Bola.com, Jakarta - Debut Maarten Paes bersama AFC Ajax cukup mengesankan. Meski gagal mencatatkan clean sheet, kiper Timnas Indonesia itu melakukan beberapa penyelamatan gemilang.
Maarten Paes bermain sebagai starter selama 90 menit ketika AFC Ajax diimbangi NEC Nijmegen 1-1 dalam pekan ke-24 Eredivisie 2025/2026 di Johan Cruijff ArenA, Amsterdam, pada Minggu (22/2/2026) malam WIB.
Paes dimainkan sejak menit awal setelah Ajax kehilangan Vitezslav Jarov yang menderita cedera ACL dan diperkirakan bakal absen hingga akhir musim ini.
Penjaga gawang kelahiran Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998 itu mendapatkan rating 7,6 dari Fotmob berkat tujuh saves hingga 12 recoveries.
Rasional
Paes baru bergabung dengan Ajax dari klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas, pada awal tahun ini dengan transfer sekitar 1 juta euro atau setara dengan Rp19,8 miliar.
"Saya melihatnya secara rasional. Saya bermain untuk logo di dada. Jadi dalam peran apa pun yang mereka inginkan dari saya, saya menerimanya," ujar Paes dinukil dari media Belanda, Voetbal Primeur.
Paes mencoba untuk memahami keadaan bahwa kedatangannya ke Ajax bukan untuk menjadi penjaga gawang utama, melainkan pelapis Jaros setidaknya hingga akhir musim ini.
Ungkapan Maarten Paes
Jaros adalah kiper pinjaman Ajax dari Liverpool yang bakal kembali ke pada musim panas 2026. Sebelum cedera, kiper asal Republik Ceska itu tampil 29 kali dengan lima nirbobol dan 23 kemasukan.
"Saya tahu bahwa dalam enam bulan pertama Viet menjadi pilihan utama. Dan juga bahwa masa peminjamannya akan berakhir pada musim panas. Saya pikir pada musim panas nanti semuanya terbuka dan saya harus menunjukkan diri saya dari sisi terbaik," tutur Paes.
"Saya pikir sebagai pemain Ajax, Anda tidak perlu berpikir satu, dua, tiga kali. Klub yang fantastis. Dan seperti yang saya katakan, dalam dua minggu ini saya sudah membuat banyak kemajuan secara fisik maupun mental," imbuhnya.
Faktor Personal
Alasan personal juga menjadi penyebab Paes memilih untuk meninggalkan Amerika Serikat setelah kurang lebih empat tahun berkarier di sana dan pulang ke Belanda.
"Selangkah demi selangkah saya pikir semuanya akan menjadi lebih baik," ungkap Paes.
"Selain itu, tahun lalu ada beberapa hal pribadi yang terjadi sehingga saya ingin berada lebih dekat dengan rumah. Jadi ya, pada dasarnya itu alasannya," ucapnya.
Sumber: Voetbal Primeur