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (21/2/2026) malam. (Dok. Madura United)

Bola.com, Pamekasan - Pelatih Madura United, Carlos Parreira, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah anak asuhnya ditahan imbang 2-2 oleh Arema FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan (21/2/2026).

Dalam laga tersebut, tuan rumah sejatinya unggul lebih dulu lewat aksi Junior Brandao di penghujung babak pertama. Namun, petaka datang selepas turun minum.

Advertisement

Mesin Madura United seolah mati pada awal babak kedua. Dalberto Belo dan Joel Vinicius memanfaatkan momen itu untuk membawa Arema FC berbalik unggul.

Selepas serangkaian peluang, Madura United akhirnya memaksa papan skor berubah. Jorge Mendonca menuntaskan sepakan sudut Jordy Wehrmann jelang akhir laga.

"Kami kecewa tentu saja. Kami tak mau imbang, kami mau menang. Rencana dari awal untuk sangat menyerang dan kami punya banyak kesempatan. Sayang kami tidak mencetak gol sebanyak yang kami inginkan. Kami berhak mendapatkan keberuntungan lebih," sesal Carlos.


Hilang Konsentrasi di Awal Babak Kedua

Madura United memang menyerang dengan gagah berani. Menghadapi lawan yang belum kebobolan dalam tiga laga terakhir, mereka justru mengambil inisiatif serangan sejak awal laga.

Rencana klub berjuluk Laskar Sape Kerrap itu tampak berjalan lancar di babak pertama. Sampai akhirnya malapetaka menghampiri mereka selepas jeda.

"Kami kembali dengan konsentrasi yang rendah, saya harus melihat lagi apa yang terjadi di pertahanan, takutnya tidak adil kepada seseorang. Kami akan melihat masalah sesungguhnya," jelasnya.

"Ini terkadang terjadi dan kami membayarnya dengan kebobolan dua gol. Kami akan bekerja untuk memperbaiki ini agar tidak terjadi lagi karena harganya mahal, membuat kita tidak menang," sambung Carlos.


Poin Berharga

Kegagalan meraih poin sempurna membuat posisi Madura United kian rawan. Mereka kini hanya berjarak dua poin saja dari zona merah setelah gagal menang dalam tujuh laga terakhir.

Walau menyesalkan timnya kembali gagal mendulang kemenangan, pelatih asal Brasil itu meminta semua elemen untuk bersyukur. Sebab, Arema FC datang dengan modal sempurna dalam tiga laga sebelumnya.

"Namun, kami tidak boleh lupa sedang menghadapi tim yang sangat bagus. Imbang bukan hasil baik tapi setidaknya kita meraih poin," tutupnya.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait