Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyebut kemenangan 2-1 yang diraih tim asuhannya atas Newcastle United sebagai momen luar biasa dalam perburuan gelar Premier League musim ini.
Bermain di Etihad Stadium pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB, Man City sukses memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Arsenal menjadi hanya dua poin.
Kemenangan ini terasa krusial karena Arsenal dijadwalkan menghadapi Tottenham dalam derby London utara sehari setelahnya. Guardiola tak menutupi betapa pentingnya hasil tersebut.
"Sangat luar biasa. Newcastle adalah tim yang luar biasa, kekuatan fisik dan kecepatan mereka di lini depan luar biasa. Fisik mereka di tengah juga kuat. Sangat sulit, tetapi tim tampil luar biasa," ujar Guardiola.
"Ini datang di fase terbaik musim ini. Setiap pertandingan akan mirip seperti hari ini," lanjut manajer asal Spanyol itu.
Nico O’Reilly Jadi Pembeda
Gelandang muda Inggris, Nico O’Reilly, menjadi bintang kemenangan Man City. Ia membuka keunggulan di babak pertama dan kembali membawa timnya unggul sebelum turun minum setelah Lewis Hall menyamakan kedudukan untuk Newcastle.
Meski Man City tidak tampil dalam performa terbaik pada babak kedua, mereka mampu bertahan dan mengamankan tiga poin penting.
Pep Guardiola secara khusus memuji kontribusi O’Reilly yang dinilai memberi dimensi fisik yang dibutuhkan timnya di lini tengah.
"Nico memberi kami kekuatan fisik di lini tengah yang kami butuhkan. Sekarang dia bermain di posisinya," ujar Guardiola.
"Dia selalu bermain di posisi itu, dia sangat komplet dan masih sangat muda. Saya sangat senang akademi menghasilkan pemain-pemain luar biasa ini, Nico, Phil Foden, Rico Lewis," lanjutnya.
Generasi Baru Man City Hadapi Tekanan Perburuan Gelar
Setelah mengakhiri musim lalu tanpa trofi, Man City kini kembali dalam perburuan gelar liga ketujuh pada era Guardiola. Mereka bahkan masih memiliki satu pertandingan lebih banyak dibanding Arsenal dan akan memastikan gelar juara jika mampu memenangi 11 laga tersisa.
Dalam 12 bulan terakhir, Guardiola melakukan perombakan besar dalam skuadnya. Sejumlah pemain senior seperti Kevin De Bruyne, Ederson, dan Kyle Walker dilepas, sementara nama-nama baru seperti Marc Guehi, Antoine Semenyo, dan Rayan Cherki didatangkan.
Namun, Guardiola menyadari mayoritas skuadnya belum pernah berada dalam situasi tekanan perburuan gelar seperti ini.
"Sebanyak 70 persen pemain belum pernah berada dalam situasi seperti itu, dan saya tidak bermain. Jadi kami harus menjalaninya, mereka tahu setiap pertandingan akan seperti ini," ujar Guardiola.
Pujian untuk Publik Etihad
Mantan manajer Barcelona dan Bayern Munchen itu juga memuji dukungan suporter di kandang sendiri.
"Terutama di kandang, dengan lima laga kandang tersisa. Hari ini adalah dukungan penonton terbaik tahun ini, luar biasa bersama orang-orang kami, saya sangat bangga menjadi manajer bagi orang-orang dan fans yang luar biasa ini," ujarnya.
"Tentu saja dari segi poin ini penting, tetapi kami harus berkembang untuk punya peluang bersaing hingga akhir. Sekarang kami pantas mendapat tiga hari libur lagi. Lalu pertempuran berikutnya di Leeds," lanjutnya.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang karakter dan mentalitas. Di tengah tekanan perburuan gelar yang semakin ketat, Man City menunjukkan mereka siap bertarung hingga pekan terakhir.
Sumber: France24