3 Pelajaran dari Kekalahan Real Madrid di Markas Osasuna: Dani Carvajal dan Arda Guler Tidak Optimal

Real Madrid kalah 1-2 dari Osasuna dan terancam kehilangan lagi posisi puncak klasemen La Liga Spanyol.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 22 Februari 2026, 07:50 WIB
Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe tak mampu menutupi rasa kecewa setelah pemain Osasuna, Raul Garcia mencetak gol dalam laga lanjutan Liga Spanyol di El Sadar Stadium, Pamplona, Spanyol, Sabtu (21/02/2026) waktu setempat. (AFP/Ander Gillenea)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan 1-2 dari Osasuna pada Minggu (22/2/2026) menjadi tamparan keras bagi Real Madrid. Hasil itu menghentikan delapan kemenangan beruntun Los Blancos di La Liga dan membuka kemungkinan kembali kehilangan puncak klasemen dari rival abadi, Barcelona.

Tim asuhan Alvaro Arbeloa tampil tanpa inspirasi dan kehilangan ketajaman. Penampilan lesu itu juga menjadi sinyal bahaya jelang laga besar kontra Benfica di leg kedua playoff 16 besar Liga Champions.

Advertisement

Alih-alih menjadi gladi resik meyakinkan, laga di Pamplona justru memperlihatkan sejumlah masalah mendasar. Berikut tiga pelajaran yang bisa diambil dari kekalahan Real Madri di markas Osasuna.


Waktu Dani Carvajal Kian Menipis

Di babak kedua, Real Madrid tampil lebih agresif dengan penguasaan bola yang lebih tinggi. Tampak dalam foto, bek Real Madrid asal Spanyol, Dani Carvajal (kiri) berebut bola dengan gelandang Osasuna asal Spanyol, Jon Moncayola, selama pertandingan pekan ke-25 La Liga 2025/2026 di Stadion El Sadar, Pamplona pada Sabtu 21 Februari 2026 waktu setempat atau Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. (ANDER GILLENEA/AFP)

 

Dani Carvajal dipercaya tampil di sisi kanan untuk memberi waktu istirahat kepada Trent Alexander-Arnold jelang laga Liga Champions. Arbeloa melakukan pendekatan serupa terhadap Antonio Rüdiger demi menghindari risiko cedera kambuhan.

Namun, keputusan itu justru berbuah mahal. Carvajal tampil buruk sepanjang 64 menit berada di lapangan. Bek kanan berusia 34 tahun itu kesulitan mengikuti tempo pertandingan dan berulang kali kalah dalam situasi transisi.

Tanpa bantuan Federico Valverde yang menutup celah di sisi kanan, Real Madrid mungkin kalah dengan selisih lebih besar.

Secara ofensif, Carvajal juga tak memberi ancaman berarti, memaksa Real Madrid terlalu bertumpu pada sisi kiri. Dengan kontraknya yang akan habis pada akhir musim, bukan tidak mungkin ini menjadi periode terakhir sang kapten bersama Los Blancos.


Arda Guler Gagal Lulus Ujian

Selebrasi gol Arda Guler pada laga Real Madrid vs Pachuca di Piala Dunia Antarklub 2025 (AP Photo/Nell Redmond)

Arda Guler sempat tampil impresif pada awal musim di bawah asuhan Xabi Alonso, mencatat delapan kontribusi gol dalam 10 penampilan pertamanya musim 2025/2026. Namun, performanya menurun drastis ketika dimainkan lebih dalam di lini tengah.

Sebagai pemain nomor 10 atau winger kanan, Arda Guler mampu memberi kreativitas. Namun, saat diminta mengatur tempo permainan dalam skema 4-4-2, ia kesulitan mengendalikan alur laga.

Akurasinya pun bermasalah saat melawan Osasuna, hanya satu dari sembilan umpan silangnya yang tepat sasaran dan ia menciptakan satu peluang dalam 82 menit.

Dengan Jude Bellingham masih absen hingga kemungkinan setelah jeda internasional Maret, posisi Arda Guler di starting XI relatif aman. Namun, kritik akan terus berdatangan bila ia gagal tampil maksimal dalam laga-laga bertekanan tinggi.


Masalah Lama Membayangi Laga Kontra Benfica

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa memberikan instruksi kepada pemainnya dalam laga lanjutan Liga Spanyol melawan Osasuna di El Sadar Stadium, Pamplona, Spanyol, Sabtu (21/02/2026) waktu setempat. (AP Photo/Miguel Oses)

 

Masalah yang terlihat saat melawan Osasuna sejatinya bukan hal baru. Sepanjang musim, Real Madrid kerap kesulitan menghadapi pertahanan rapat. Mereka terlalu bergantung kepada kreativitas Vinícius Junior dan Kylian Mbappe di sisi kiri.

Arbeloa pun menyoroti kelemahan tersebut dalam konferensi pers seusai laga.

"Babak pertama adalah momen ketika kami cukup mengontrol permainan di beberapa periode, tetapi kami sangat kurang kecepatan dalam bermain melawan pertahanan rapat. Entah Anda menggerakkan bola jauh lebih cepat, atau mereka akan dengan mudah bertahan menghadapi Anda," kata sang pelatih.

"Ini adalah sesuatu yang harus terus kami tingkatkan dan kerjakan. Kami harus mampu menembus dari kedua sisi. Saat ini, kami terlalu fokus bermain di sisi kiri, dan kami harus bisa melakukan hal yang sama di sisi lainnya," lanjutnya.

Kabar baiknya, Trent Alexander-Arnold akan kembali mengisi sisi kanan saat Benfica bertandang ke Santiago Bernabeu. Namun, satu pemain saja tak cukup untuk mengatasi kurangnya urgensi dan kreativitas tim.

Jika tak segera berbenah, Real Madrid berisiko kembali terpeleset di momen krusial musim ini.

Sumber: Sport Illustrated


Persaingan di La Liga Spanyol

Berita Terkait